Pengetahuan Dasar Kehamilan
1. Masa Subur
Suatu kehamilan terjadi jika sel telur wanita dibuahi oleh sel sperma pria. Peristiwa ini disebut sebagai pembuahan atau konsepsi. Hasil pembuahan akan berkembang menjadi kehamilan. Namun, tidak setiap saat seorang wanita bisa menjadi hamil. Hanya pada saat ovulasi (ketika sel telur matang dikeluarkan dari ovarium) saja. Saat inilah yang disebut sebagai ‘masa subur’, sedangkan masa subur itu sendiri hanya berlangsung 1-2 hari saja. Di luar masa subur, wanita mengalami masa tidak subur. Masuknya sel benih pria selama masa tidak subur ini tidak akan menghasilkan kehamilan.
Masa subur terjadi 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang, tapi jika siklus Anda lebih panjang atau lebih pendek dari 28 hari, maka masa subur Anda akan mulai lebih lambat atau lebih awal. Selama siklus bulanan, tubuh mengalami berbagai perubahan guna mempersiapkan diri untuk konsepsi.
Siklus ini kebanyakan dikendalikan oleh hormon estrogen, progesterone, follicle-stimulating hormone (FSH), dan luteinizing hormone (LH). Puncak produksi LH memicu ovulasi. Suhu tubuh menurun kemudian meningkat sebelum ovulasi. Anda akan subur satu hari sebelum suhu tubuh menurun hingga satu hari setelah suhu tubuh meningkat. Cairan sekresi dari serviks juga akan mengalami siklus perubahan. Saat mendekati masa subur, sekresi meningkat dan menjadi lebih jernih, lentur, dan licin, siap menerima sperma.
Saat ovulasi satu folikel pecah, melepaskan sel telur, kemudian menjadi struktur yang disebut corpus luteum. Struktur ini memproduksi hormone progesterone yang penting untuk perkembangan embrio. Namun jika telur tidak dibuahi, corpus luteum ini akan menyusut.
Setelah ovulasi, di bawah pengaruh hormon estrogen dan progesterone, endometrium (dinding rahim sebelah dalam) menjadi tebal dan menyerupai spons, siap menerima sel telur yang telah dibuahi. Jika sel telur tidak dibuahi, corpus luteum menyusut lalu mati dan endometrium pun luruh pada periode menstruasi Anda berikutnya.
Masa subur wanita adalah masa hidup satu sel telur yang dikeluarkan dari indung telur dan siap dibuahi oleh sel sperma di saluran telur (tuba faloppi) yang terjadi sekali dalam satu bulan. Di dalam rahim, sel telur mampu bertahan hidup selama 1-2 hari. Bagi wanita, masa subur bermanfaat dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak. Dengan mengetahui kapan masa subur, keinginan untuk hamil atau menunda kehamilan bisa dilakukan dengan mudah.
Bayi manusia dimulai dari satu sel saja, yaitu telur manusia. Sel telur yang amat kecil dilahirkan dari dalam indung telur, yaitu alat pembuat telur wanita tepat di sisi rahim. Semua wanita yang normal mempunyai dua indung telur, satu pada setiap sisi rahim, terletak di dekat ujung-ujung saluran telur. Setiap bulan, kira-kira 14 hari dari permulaan masa haid terakhir, sebuah telur kecil atau ovum dihasilkan. Telur manusia ini telah disediakan di dalam sebuah kantong sel-sel yang amat kecil jauh di dalam indung telur. Tepat pada waktu tertentu telur itu meninggalkan indung telur dan memasuki saluran telur. Masa inilah yang dikenal dengan masa subur atau proses ovulasi. Pada masa inilah, sel telur yang matang pada wanita siap dibuahi, sehingga bila wanita tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan. Masa subur dapat ditentukan berkat bantuan luteinizing hormone, hormon seks wanita yang kadarnya meningkat sesaat sebelum masa subur.
a. Menghitung masa subur jika siklus haid normal/teratur
Siklus menstruasi dikatakan teratur/normal apabila berkisar antara 28-35 hari. Seseorang yang mempunyai siklus menstruasi teratur, maka masa subur/masa ovulasinya berlangsung pada hari ke 14-1 sampai dengan 14 + 1, artinya masa ovulasi terjadi pada hari ke 13-15 sebelum tanggal haid berikutnya. Jadi, masa ovulasi untuk siklus menstruasi normal dirumuskan:
dengan n = tanggal haid terakhir.
Sebagai contoh, apabila hari terakhir haid Anda jatuh pada tanggal 2 maka masa ovulasi jatuh pada tanggal 15-17
.
b. Menghitung masa subur jika siklus haid abnormal/tidak teratur
Untuk seseorang yang mempunyai siklus menstruasi tidak teratur dapat dihitung dengan menggunakan data siklus menstruasi selama 6 bulan (6 siklus). Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus menstruasi dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Sedangkan, jumlah hari terpanjang selama 6 kali siklus menstruasi dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur. Jadi, masa ovulasi untuk siklus menstruasi tidak normal dapat dirumuskan:
dengan a = siklus terpendek, dan b = siklus terpanjang.
Sebagai contoh, apabila siklus terpendek 28 hari dan siklus terpanjang 32 hari, maka masa ovulasi jatuh pada hari ke 10 sampai 21 dari hari pertama menstruasi.
Waktu yang paling baik untuk membuahi sel telur adalah pada saat seorang perempuan sedang mengalami masa subur.
TIPS: Kenali masa subur Anda dan lakukan hubungan seksual pada masa tersebut.
2. Kontrol Berat Badan
Salah satu faktor penyebab ketidaksuburan wanita adalah masalah berat badan. Apabila seorang wanita mempunyai tubuh yang terlalu kurus, bisa menyebabkan siklus haid wanita tersebut tidak teratur. Hal ini disebabkan dibutuhkannya sekitar 20% lemak tubuh untuk proses pembuahan dan reproduksi lainnya. Sedangkan apabila tubuh seorang wanita terlalu gemuk, juga mengakibatkan terganggunya keseimbangan hormon. Faktor yang mempengaruhi berat badan, yaitu:
• Faktor genetika.
Apabila kedua orangtua dan saudara memang memiliki masalah yang sama yaitu susah gemuk, maka kemungkinan besar Anda memang kurus secara genetika.
• Adanya masalah metabolisme tubuh.
Adanya gangguan pada sistem penyerapan (absorpsi) nutrisi di saluran pencernaan dapat menyebabkan berat badan menjadi kurus maupun gemuk. Jika Anda termasuk orang yang sering mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit, diare, atau merasa nyeri di perut, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan apakah benar ada gangguan pada tubuh Anda.
Massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) yang normal adalah 19-25. Rumus cara menghitungnya adalah:
Tips untuk menurunkan berat badan antara lain:
• Batasi banyaknya makanan
Makanlah dengan porsi dan gizi yang seimbang.
• Berhati-hatilah dengan “sisa makanan”
Banyak ibu yang tidak suka melihat makanan dibuang-buang, sehingga dipaksakan untuk memakannya dan mengakibatkan bertambahnya berat badan. Sebaiknya kurangi makanan yang disediakan dan hindari menyisakan makanan sisa.
• Hentikan makan di antara waktu makan
Hentikan kebiasaan makan camilan (ngemil).
• Olahraga teratur
Lakukan olahraga setiap hari. Olahraga terbaik adalah berjalan kaki. Menggerak-gerakkan otot tungkai yang besar itu akan menolong membakar lebih banyak kalori yang tidak diperlukan.
• Hindari penganan yang mewah
Makanan yang terlalu manis banyak mengandung kalori tetapi mempunyai nilai gizi rendah. Kebiasaan yang terbaik adalah meninggalkan meja makan sementara Anda masih lapar.
• Makanlah dengan teratur
Makan dengan teratur adalah jalan yang terbaik untuk mengurangi berat badan.
• Jangan lupa makan pagi
Hal ini menolong Anda dalam melakukan pekerjaan sepanjang hari, dan dapat menghindari dari jajan di antara waktu makan.
• Perbanyak makan makanan berserat
Makanlah lebih banyak makanan seperti sayuran dan buah. Semuanya mengandung sedikit kalori, tetapi banyak mengandung vitamin dan mineral. Makanan seperti ini dapat juga digunakan untuk menghindari perasaan lapar di antara waktu makan.
Tips untuk menaikkan berat badan antara lain:
• Hindari stress
Stress yang diikuti dengan kecemasan berlebihan merupakan penyebab kurangnya nafsu makan.
• Olahraga teratur
Lakukan olahraga setiap hari. Dengan berolahraga secara teratur tubuh akan menjadi sehat, sehingga fungsi tubuh pun akan baik. Usahakan setidaknya dalam satu minggu minimal olahraga sekali. Dengan bentuk olahraga yang dapat membuat Anda setidaknya berkeringat, seperti jalan kaki, joging, dan senam.
