Berbagai Kehamilan Yang Beresiko
Setiap kehamilan yang dialami oleh siapapun pasti memiliki resiko. Karena itulah saat menjelang hamil, seseorang calon ibu perlu menyiapkan kondisinya secara istimewa.
A. Jenis Kehamilan dengan Resiko tinggi
Kehamilan dengan resiko tinggi bisa disebabkan oleh berbegai faktor. Ada perempuan yang tergolong sebagai calon ibu beresiko tinggi atau menghadapi bahaya yang lebih besar pada wakkktu kehamilan maupun persalinan. Kondisi ini ada yang bisa menyebabkan janin tidak dapat tumbuh dengan sehat bahkan dapat menimbulkan kematian pada ibu dan janin.
Lantas apakah sebenarnya yang dimaksud dengan ibu hamil dengan resiko tinggi? Ibu Hamil dengan resiko tinggi adalah ibu hamil yang mengalami resiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan, bila dibandingkan dengan ibu hamil yang normal.
Kemudian siapa yang termasuk calon ibu hamil beresiko tinggi? Berikut disebutkan beberapa ibu yang berpotensi hamil dengan resiko tinggi:
- Ibu hamil usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
- Perempuan dengan tinggi badan kurang dari 145 cm.
- Perempuan dengan bentuk pinggul tidak normal (terlalu sempit).
- Ibu yang telah melahirkan lebih dari empat kali.
- Perempuan yang mengidap Diabetes melitus. Bayi yang dilahirkan akan besar sehingga dibutuhkan tindakan tertentu untuk membantu persalinan.
- Perempuan pengidap anemia. Anemia dapat menyebabkan kematian tak hanya pada ibu tapi juga pada janin. Kalaupun sampai melahirkan ditakutkan bayinya terlahir dengan berat badan rendah.
- Memiliki riwayat obstetrik dalam waktu dekat seperti pernah mengalami keguguran sebelumnya.
- Perempuan pengidap penyakit jantung.
- Badan ibu kurus pucat.
- Jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun.
- Adanya kesulitan pada kehamilan atau kelahiran yang lalu.
- Sering terjadi keguguran sebelumnya.
- Kepala pusing hebat.
- Kaki Bengkak.
- Pendarahan pada waktu hamil.
- Keluar air ketuban pada waktu hamil.
- Batuk-batuk lama.
Setelah kita engetahui beberapa jenis kehamilan yang memiliki resiko tinggi maka kita akan berpikir dua kali untuk melanggar beberapa jenis kehamilan yang disebutkan di atas. Namun, jika yang terjadi di luar dugaan kita dan semuanya telah ditakdirkan oleh Tuhan, maka kita tidak bisa menolaknya. Misalnya kita menikah dengan pasangan yang memiliki resiko untuk hamil sehingga mau tidak mau seorang ibu dengan resiko tinggi harus tetap hamil demi keberlangsungan sejarah hidupnya. Permasalahannya sekarang aakah kehamilan beresiko tinggi dapat dicegah?
B. Pencegahan Kehamilan Beresiko Tinggi
Kehamilan beresiko tinggi dapat dicegah bila gejalanya ditemukan sangat dini sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan.
Pencegahan kehamilan beresiko tinggi dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
- Mengenal tanda-tanda kehamilan beresiko tinggi.
- Segera ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan tanda-tanda kehamilan beresiko tinggi.
- Periksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit paling sedikit 4 kali selama kehamilan.
- Dengan mendapat imunisasi TT dua kali.
- Jika ditemukan kelainan beresiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan intensif.
- Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.
C. Bahaya yang Ditimbulkan
Bahaya yang ditimbulkan akibat ibu hamil dengan resiko tinggi adalah sebagai berikut :
- Bayi lahir belum cukup bulan
- Bayi lahir dengan berat lebih rendah (BBLR)
- Keguguran (abortus)
- Persalinan tidak lancar/macet
- Pendarahan sebelum dan sesudah persalinan
- Janin mati dalam kandungan
- Ibu hamil/bersalin meninggal dunia
- Keracunan kehamilan/kejang-kejang.
D. Penyebab Keguguran
Seusai menikah, kehamilan menjadi impian tiap wanita. Saat hamil tidak hanya kesehatan calon ibu saja yang harus diperhatikan, kesehatan bayi dalam kandungan pun perlu dijaga kesehatannya. Walaupun sudah menjaga kesehatan baik calon ibu maupun kesehatan bayi dalam kandungan, hal ini tidak menutup kemungkinan terjadinya keguguran pada ibu hamil. Seperti dilansir dalam Mag for Women, penyebab umum keguguran, antara lain :
- Kelainan Kromosom
- Kelainan Plasenta
- Kelenjar Tiroid Rusak
- Kelainan Rahim
Masalah rahim tertentu seperti jaringan parut pada permukaan kulit juga dapat menyebabkan keguguran. Kehadiran fibroid (pertumbuhan non-kanker) di dalam rahim juga dapat menyebabkan keguguran.
- Penyakit Berkepanjangan
- Asupan Obat-obatan
- Infeksi
- Penyalahgunaan Narkoba
- Punya Riwayat Keguguran Sebelumnya
- Leher Rahim Melemah
Jika seorang wnita memiliki otot leher rahim yang lemah karena cedera tertentu, maka dapat menyebabkan keguguran.

Comments
Post a Comment