• Makanlah dengan teratur
Makanlah dengan teratur setiap hari. Selalu sarapan di pagi hari, makan siang tepat waktu kemudian makan malam. Dan di antaranya dapat diselingi makanan tertentu yang menyehatkan tapi tidak mengenyangkan. Hal ini agar nafsu makan Anda tidak berkurang pada saat jam makan
• Minum susu
Susu selain sehat juga dapat menggemukkan badan Anda, khususnya susu full cream. Disarankan untuk minum susu jenis full cream dua kali sehari.
• Kunyah makanan
Saat makanan di dalam mulut, maka kunyahlah sampai halus. Hal ini dilakukan untuk mempermudah kerja lambung. Apalagi makan-makanan yang sulit dicerna.
• Sesuaikan jenis makanan dengan aktivitas Anda.
Jika Anda seorang yang banyak bergerak maka makanlah yang banyak mengandung karbohidrat atau lemak. Karena jika kelebihan, maka karbohidrat dan lemak akan ditimbun. Berbeda dengan protein yang tidak akan ditimbun tubuh.
• Jangan tahan lapar lama-lama
• Tidak merokok dan kurangi begadang
Hindari merokok, dan apabila Anda sering begadang maka kurangi kebiasaan itu.
• Konsumsi putih telur secara rutin, minimal satu kali sehari
• Tidur yang cukup
Tubuh kita minimal butuh waktu 8 jam untuk istirahat. Usahakan untuk selalu tidur siang.
• Periksa kesehatan Anda
Jika Anda pernah gemuk dan kemudian kurus coba cek kesehatan Anda. Jika bukan karena penyakit maka setidaknya dengan tips cara cepat menggemukkan badan ini Anda sudah ada perubahan dalam waktu satu bulan.
3. Pemeriksaan Pra Kehamilan
Sebelum memutuskan untuk menjalani program kehamilan, sebaiknya pasangan suami istri memeriksakan kesehatan fisik mereka. Pastikan kedua belah pihak tidak memiliki penyakit menular seksual, infeksi pada daerah kelamin dan reproduksi, serta berbagai kondisi lain yang menghalangi kesempatan untuk hamil.
Beberapa hal yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan:
- Penilaian terhadap siklus haid dan perubahan hormonal yang terjadi selama siklus haid berlangsung.
- Pemeriksaan kondisi alat kelamin. Pemeriksaan ini bisa dilakukan sendiri, yaitu dengan memeriksa secara teratur alat kelamin Anda dari gangguan rasa nyeri, adanya benjolan dan adanya pengeluaran cairan yang abnormal. Pengeluaran cairan yang normal dari vagina biasanya berwarna putih atau putih kekuningan dan berbau seperti cuka.
- Pemeriksaan laboratorium yang meliputi, pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon dan pemeriksaan air seni untuk mengetahui adanya kencing manis dan kolesterol.
- Pemeriksaan USG untuk mengetahui kondisi dalam kandungan.
- Pemeriksaan HSG untuk mengetahui kondisi saluran telur.
- Pemeriksaan laboratorium khusus untuk mengetahui adanya virus TORCH dan adanya kanker serviks (Pap smear). Pemeriksaan Pap smear ini dilakukan dengan prosedur yang sederhana, yaitu dengan cara mengambil sebagian sel dari serviks (dinding vagina) dan memindahkannya ke atas kaca untuk pemeriksaan mikroskopik dan evaluasi di laboratorium.
- Vaksinasi pra kehamilan
Vaksinasi pra kehamilan sangat penting diberikan pada ibu yang menginginkan segera hamil. Hal ini disebabkan pemberian vaksin pra kehamilan bertujuan untuk melindungi pertumbuhan janin. Ada beberapa vaksinasi yang perlu didapatkan seorang ibu pada pra kehamilan, antara lain:
- Vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Rubela merupakan salah satu jenis infeksi pada kehamilan yang ditandai dengan gejala bercak kemerahan pada wajah yang kemudian menyebar ke bagian tubuh lain. Ibu hamil yang terinfeksi virus ini pada trimester pertama akan berisiko mengalami gangguan pembentukan dan perkembangan janin.
- Vaksinasi TT (Tetanus Toksoid)
Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh racun bakteri Clostridium tetani. Penyakit ini ditandai dengan kejang pada otot rahang. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka. Pada umumnya vaksinasi TT diberikan pada pasangan sejak masih calon pengantin.
- Vaksinasi Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Virus ini dapat ditemukan dalam darah, urin, feses, dan saliva, tergantung dari jenis virusnya.
TIPS: Waktu yang tepat melakukan vaksinasi
- Pada saat tubuh dalam kondisi sangat prima. Vaksinasi yang dilakukan saat kondisi tubuh kurang baik, dapat menyebabkan infeksi.
- Enam bulan sebelum kehamilan. Dalam rentang waktu tersebut, diharapkan tubuh sudah dapat membunuh semua virus yang diberikan melalui vaksinasi, sehingga pada saat hamil tidak ada lagi virus yang dapat membahayakan janin. Jangan melakukan vaksinasi saat Anda sedang hamil. Karena dikhawatirkan akan membahayakan janin. Boleh dilakukan namun dengan catatan, dokter yang menangani Anda sudah memperhitungkan risiko.
- Bila vaksinasi TT tidak dilakukan sebelum menikah, pemberiannya dapat dilakukan pada saat usia kehamilan belum mencapai tujuh bulan.
4. Kebugaran Pasangan Suami Istri
Jika Anda pasangan suami istri yang menginginkan kehadiran anggota keluarga baru, maka sangat penting bagi Anda untuk mulai lebih memperhatikan kesehatan dan kebugaran Anda berdua. Kesehatan Anda dan pasangan sangat berpengaruh ketika Anda berencana untuk hamil. Semakin bugar Anda berdua pada saat konsepsi, semakin besar pula kesempatan Anda untuk menjalani kehamilan dan persalinan tanpa masalah, serta memiliki bayi yang sehat.
Menjadi orangtua akan mengubah hidup Anda dalam banyak hal dan sekaligus menuntut suatu tanggung jawab yang besar. Untuk itu Anda benar-benar harus mempersiapkannya. Menjadi orangtua yang siap, orangtua yang gembira dan sehat, yang akan menghasilkan anak yang gembira dan sehat. Jadi, alangkah baiknya jika sejak awal Anda merencanakannya semaksimal mungkin. Lakukan yang terbaik sebelum hamil untuk memastikan Anda bugar dan siap untuk menjadi orangtua.
Ada dua hal utama yang perlu menjadi pertimbangan pasangan suami istri ketika merencanakan kehamilan.
a. Pertimbangan kesehatan
Jika Anda adalah seseorang yang menderita kondisi kronis (jangka panjang), seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, atau epilepsi, Anda tentu tetap bisa hamil. Namun, akan lebih baik bila Anda konsultasi dulu dengan dokter Anda sebelum kehamilan dimulai, sehingga Anda bisa mendapatkan perawatan dan batuan medis yang terbaik.
- Asma
Ini adalah masalah pernapasan paling umum pada calon ibu, dan biasanya dikendalikan dengan obat-obatan bronchodilator atau steroid hirup. Obat asma tidak berisiko bagi kesehatan janin yang sedang tumbuh. Namun, bisa menjadi efek samping bagi sang ibu, dan terkadang bisa menyebabkan proses persalinan berlangsung lebih awal dari yang seharusnya. Jika Anda menderita asma, lebih berhati-hatilah saat hamil. Stress dan tekanan apa pun, juga debu, serbuk sari, dan polusi, bisa menyebabkan sesak napas dan semakin menekan jantung Anda yang sudah bekerja keras.
- Epilepsi
Jika Anda seorang penderita epilepsi, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum merencanakan kehamilan. Ditemukan sedikit peningkatan risiko cacat tabung saraf dan kerusakan lainnya berkaitan dengan pemakaian obat anti epilepsi, termasuk sodium valproat, lamotrigin, karbamazepin, dan fenitoin.
Berkonsultasilah dengan dokter Anda.
Mengubah terapi obat bisa meningkatkan risiko serangan, tapi wanita penderita epilepsi biasanya disarankan untuk memaksimalkan penggunaan obat mereka sebelum hamil, bukan selama kehamilan. Saat hamil, Anda bisa melanjutkan terapi obat apa pun yang tengah Anda jalani, tapi Anda perlu sering berkonsultasi dengan ahli saraf atau spesialis lainnya yang bisa menyesuaikan dosis obat Anda.
Obat anti epilepsi mencegah penyerapan asam folat, jadi sangat penting untuk mengkonsumsi suplemen asam folat dosis tinggi (5 mg per hari) sebelum dan sesudah Anda hamil, untuk membantu mengurangi risiko cacat lahir. Semua wanita hamil yang menggunakan sodium valproat dan fenitoin juga disarankan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin K sejak usia kehamilan 36 minggu untuk membantu mematangkan hati bayi.
- Diabetes mellitus
Diabetes bisa menyebabkan bayi membesar secara tidak normal, menderita penyakit jantung dan pernapasan, juga komplikasi pada ibu. Wanita yang telah menderita diabetes sebelum hamil wajib mengontrol kadar glukosa dengan baik saat konsepsi, karena jika kadar gula tinggi, risiko kelainan pada bayi pun meningkat. Siapa pun yang berisiko menderita diabetes gestasional (diabetes yang berkembang saat kehamilan) bisa menjalani tes darah untuk memeriksakan kondisinya.
- Penyakit jantung
Bagi Anda yang menderita kondisi jantung apa pun, dokter akan memberikan nasihat khusus seputar kehamilan Anda. Umumnya, Anda akan diminta untuk banyak istirahat, menaikkan kaki Anda di siang hari setidaknya selama dua jam, dan menghabiskan sepuluh jam di tempat tidur pada malam hari. Kebanyakan wanita dengan penyakit jantung menjalani persalinan yang mudah dan spontan. Selama persalinan, tekanan ekstra pada jantung datang dan pergi, namun secara keseluruhan lebih sedikit daripada yang dialami jantung pada trimester ketiga. Biasanya tidak ada alasan khusus bagi wanita dengan masalah jantung untuk menjalani induksi atau operasi Caesar.
- Penyakit ginjal
Seorang wanita dengan penyakit ginjal seharusnya masih bisa memiliki anak, tapi akan membutuhkan pengawasan ekstra. Wanita dengan penyakit ginjal memiliki risiko hipertensi dan preeclampsia yang lebih tinggi dari biasanya. Infeksi saluran kemih juga merupakan masalah umum lainnya, tapi sepanjang ginjal membuang zat sisa secara efektif, kehamilan dapat berlanjut. Namun jika janin tidak tumbuh dengan normal, dokter mungkin akan menyarankan induksi dini. Dialysis renal berisiko, karena ginjal ibu cenderung tidak mampu bertahan dengan adanya tambahan kotoran dari janin.
- Penyakit menular seksual
Jika Anda menderita infeksi herpes primer, saat membran-membran Anda luruh atau saat persalinan, bayi Anda berisiko terinfeksi. Infeksi virus herpes simplex primer II bisa memperlambat pertumbuhan bayi Anda, dan sekitar separuh dari bayi yang terinfeksi menderita bentuk infeksi herpes tertentu setelah lahir, yang mempengaruhi mata, mulut dan kulit.
Meskipun memiliki riwayat herpes kelamin, Anda bisa menjalani persalinan normal, bahkan dengan infeksi sekunder yang masih aktif. Jika Anda tidak mengalami gejala apa pun, dan tidak menghilangkan virus tersebut dari serviks atau vagina, risiko bayi untuk terinfeksi kurang dari satu per seribu. Tapi jika Anda menderita herpes ulcer atau infeksi primer tak lama sebelum persalinan dimulai, Anda akan disarankan menjalani operasi Caesar untuk mengurangi risiko bayi tertular herpes saat melewati jalan lahir. Dokter akan memeriksa tanda-tanda infeksi pada saat persalinan.
- HIV/AIDS
Harapan bagi bayi dengan ibu yang terbukti positif HIV jauh lebih baik ketimbang dulu. Penggunaan AZT oral bisa melindungi janin yang sedang berkembang dari infeksi dan sang ibu akan dipantau secara teratur untuk memeriksa pertumbuhan bayi. Dokter mungkin akan menyarankan persalinan Caesar untuk melindungi bayi. Meski tak dapat dielakkan bahwa bayi dari ibu penderita HIV akan menjadi positif HIV dan menderita AIDS, terdapat risiko sang bayi akan terlahir dengan antibody HIV; ini biasanya adalah antibody maternal dan bisa hilang dalam 18 bulan. Karena risiko tersebut, ibu pengidap HIV akan mendapat konsultasi dan mungkin ditawari kesempatan untuk mengakhiri kehamilannya jika bersedia.
b. Perubahan gaya hidup Anda.
Beberapa hal dalam hidup Anda yang selama ini mungkin Anda anggap sepele dan apa pun yang Anda lakukan, akan terpengaruh oleh kehadiran bayi Anda kelak.
- Waktu
Kebanyakan dari kita menjalani kehidupan yang sangat sibuk dan banyak orangtua baru berpikir bahwa bayi mereka secara otomatis akan menyesuaikan diri dengan irama ini, lalu hidup akan berjalan seperti biasa. Kenyatannya tidak begitu. Bayi dan anak membutuhkan banyak waktu dan perhatian, dan sebagai orangtua Anda akan mempunyai lebih sedikit waktu untuk satu sama lain (juga untuk orang lain) daripada sebelumnya.
- Biaya
Berapa pun penghasilan Anda, kemungkinan Anda akan menghabiskan cukup banyak dana untuk kebutuhan anak seperti pakaian dan perlengkapan, meski sebagian kebutuhan ini mungkin bisa Anda dapatkan dari keluarga atau sahabat (yang anak-anaknya sudah besar dan tidak menggunakannya lagi). Biaya rumah tangga lain seperti biaya listrik untuk pendingin ruangan akan ikut meningkat, dan Anda mungkin akan membutuhkan perlengkapan tambahan seperti mesin cuci baru atau bahkan kendaraan yang lebih besar.
- Hubungan
Hubungan Anda dengan pasangan, juga dengan orang lain, akan berubah ketika bayi Anda hadir. Anda akan mulai merasa lebih dekat dengan orangtua (kini mereka adalah kakek dan nenek dari bayi Anda) tapi mungkin akan merasa punya lebih sedikit kesamaan dengan beberapa teman yang belum menikah atau belum memiliki anak. Jika bisa, ada baiknya menjalin pertemanan baru dengan orangtua lain yang tengah menjalani berbagai pengalaman yang sama dengan Anda.
- Merokok
Inilah salah satu hal paling merusak bagi kesehatan janin Anda dan biang keladi utama masalah kesehatan yang dapat dihindari. Sejumlah risiko yang terkait dengan kebiasaan merokok termasuk keguguran dan lahir mati, kerusakan plasenta, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan peningkatan risiko kelainan janin. Merokok adalah salah satu penyebab rendahnya jumlah sperma, dan seorang pria yang merokok saat pasangannya tengah hamil bisa merusak kesehatan calon bayinya karena sang ibu menjadi perokok pasif. Dan, masalah pun berlanjut. Saat ditest pada usia lima, tujuh, dan sebelas tahun, anak-anak dari para perokok berat ditemukan mengalami gangguan pertumbuhan dan kesulitan belajar.
- Alkohol
Ini adalah racun yang bisa merusak sperma dan sel telur sebelum konsepsi, juga embrio yang sedang berkembang. Risiko utama untuk janin adalah keterbelakangan perkembangan, keterlambatan pertumbuhan, serta kerusakan otak dan sistem saraf. Semua ini disebut sebagai sindrom alcohol pada janin (fetal alcohol syndrome). Alcohol juga bisa menyebabkan kelahiran mati. Penelitian menunjukkan bahwa efek alcohol pada wanita hamil bervariasi; sebagian wanita lebih terpengaruh daripada yang lain. Tapi yang pasti: jika tidak mengonsumsi alcohol selama kehamilan, Anda akan terhindar dari berbagai masalah.
- Obat-obatan
Konsumsilah obat-obatan yang dijual bebas hanya bila perlu, dan selalu periksa dulu labelnya. Apoteker akan memberitahu Anda obat apa yang aman untuk dikonsumsi. Jangan mengonsumsi obat rekreasional jika Anda berencana untuk hamil. Mariyuana berpengaruh pada produksi sperma normal pria, dan efeknya baru bisa hilang setelah tiga atau enam bulan kemudian. Obat-obatan kelas A seperti kokain, heroin, dan morfin bisa merusak kromosom dalam sperma dan sel telur, menyebabkan kelainan.
Jika berbagi jarum suntik, Anda berisiko tinggi untuk tertular HIV, virus penyebab AIDS. Seorang ibu bisa menularkan virus HIV pada bayinya selama kehamilan dan bayi itu sendiri bisa menjadi positif HIV. Penggunaan kokain juga bisa merusak persediaan darah bayi, dan menggunakannya saat hamil bisa menyebabkan plasenta terlepas dari rahim, serta risiko lahir mati.
- Diet dan olahraga
Keduanya vital untuk kesehatan Anda dan bayi. Berusahalah semaksimal mungkin untuk menerapkan pola makan sehat dan seimbang yang rendah lemak hewani dan setidaknya mencakup lima porsi buah segar dan sayuran per hari. Pastikan Anda mendapatkan cukup asupan asam folat, karena asam folat diketahui mengurangi risiko bayi menderita cacat tabung saraf, seperti spina bifida. Anda juga perlu olahraga teratur. Kehamilan menimbulkan ketegangan pada tubuh, jadi semakin bugar Anda sebelumnya, semakin kuat Anda menghadapinya.
- Usia
Jika Anda bugar dan sehat, kehamilan tak akan menjadi lebih sulit di usia 30 atau 40-an, dibandingkan ketika Anda berusia 20-an. Berapa pun usia Anda, kemungkinan untuk menjalani kehamilan dan persalinan normal cukup besar, meski beberapa masalah seperti infertilitas dan kelainan kromosom memang lebih sering ditemukan pada ibu hamil yang berusia lebih tua. Para ibu yang lebih tua dan wanita yang lebih muda namun berisiko tinggi selalu ditawari untuk menjalani uji kelainan kromosom.
5. Apakah Gen itu?
Gen adalah kode kimiawi yang mengendalikan cara kerja tiap sel dalam tubuh. Sebuah gen adalah bagian sangat kecil dari DNA (deoxyribonucleic acid) pembawa kromosom, yang juga terbuat dari DNA. Dalam tiap sel tubuh, terdapat setidaknya 50.000 gen yang unik.
- ‘Cetak biru’ tubuh
Gen mempengaruhi dan mengarahkan pertumbuhan serta fungsi dari semua bagian tubuh manusia. Gen mengendalikan pola pertumbuhan, kemampuan bertahan hidup dan reproduksi. Gen juga menjelaskan mengapa manusia mempunyai bentuk tubuh, warna rambut dan mata, serta jenis kelamin yang berbeda. Warisan gen Anda juga menentukan seberapa besar kecenderungan Anda untuk menderita penyakit tertentu.
Semua sel berasal dari satu sel telur yang dibuahi oleh sperma pria, jadi materi genetic yang sama digandakan dalam tiap sel di tubuh Anda, kecuali untuk sel telur dan sperma. Namun, tidak semua gen dalam sebuah sel tubuh individu adalah gen yang aktif; posisi dan fungsi sel tersebutlah yang menentukan gen mana yang aktif. Contoh, sekelompok gen tertentu lebih aktif di sel tulang daripada sel darah.
- Kromosom
Gen dibawa berpasangan dalam sebuah kromosom, dan tiap gen bersifat dominan atau resesif. Efek gen yang dominan dalam tiap pasang dapat terlihat hasilnya; efek gen yang resesif hanya dapat terlihat saat terdapat dua gen resesif. Tiap sel dalam tubuh Anda, kecuali sel telur dan sperma, normalnya mengandung 23 pasang struktur mirip benang yang disebut kromosom. Sel telur dan sperma hanya mengandung 22 kromosom ditambah sebuah kromosom X dan tiap kromosom mengandung ribuan gen yang tersusun dalam sebuah garis panjang.
Kromosom terbuat dari dua rantai DNA, yang tersusun bersama untuk membentuk sebuah struktur mirip tangga dengan sisi-sisi yang merupakan molekul gula-fosfat. Struktur ini mengelilingi dirinya sendiri dalam bentuk spiral dan dikenal sebagai double helix. DNA memiliki empat komponen penyusun; Adenine, Cytosine, Guanine, dan Thymine, dalam kombinasi berbeda menurut fungsi dari masing-masing gen pada tiap bagian kromosom yang berbeda. Tiap kombinasi dasar tersebut menyediakan instruksi berkode yang mengendalikan dan mengatur berbagai aktivitas tubuh.
- Mewariskan gen
Separuh gen bayi berasal dari ibu, melalui sel telur, dan separuh lagi berasal dari ayah, melalui sperma. Tiap sel telur dan sperma mengandung ‘perpaduan’ gen orangtua yang berbeda, sehingga setiap anak mewarisi kumpulan informasi genetic yang unik dan berbeda dari informasi genetic orangtuanya. Sebagian besar perpaduan gen individual kita berbaur menjadi satu, tapi sebagian lebih dominan dan yang lainnya resesif. Contoh, gen untuk mata cokelat dominan dan gen untuk mata biru resesif. Jadi, anak dengan satu orangtua bermata cokelat dan satu orangtua bermata biru yang mendapatkan satu gen untuk tiap warna mata akan punya mata berwarna cokelat, karena gen untuk mata cokelat lebih kuat daripada gen untuk mata biru.
6. Pembuahan
Keajaiban proses melahirkan dimulai saat satu dari sperma pasangan melebur dengan salah satu dari sel telur Anda untuk membentuk sebuah sel tunggal. Sel ini mengandung cetak biru genetik yang unik dan merupakan campuran materi genetik kedua orangtuanya. Sel ini kemudian membelah dan membelah lagi sampai akhirnya tercipta seorang manusia.
- Sel telur
Seluruh stok sel telur seorang wanita dibuat di dalam kedua ovariumnya sebelum ia lahir. Saat mencapai usia kehamilan lima bulan, ovarium seorang janin perempuan sudah berisi tujuh juta sel telur. Banyak dari sel telur ini mati sebelum janin perempuan tadi dilahirkan, menyisakan sekitar dua juta sel telur saat kelahiran. Sel telur terus mati, sehingga saat pubertas kebanyakan wanita hanya memiliki 200.000-500.000 sel telur. Dari jumlah ini, hanya sekitar 400-500 yang matang dan dilepaskan oleh ovarium selama usia subur wanita, sekitar satu sel setiap bulannya.
Ovarium berlokasi di panggul, dekat ujung-ujung mirip terompet (fimbriae) dari tuba fallopi. Sel-sel benih yang akhirnya berkembang ke dalam sel telur wanita terbentuk dalam kantung telur yang menopang embrio pada minggu-minggu pertama perkembangan. Jika embrio tersebut laki-laki, sel-sel ini akan terserap saat plasenta berkembang. Jika embrio tersebut perempuan, sekitar 100 benih bergerak dari kantung telur, melalui sepanjang tali pusar, dan masuk ke dalam embrio yang sangat kecil. Begitu mencapai embrio, sel-sel tersebut bermigrasi ke sejumlah jaringan yang belakangan akan berkembang dalam ovarium, dan mulai memperbanyak diri.
- Sperma
Proses pembuatan sperma terjadi di dalam testis pria dan dikenal sebagai spermatogenesis. Di dalam setiap testis terdapat jaringan saluran sangat kecil yang mengandung sel-sel tempat spermatids dibuat. Saluran-saluran ini terhubung dengan sekitar delapan saluran yang lebih besar. Ini adalah saluran efferent yang membawa sperma yang berkembang ke dalam epididimis, tempat sperma menjadi matang dan memiliki ekor. Sperma bergerak dari epididimis melalui saluran yang disebut vas defferent sebelum ejakulasi. Dalam perjalanan ini, sperma bercampur dengan sekresi dari kelenjar lain untuk membentuk semen. Semen bertindak sebagai kendaraan bagi sperma untuk membawa mereka mencapai saluran reproduksi wanita.
Testis juga memproduksi hormon seks terpenting bagi pria yaitu testosterone, yang merupakan androgen paling kuat. Hormon-hormon ini bertanggung jawab terhadap karakteristik seks sekunder pria seperti bulu-bulu di wajah dan memberatnya suara, serta terhadap hasrat seksual pria dan wanita. Para pria mulai membuat sperma saat pubertas, di bawah pengaruh testosterone dari testis, dan luteinizing hormone (LH) serta follicle-stimulating hormone (FSH) dari kelenjar pituitary. LH dan FSH bekerja pada testis sama seperti pada ovarium. Seorang pria terus memproduksi sperma sepanjang hidupnya. Masing-masing sperma hanyalah sepanjang seperduapuluh millimeter, jadi tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Bentuknya seperti kecebong dan memiliki sebuah ekor yang kuat, lima atau enam kali lebih panjang dari kepalanya dan digunakan untuk menggerakkan diri. Ekornya menempel pada kepala oleh bagian tengah atau tubuh yang pendek. Tubuh ini mengandung komponen sel khusus yang disebut mitokondria, yang merupakan alat penghasil energi. Kepala sperma lebih gelap warnanya karena mengandung begitu banyak materi genetik. Sperma yang baru terbentuk masuk ke dalam epididimis pada bagian belakang tiap testis, dimana mereka menjadi matang.
Dari epididimis, sperma yang matang berjalan melalui saluran yang disebut vas deferens, yang mengarah ke vesikel seminal, sebuah struktur kecil mirip kantung di dekat kandung kemih. Saat seorang pria ejakulasi, cairan seminal (semen) dikeluarkan dari penis melalui uretra. Semen terdiri atas sperma, bercampur dengan cairan yang diproduksi vesikel seminal dan cairan yang dikeluarkan oleh prostat serta kelenjar lainnya.
Setelah pubertas, testikel membuat sperma terus-menerus pada kecepatan sekitar 125 juta sperma per hari. Keseluruhan proses ini, mulai dari pertama kali sperma dihasilkan sampai matang dan ejakulasi, membutuhkan waktu tujuh minggu.
Kebanyakan pria mengejakulasikan sekitar 3.5 ml (sekitar dua pertiga sendok teh penuh) semen saat bercinta, tapi jumlahnya bervariasi antara 2-5 ml (1/2-1 sendok teh). Tiap millimeter mengandung 20-150 juta sperma, yang sebagian besar bentuknya tidak normal. Hanya sekitar tiga perempat sperma bersifat motil (bisa bergerak-gerak). Produksi sperma pria memang semakin cepat saat ia berhubungan seks, tapi jika ejakulasi sering terjadi, jumlah sperma menurun dan akan menurunkan fertilitasnya.
Meski sperma bisa bergerak 2-3 mm per menit, kecepatan sesungguhnya bervariasi sesuai tingkat keasaman lingkungannya. Semakin tinggi tingkat keasamannya, semakin pelan pergerakannya. Sekresi vagina bersifat sedikit asam; jadi, sperma yang dikeluarkan ke dalam vagina bergerak cukup pelan sampai mencapai lingkungan yang lebih basa pada rongga rahim. Setelah sukses melewati kondisi asam vagina yang mengancam, sperma menghadapi perjalanan yang lebih panjang dan berbahaya sebelum mencapai jalur perjalanan sel telur jauh di bawah tuba fallopi.
Dari sekitar 300 juta sperma saat ejakulasi, hanya beberapa ratus yang akan benar-benar mencapai telur. Kebanyakan akan menetes keluar dari vagina atau dihancurkan oleh keasaman vagina. Yang lainnya akan dihancurkan oleh sel pembersih di dalam rahim, memasuki tuba fallopi yang salah, atau memasuki tuba fallopi yang benar tapi meleset sama sekali dari telur.
7. Fertilitas dan Infertilitas
Fertilisasi terjadi saat sebuah sperma bertemu dan kemudian melakukan penetrasi terhadap sel telur. Kebanyakan sel manusia mengandung 46 kromosom (suatu struktur mirip benang yang membawa informasi genetik). Tapi sel sperma dan sel telur masing-masing hanya memiliki 23 kromosom. Saat sebuah sel sperma dan sebuah sel telur bertemu lalu melebur, sel hasil konsepsi tersebut genap memiliki 46 kromosom.
Sel baru ini, yang disebut zygot, pertama membelah diri menjadi dua sel yang identik, masing-masing dengan 46 kromosom. Sel ini terus membelah secara perlahan saat menyusuri tuba fallopi, hingga mencapai rahim. Saat mencapai rahim, sel ini menjadi gumpalan berongga yang terdiri dari sekitar 100 sel, disebut blastocyst.
Seminggu sesudah konsepsi terjadi, blastocyst menghasilkan hormone yang membantunya melubangi dan membenamkan diri pada dinding rahim. Di sini, blastocyst terendam oleh darah ibu, memungkinkan makanan dan sisa-sisa masuk dan keluar. Implantasi biasanya berada pada sepertiga bagian atas rahim. Kehamilan kini terjadi, dan plasenta mulai terbentuk.
Bagaimana dengan infertilitas?
Kesuburan tak selalu berarti masalah kemampuan atau ketidakmampuan memiliki anak. Satu pasangan tidak menemui kesulitan saat menginginkan anak pertama, namun kehamilan anak kedua tak kunjung tiba; ini disebut infertilitas sekunder. Pasangan lainnya, yang masing-masing telah memiliki anak dengan pasangan sebelumnya, mungkin saja sekarang tidak bisa memiliki anak.
Kesuburan suatu pasangan adalah penjumlahan dari kesuburan masing-masing. Jika kedua belah pihak memiliki masalah kesuburan, mungkin akan sulit bagi mereka untuk memiliki anak. Tapi jika kesuburan salah satu pihak kuat, masih ada kemungkinan bagi pasangan tersebut untuk memiliki anak. Kebanyakan pasangan berhasil hamil setelah mencoba selama 4-6 bulan. Jika setelah enam bulan tidak berhasil hamil dan mendatangi dokter untuk berkonsultasi, kemungkinan mereka akan diminta untuk pulang, terus mencoba, dan baru kembali lagi setelah satu tahun jika tidak juga berhasil.
Usia adalah satu faktor penting bagi wanita. Ketika seorang wanita menua, kualitas sel-sel telurnya menurun. Statistik menunjukkan sekitar 90 persen wanita di usia 20-an akan hamil dalam setahun, dan sisanya masih memiliki peluang yang baik untuk hamil secara alami dalam setahun berikutnya atau lebih. Tapi, wanita di usia 30-an akan memiliki probabilitas statistik lebih rendah untuk hamil dalam setahun. Mereka perlu segera berkonsultasi.
Terdapat berbagai cara untuk membantu pasangan memiliki anak, mulai dari nasihat sederhana mengenai teknik hubungan seksual, pemberian obat, operasi, sampai teknologi reproduksi dengan bantuan. Meski tersedia banyak pilihan bantuan, proses pemeriksaan untuk mengetahui masalah infertilitas bisa menguji kesabaran dan tekad Anda. Baik istri maupun suami yang mempunyai masalah kesuburan bisa merasa terancam, bahkan bersalah. Jadi, bersiaplah untuk berlapang dada dan bersikap suportif.
a. Infertilitas wanita
Sejumlah besar riset tentang infertilitas wanita telah dilakukan selama beberapa dekade terakhir dan kemajuan besar dalam diagnose masalah dan perawatan telah dicapai. Penyebab infertilitas wanita kebanyakan dapat digolongkan dalam empat area utama, dan semuanya bisa ditangani dengan tingkat sukses yang bervariasi.
Sekitar sepertiga infertilitas wanita disebabkan oleh kegagalan melepaskan sel telur (ovulasi). Ini biasanya terjadi karena masalah hormonal, tapi mungkin juga karena ovarium wanita rusak atau, yang lebih jarang terjadi, kehabisan sel telur.
Pada wanita dengan siklus ovarium normal, hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari dan ovarium bertanggung jawab untuk pertumbuhan sehat dan perawatan sel telur. Dalam banyak kasus infertilitas, kemungkinan terdapat terlalu sedikit atau terlalu banyak hormon. Contoh, pada siklus pertengahan, hipotalamus harus menstimulasi kelenjar pituitary untuk melepaskan sejumlah besar luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH) agar ovulasi bisa terjadi. Tapi pada 20 persen kasus, hipotalamus gagal melakukannya. Meski mungkin terdapat LH dan FSH, jumlahnya tidak cukup untuk ovulasi.
Kemungkinan lain, terjadi kerusakan atau gangguan fungsi pada kelenjar pituitary, yang mungkin memproduksi terlalu sedikit LH dan FSH, atau tidak sama sekali. Atau, akibat terlalu banyak stimulasi LH dan tidak cukup FSH, timbul polikistik ovarium dan sulit memproduksi sel telur yang matang.
Infertilitas pada wanita bisa juga disebabkan oleh endometriosis. Jika Anda menderita menstruasi yang menyakitkan (dysmenorrhoea), kemungkinan Anda menderita endometriosis dan perlu memeriksakan diri. Endometriosis adalah kondisi umum dimana sel endometrium (dinding rahim) menyebar ke tempat-tempat lainnya dalam ovarium, panggul, dan tuba. Kondisi ini bereaksi terhadap perubahan siklus dari hormone ovarium, sehingga terjadi perdarahan internal saat Anda menstruasi dan menyebabkan rasa sakit yang parah pada perut dan panggul. Endometriosis bisa mempengaruhi fertilisasi dan menyebabkan masalah kesuburan. Kista ovarium, dikenal sebagai endometrioma atau “kista cokelat,” juga bisa terbentuk dan mempengaruhi kesuburan wanita.
b. Infertilitas pria
Masalah dengan sperma adalah penyebab utama infertilitas pria, meski ada pula masalah anatomi yang mempengaruhi kemampuan pria untuk ejakulasi. Studi tentang kesuburan pria tergolong baru dibandingkan dengan kesuburan wanita, tapi kini dokter tahu lebih banyak mengenai hal ini dan peran sperma secara khusus.
- Masalah dengan sperma;
Sperma adalah sel yang amat rentan. Pembentukan sperma membutuhkan waktu tujuh minggu dan bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal pada titik mana pun dari perkembangannya. Karena alasan inilah sampel sperma yang diberikan seorang pria pada dua kesempatan berbeda sangat mungkin memiliki kualitas dan kuantitas yang berbeda pula.
Kurangnya jumlah sperma tidak langsung berarti infertilitas. Banyak pria dengan jumlah sperma rendah berhasil memiliki anak, tapi konsepsi cenderung terjadi lebih lama. Sayangnya, jika jumlah sperma hanya sedikit, biasanya sebagian besar cenderung tidak normal atau tidak cukup aktif. Jumlah sperma rendah dan kelainan sperma bisa disebabkan oleh masalah hormonal, anatomis, atau imunologis, bahkan faktor lingkungan.
- Masalah anatomi;
Masalah ejakulasi. Sekitar satu persen pria tidak berejakulasi saat orgasme. Ini terjadi karena ejakulasi retrograde, yaitu semen diejakulasikan terbalik ke dalam kandung kemih, bukan ke depan menuju ke uretra.
Skrotum. Kemungkinan terjadi hydrocoele (kondisi kelebihan cairan pelumas alami di sekitar testis) atau varicocoele (yang terjadi saat pembuluh darah skrotum dan testis membesar). Kedua kondisi ini meningkatkan suhu testis, yang pada akhirnya bisa menghalangi produksi sperma.
Penyumbatan tuba. Salah satu atau kedua vas deferens (saluran yang menghubungkan testikel ke vesikel seminal, tempat sperma disimpan) mungkin tersumbat. Jika ini yang terjadi, sulit bahkan tidak mungkin sperma bisa keluar dari testis. Penyumbatan vas deferens dapat terjadi sejak lahir atau akibat infeksi seperti gonorea.
Kegagalan testikel. Penyebabnya mungkin sulit ditentukan, tapi kemungkinan karena masalah kromosom seperti sindrom Klinefelter (seorang pria memiliki dua atau lebih kromosom X), testis yang tidak turun saat lahir, kecelakaan pada testis seperti cedera saat berolahraga, atau pria yang menderita gondongan saat dewasa. Produksi sperma mungkin saja tidak ada atau terhambat. Terdapat pula kondisi kegagalan testikel yang sangat langka, saat semen tidak mengandung sperma sama sekali. Sayangnya kegagalan total testikel, sama seperti kegagalan total ovarium, cenderung tidak bisa diobati. Namun, kondisi ini tidak selalu mempengaruhi kedua testis.
- Masalah imunologis.
Baik pria maupun wanita bisa menghasilkan antibodi terhadap sperma, yang akan mengganggu fertilisasi, namun masalah ini lebih sering ditemui pada pria. Ini karena pada pria, antibodi terletak di permukaan sperma, di semen, atau di dalam darah; Sedangkan antibodi pada wanita terletak pada lendir serviks atau dalam darah. Antibodi ditemukan pada 5-10 persen pasangan infertil, juga dua persen pria yang subur.
Antibodi terpenting adalah yang menempel pada sperma; antibodi ini bisa mempengaruhi cara sperma bergerak serta kemampuannya melakukan penetrasi terhadap lendir serviks wanita dan membuahi telur. Antibodi juga bisa mempengaruhi akrosom (selubung di kepala sperma yang mengandung enzyme penting untuk penetrasi).
8. Faktor Usia pada Kehamilan
Seorang gadis yang usianya sudah mencapai sebelas atau duabelas tahun, indung telurnya mulai menghasilkan banyak sekali estrogen. Estrogen merupakan hormon wanita yang paling kuat, memberi dia dorongan dan tenaga yang besar sekali, serta daya tahan yang besar sehingga kebanyakan kaum wanita kini hidup lebih lanjut daripada suami mereka beberapa tahun lamanya. Adanya hormon ini menyebabkan seorang gadis tumbuh dengan cepat dan berkembang menjadi seorang wanita muda yang normal. Tiga puluh lima tahun berikutnya adalah masa subur dalam hidupnya, karena ia dapat mempunyai anak.
Masalah kesuburan mulai meningkat setelah wanita memasuki usia 20 tahun dan semakin menurun pada usia di atas 40 tahun. Pada wanita, rentang usia kesuburan berlangsung lebih pendek daripada pria. Rentang usia puncak kesuburan wanita adalah 20-29 tahun. Pada usia ini wanita memiliki kesempatan 95% untuk hamil. Pada usia 30-an tahun prosentasenya menurun hingga 90%. Dan memasuki usia 40 tahun, kesempatan hamil berkurang hingga 40%. Sedangkan usia di atas 40 tahun, kesempatan untuk hamil hanya 10%. Sedangkan pada pria, penurunan kesuburan biasa terjadi pada usia di atas 35 tahun.
Usia terbaik untuk melahirkan adalah antara 20-35 tahun. Wanita yang hamil dan melahirkan pada usia di atas 35 tahun mempunyai risiko keguguran, cacat pada janin dan meningkatkan risiko terkena kanker payudara, terutama pada wanita yang baru menjalani kehamilan pertama di usia 40 tahunan.
Perbedaan kondisi kehamilan di usia 20, 30, dan 40 tahun:
a. Usia 20-an, tubuh prima.
Urusia 20-an adalah waktu yang tepat untuk hamil. Pada usia tersebut, kondisi fisik sangat prima dan mengalami puncak kesuburan. Kelebihan hamil di usia ini adalah:
- Minimnya risiko terjadi keguguran. Hal ini disebabkan karena sel telur relatif muda, sehingga kondisinya kuat meskipun pada trimester pertama.
- Kualitas sel telur yang baik memperkecil kemungkinan bayi lahir cacat, akibat ketidaknormalan jumlah kromosom.
- Pada usia ini, perempuan lebih tahan terhadap keluhan kesehatan selama hamil.
- Kehamilan di usia ini memungkinkan perempuan aktif mengasuh dan membesarkan anak dalam waktu yang cukup panjang.
b. Usia 30-an, usia berat untuk hamil.
Kehamilan di usia 30-an dianggap agak berisiko. Beberapa risiko yang mungkin terjadi apabila hamil pada usia ini adalah:
- Kondisi fisik yang tidak lagi prima, membuat ibu hamil merasa lebih cepat lelah dan cenderung tidak tahan terhadap serangan morning sickness.
- Biasanya pada usia ini muncul berbagai keluhan kesehatan hamil, seperti: tekanan darah tinggi dan diabetes.
- Pada usia 30-34 tahun, risiko keguguran mencapai 11,7%. Sedangkan di usia 35-39 tahun, risiko keguguran meningkat menjadi 18%.
- Bayi yang dilahirkan mempunyai berat yang kurang dan lahir prematur.
Kehamilan di usia ini harus ekstra hati-hati, karena sangat rentan terjadi keguguran. Beberapa risiko yang mungkin terjadi apabila hamil pada usia ini adalah:
- Kualitas sel telur yang tidak lagi prima, kemungkinan dinding rahim yang mulai rapuh dan berkurangnya suplai darah.
- Bayi yang dilahirkan juga berisiko mengalami kelainan fisik. Seperti ukuran kepala bayi besar, hidung bayi datar, alat kelamin dan dada bayi terlihat bengkak.
Namun demikian, teknologi yang telah berkembang memungkinkan ibu berusia 40-an untuk tetap hamil dan melahirkan bayi sehat. Dengan catatan si ibu harus menjaga kesehatan dan rajin memeriksakan ke dokter kandungan, sehingga kondisi perkembangan janin dapat terpantau.
9. Tanda-tanda kehamilan
Mengetahui sejak dini tanda-tanda suatu kehamilan akan sangat membantu bagi ibu dan calon bayi. Dengan mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri sendiri selama kehamilan akan membantu Anda untuk menjadi lebih menyadari tubuh Anda dan kebutuhan-kebutuhannya.
Tanda-tanda kehamilan merupakan saat yang paling dinantikan oleh seorang perempuan yang menginginkan dirinya memiliki seorang buah hati dambaan keluaga (family hoping). Dengan terjadinya kehamilan menandakan bahwa pasangan suami isteri memiliki tingkat kesuburan yang baik dan hal ini juga menandakan bahwa mereka tidak memiliki masalah kesehatan yang berarti.
Dengan datangnya tanda-tanda kehamilan, hadirnya seorang buah hati dalam keluarga mereka tinggalah menunggu waktu. Keluarga terasa semakin lengkap dengan kehadiran buah hati yang dinanti. Namun ada kalanya, pasangan suami isteri belum mengetahui secara betul mengenai tanda-tanda kehamilan ini. Mereka kadang masih bingung membedakan mana tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) sebenarnya dengan tanda akan datang menstruasi, karena banyak kasus terjadi bahwa tanda-tanda kehamilan biasanya mirip dengan tanda-tanda akan datang menstruasi. Ketidaktahuan mengenai hal ini juga menyebabkan beberapa kasus terjadinya keguguran (miscarriage). Hal ini disebabkan masih dilakukannya suatu aktivitas atau konsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dilakukan selama kehamilan, padahal sebetulnya dia sudah mengalami kehamilan. Dengan ketidaktahuan akan tanda-tanda kehamilan juga mengakibatkan persiapan yang matang menyongsong kehamilan menjadi terabaikan. Sebaliknya, banyak kasus para keluarga stress karena tanda-tanda yang sudah dianggapnya sebagai sebuah tanda kehamilan, ternyata sesudah dilakukan beberapa kali test ternyata hasilnya negatif. Bayangan dan dambaan kehamilan yang mereka tunggu akhirnya menjadi sirna.
Banyak para perempuan menilai bahwa tanda-tanda kehamilan hanya melihat dari satu sisi saja, yaitu terlambat datangnya menstruasi. Memang betul, salah satu tanda-tanda kehamilan ini adalah terlambatnya menstruasi. Namun, terlambat menstruasi ini juga bukan hanya disebabkan oleh kehamilan saja, banyak hal yang mempengaruhinya, pola makan, stress, kecapaian, adanya gangguan hormonal dan sebagainya. Nah, untuk lebih memastikan lagi, selain terlambatnya menstruasi, cermati pula tanda-tanda kehamilan yang lain. Anda bisa mengetahui bahwa diri Anda sedang hamil berdasarkan salah satu atau lebih dari tanda-tanda berikut ini:
a. Terlambat menstruasi
Selama dua minggu proses pembuahan, Anda akan mengalami keterlambatan menstruasi dan ini merupakan tanda klasik dari terjadinya kehamilan.
b. Mual-mual (morning sickness)
Adanya hormon HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) dalam urin menunjukkan adanya suatu kehamilan. Hormon HCG dalam aliran darah sangat membantu untuk menjaga persediaan oestrogen dan progesteron serta untuk mencegah masa menstruasi, dengan kata lain untuk memelihara kehamilan. Meningkatnya kadar hormon ini secara tiba-tiba mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut, dan efek ini berupa rasa mual-mual. Hormon-hormon ini juga menyebabkan hilangnya gula dari darah, yang dapat menimbulkan perasaan sangat lapar dan sakit. Sekitar 50% perempuan yang mengalami kehamilan akan memiliki tanda-tanda ini.
Rasa mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasikan mengenai hal ini ke dokter Anda, karena akan mengganggu kehamilan Anda. Mual dan muntah ini biasa disebut dengan istilah morning sickness karena biasanya terjadi pada saat di pagi hari. Namun kenyataannya, mual dan muntah dapat terjadi pada siang dan malam hari juga. Bahkan morning sickness terjadi hanya ketika si ibu mencium aroma atau wewangian tertentu.
Mengatasi keluhan-keluhan yang terjadi selama kehamilan merupakan suatu hal yang perlu diketahui oleh para ibu hamil. Diharapkan dengan demikian kehamilan yang sedang dijalani bukan menjadi suatu hal yang menyiksa hari-hari ibu hamil, tapi menjadi sesuatu hal yang menyenangkan. Gejala mual dan muntah (morning sickness) adalah hal yang paling sering dialami oleh para ibu hamil, terutama terjadi pada awal-awal kehamilan atau pada trimeseter pertama. Mual dan muntah ini disebabkan oleh adanya perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil. Selain itu mual dan muntah dapat terjadi bila ibu mencium aroma makanan tertentu. Walaupun mual dan muntah akan hilang dengan sendirinya ketika kehamilan memasuki trimester ke dua, namun mual dan muntah patut diwaspadai. Mual dan muntah dapat menyebabkan kekurangan gizi baik pada ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.
Trimester pertama merupakan masa kritis di mana janin berada dalam tahap awal pembentukan organ-organ tubuh. Jika janin mengalami kekurangan gizi tertentu, pembentukan organ yang sempurna dapat mengalami kegagalan. Selain itu, janin juga berisiko lahir dengan berat badan lahir rendah.
Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi mual dan muntah di awal kehamilan.
- Makanlah dalam jumlah sedikit tetapi sering. Hindari makan dalam jumlah porsi besar karena dapat menyebabkan menambah rasa mual. Tetap berusaha makan ketika kondisi perut terasa tidak enak, usahakan makan 5-6 kali sehari dalam jumlah porsi yang lebih sedikit dan untuk menghindari perut yang kosong.
- Hindari makanan yang banyak mengandung lemak, bumbu, terlalu asam atau pedas.
- Makanlah makanan yang banyak mengandung kadar karbohidrat dan protein. Perbanyak pula konsumsi buah dan sayuran.
- Hindari makanan yang mengandung aroma yang akan membuat Anda mual dan muntah.
- Minumlah segelas teh hangat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah.
- Perbanyak cairan dengan meminum air putih, susu rendah lemak, atau jus buah untuk mengganti cairan yang dikeluarkan selama muntah dan menghindarkan dari dehidrasi.
- Perbanyak makanan yang banyak mengandung vitamin B6 seperti pisang, avokad, beras, atau sereal.
- Perubahan selera makan dan lebih menyukai makanan-makanan tertentu (nyidam).
Perubahan selera makan dan kesukaan pada makanan-makanan tertentu merupakan tanda-tanda pertama kehamilan dan biasa terjadi sebelum terlambat menstruasi.Hal ini diperkirakan akibat meningkatnya kadar hormon dan biasa dialami selama paro kedua siklus menstruasi.
c. Perubahan-perubahan pada payudara
Perubahan-perubahan pada payudara selama kehamilan bisa jadi merupakan salah satu tanda kehamilan paling awal yang Anda rasakan. Perubahan tersebut antara lain membesarnya bentuk payudara dibanding ketika paro kedua pada setiap siklus menstruasi akibat rangsangan hormon estrogen dan hormon progesteron. Pada awal sekali kehamilan, pembuluh-pembuluh darah di permukaan payudara menjadi lebih menonjol dan bintik-bintik kecil halus di daerah puting akan membesar.
Puting susu juga mulai membesar dan berwarna lebih gelap. Selain itu kondisi payudara juga akan terasa makin lembut, hal ini menimbulkan rasa sensitif yang lebih tinggi, hingga payudara akan terasa sakit atau nyeri saat dipegang. Puting susu membesar pula dan warnanya akan semakin gelap, kadang juga terasa gatal. Pembuluh vena pada payudara juga akan terlihat akibat penegangan payudara. Selain itu kelenjar pituitary akan memproduksi Hormon Laktasi saat ibu mengalami kehamilan yang berguna untuk mempersiapkan ASI bagi bayi Anda ketika terlahir ke dunia.
d. Sering buang air kecil (micturition)
Setelah haid terlambat satu hingga dua minggu, keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering dari kebiasaannya. Hal ini disebabkan janin yang tumbuh di rahim menekan kandung kemih dan akibat adanya peningkatan sirkulasi darah. Selain itu kandung kemih lebih cepat dipenuhi oleh urin dan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Peningkatan rasa buang air kecil juga disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan. Walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai Anda membatasinya atau menahannya.
Selain itu hindarkan dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh. Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini karena rahim yang membesar menekan kandung kencing dan perubahan hormonal juga menyebabkan peningkatan volume darah yang menyebabkan ginjal memproduksi cairan. Keadaan ini akan berkurang pada kehamilan trimester kedua karena pertumbuhan rahim ke arah perut dan mulai lagi pada kehamilan di trimester ketiga karena pertumbuhan janin yang semakin membesar akan kembali menekan kandung kencing.
Berikut beberapa tips untuk mengatasi seringnya buang air kecil di awal-awal masa kehamilan.
- Jangan pernah menahan keinginan untuk buang air kecil, hal ini dapat menyebabkan infeksi saluran kencing.
- Meskipun Anda mengalami sering buang air kecil, namun porsi minum Anda jangan sampai dikurangi.
- Sering buang air kecil dapat membuat kondisi daerah vagina Anda lembab, jaga kebersihan pada daerah vagina Anda.
e. Mudah lelah dan mengantuk
Meskipun sebagian wanita merasa kuat, namun pada saat hamil akan merasa mudah lelah, sangat mengantuk, dan mudah tertidur kapan saja. Hal ini merupakan dampak meningkatnya kadar hormon progesteron yang meningkat dalam darah pada awal kehamilan. Progesteron merupakan zat penenang dalam tubuh manusia dan benar-benar memiliki dampak menenangkan serta hipnotis yang kuat. Rasa lelah dan mengantuk pada ibu hamil selain disebabkan oleh perubahan hormonal, juga akibat kinerja dari beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru, semakin bertambah. Organ-organ vital ini tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perut ibu yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan juga memberikan beban tersendiri bagi tubuh ibu.
Berikut beberapa tips untuk mengatasi rasa mudah lelah dan mengantuk saat hamil.
• Untuk mengurangi rasa lelah, penuhi kebutuhan karbohidrat sebagai pemasok energi utama.
• Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks yang mudah dicerna.
• Bila terasa ngantuk, dan kalo bisa beristirahat segera lakukan tidur.
• Jangan memaksakan diri untuk terus beraktivitas, jika tubuh terasa lelah segeralah beristirahat.
f. Bertambahnya dischange (cairan/lendir) di vagina
Peningkatan hormon selama kehamilan menyebabkan produksi cairan/lendir vagina yang disebut lokore. Cairan ini berwarna putih, encer dan tidak berbau. Keluarnya cairan ini adalah normal selama tidak menjadi banyak, berubah warna, berbau, adanya rasa gatal atau iristasi. Jika cairan ini menjadi demikian, segera konsultasikan ke dokter.
Berikut beberapa tips untuk mengatasi bertambahnya cairan/lendir di vagina.
• Jagalah kebersihan dan kelembaban di sekitar vagina.
• Jangan memakai pakaian dalam terlalu ketat.
• Gantilah celana dalam sesering mungkin, terutama ketika celana dalam sudah terasa lembab/basah.
• Gunakan selalu celana dalam yang kering dan bersih.
• Gunakan bahan celana dalam yang terbuat dari bahan katun atau yang paling mudah menyerap keringat.
g. Naiknya temperatur basal tubuh
Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi
h. Buang air besar susah (sembelit)
Meningkatnya hormon-hormon kehamilan menyebabkan usus halus lebih lentur dan menjadi kurang efisien. Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar.
Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan terjadinya peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil. Sembelit yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan wasir.
Berikut beberapa tips untuk mengatasi sembelit pada awal-awal kehamilan.
• Banyak minum air putih.
• Banyak mengkonsumsi makanan yang berserat seperti sayuran dan buah-buahan.
• Lakukanlah olahraga teratur seperti berjalan kaki atau jogging.
i. Muncul flek dan kram
Munculnya bercak darah yang berupa flek-flek darah berwarna merah muda kecoklatan disebabkan oleh implantasi (implantation bleeding) atau menempelnya embrio pada dinding rahim. Implantasi adalah penanaman ovum yang telah dibuahi di dinding rahim. Hal ini terjadi sekitar 8-10 hari menyusul ovulasi, sedikit lebih awal dari datangnya waktu menstruasi terjadi. Selain itu, ada beberapa wanita mengalami sedikit pendarahan di vagina sekitar 11-12 hari setelah berhubungan. Hal ini disebabkan sel telur yang dibuahi memasuki lapisan rahim. Munculnya bercak darah pada saat kehamilan kadang disalahartikan sebagai menstruasi. Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut pada kondisi terjadinya kehamilan akan terjadi secara teratur. Dan kondisi kram perut ini, akan terus berlanjut sampai kehamilan trimester kedua, sampai letak uterus posisinya berada di tengah dan disangga oleh panggul.
j. Meningkatnya kepekaan terhadap bau-bauan
Pada umumnya wanita hamil sangat peka terhadap bau-bauan tertentu yang dapat memicu mual dan muntah. Hal ini disebabkan meningkatnya hormon estrogen pada tubuh.
k. Perut kembung
Perubahan hormon yang terjadi pada awal kehamilan dapat membuat perut seseorang terasa kembung.
l. Sukar untuk tidur
m. Perasaan tidak menentu
n. Sering meludah (hipersalivasi)
Tanda kehamilan ini terjadi akibat pengaruh perubahan hormon estrogen, biasanya terjadi pada kehamilan trimester pertama. Kondisi ini biasanya menghilang setelah kehamilan memasuki trimester kedua
o. Perubahan kulit
Timbulnya perubahan kulit di awal masa kehamilan disebabkan oleh melanosit yang menyebabkan warna kulit menjadi lebih gelap. Kemudian timbul garis kecoklatan mulai dari pusar ke arah bawah yang disebut linea nigra. Selain itu sering juga terjadinya kecoklatan pada wajah yang disebut chloasma atau topeng kehamilan. Strecth mark terjadi karena peregangan kulit yang berlebih, biasanya terjadi di daerah perut, paha atas dan payudara. Strecth mark ini dapat menimbulkan rasa gatal dan strecth mark ini tidak dapat dicegah. Selain itu, perubahan kulit yang terjadi di wajah adalah kulit muka menjadi lebih berminyak dan sering menimbulkan jerawat
Berikut beberapa tips untuk mengatasi adanya perubahan kulit pada awal-awal masa kehamilan.
• Hindari sedapat mungkin menggaruk rasa gatal yang diakibatkan oleh strecth mark.
• Menjaga kebersihan kulit.
• Mempertinggi makanan yang mengandung protein dan vitamin C.
p. Mengalami pusing-pusing karena terjadi penurunan hemoglobin di dalam darah (anemia)
Gangguan pusing dan sakit kepala yang sering dirasakan oleh ibu hamil diakibatkan oleh faktor fisik; rasa lelah, mual, lapar dan tekanan darah, rendah. Sedangkan penyebab emosional yaitu adanya perasaan tegang dan depresi. Selain itu peningkatan pasokan darah ke seluruh tubuh juga bisa menyebabkan pusing saat ibu berubah posisi.
Beberapa cara melakukan tes kehamilan:
a. Strip uji kehamilan (testpack)
Suatu alat untuk mengetes kehamilan yang berupa strip. Test ini bisa dilakukan sendiri. Anda dapat menggunakan testpack yang cukup sensitif dan akurat membaca tanda kehamilan hingga kurang lebih seminggu setelah terlambat datang bulan. Testpack ini dapat mendeteksi kehamilan dengan menggunakan sampel urin. Urin yang digunakan sebagai sampel sebaiknya urin pertama kali atau urin pada pagi hari.
Adanya kadar HCG dalam urin wanita yang sedang hamil dapat terdeteksi oleh testpack tersebut. Apabila testpack yang telah dimasukkan dalam urin dalam waktu satu menit memberi tanda dua garis berarti Anda positif hamil, sedangkan bila yang muncul hanya satu garis berarti negatif atau Anda tidak hamil.
b. Home Kits
Pada alat ini sampel yang digunakan adalah urin. Anda harus mengikuti petunjuknya secara hati-hati sesuai dengan home kits yang berbeda-beda. Alat ini berupa sebuah kotak dengan sebuah pipa tes. Anda harus menuangkan larutan kimia pada pipa tes dan menggoyang-goyangkannya. Dengan pipa baru yang kosong, ambilah sedikit urin dan masukkan satu tetes ke dalam larutan kimia tersebut. Tunggulah hingga kurang lebih satu jam. Apabila bayangan membentuk gambar seperti cincin, berarti hasil tes ini negatif, tetapi jika tidak terdapat pola bayangan berarti tes kehamilan positif.
c. Tes Urin
Tes ini biasa dilakukan di laboratorium dengan bantuan dokter, klinik atau ahli kimia. Kebenaran tes urin dilaboratorium mencapai 95%.
d. Pemeriksaan Internal (Vagina Toucher)
Pemeriksaan ini biasa dilakukan oleh dokter ahli kandungan, yaitu dengan memasukkan dua jari tangannya ke dalam vagina dan meraba perut Anda dengan tangan satunya, sehingga dapat mendeteksi melembutnya secara umum organ-organ genital Anda dan membesarnya ukuran rahim.
10. Hubungan Golongan Darah dengan Kehamilan
Golongan darah merupakan hubungan genetis antara orangtua dengan keturunannya. Golongan darah ditentukan oleh dua gen yang berbeda yaitu gen dari ayah dan gen dari ibu. Dari kedua gen tersebut terjadi percampuran ketika terjadi pembuahan dalam kandungan dan terjadi penyeleksian gen mana yang lebih dominan.
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai.
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
- Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
- Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah B-negatif atau O-negatif.
- Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
- Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Menurut Dr. Peter J. D’Adamo, seorang dokter naturopati menyatakan bahwa terdapat reaksi kimia antara antigen golongan darah dan makanan yang kita makan. Hal ini disebabkan karena protein dalam makanan juga memiliki antigen-antigen yang mirip dengan antigen golongan darah. Jadi, apabila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung antigen asing, maka sistem kekebalan tubuh akan menciptakan antibodi anti-golongan darah dan ia akan ditolak oleh sistem kekebalan tubuh. Reaksi antibodi juga dapat mempengaruhi kesehatan yang dapat mengganggu kesuburan seseorang atau penyebab keguguran ketika seorang ibu mengandung janin dari golongan darah yang berbeda.
Jadi, apabila Anda ingin cepat hamil dengan kehamilan yang sehat maka perhatikan pola makan makanan Anda berdasarkan golongan darah. Mengkonsumsi makanan sesuai dengan golongan darah dapat menghindari reaksi antibodi atau antigen.





Comments
Post a Comment