Menentukan Jenis Kelamin Calon Bayi

1. Pemilihan Gender

Dari sekian banyak mitos tentang kehamilan, Dr. Caroline mengaku, tidak ada satupun mitos tersebut yang beralasan. Tetapi jika Anda ingin memilih jenis kelamin janin, ada rahasianya. Jika Anda menginginkan anak laki-laki, berhubunganlah pada puncak masa subur, sementara itu jika ingin anak perempuan berhubunganlah di luar puncak masa subur.

Jenis kelamin janin ditentukan oleh jenis sperma yang membuahi sel telur. Sperma X akan menghasilkan anak perempuan dan sperma Y akan menghasilkan anak laki-laki. Dilihat dari bentuk dan kecepatan bergeraknya, sperma Y lebih kecil dan lebih gesit dibandingkan sperma X. Karena itu, jika hubungan intim dilakukan di puncak masa subur, saat sel telur pecah atau ovulasi, maka kemungkinan jenis sperma yang sampai dan membuahi sel telur terlebih dahulu adalah sperma Y. Karena itu jika hubungan intim dilakukan pada puncak ovulasi, umumnya anak yang akan dihasilkan adalah berjenis kelamin laki-laki. 

Lalu, bagaimana cara mengetahui puncak masa subur? Dr. Caroline menjelaskan, puncak masa subur adalah 2 minggu sebelum haid yang diperkirakan akan terjadi. Untuk mengetahui puncak masa subur, Anda harus tahu dahulu siklus haid Anda. Yang dimaksud dengan siklus haid adalah jarak dari hari pertama haid hingga hari pertama haid bulan berikutnya. Ambil rata-rata dari setidaknya 4 bulan terakhir.

Nah, setelah menemukan siklus haid, Anda bisa memperkirakan kapan haid bulan berikutnya akan datang. Hitung mundur 2 minggu dari tanggal perkiraan itu, itulah puncak masa subur Anda.

Dr. Caroline mengakui metode ini bisa digunakan jika pasangan suami istri ingin merancang jenis kelamin janinnya. Cara ini termasuk cara alami yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin janin. Jika ingin meningkatkan tingkat keberhasilannya, maka pasangan bisa mengkombinasikannya dengan test masa subur atau ovutest. 

Mengapa perlu ovutest? Karena sulit sekali mendeteksi kapan ovulasi atau pecahnya sel telur terjadi. Petunjuknya memang banyak, tetapi tidak ada yang tahu persisnya kapan. Sementara dengan menggunakan ovutest, kita bisa tahu apakah ovulasi sudah atau belum terjadi. Jadi jika Anda ingin mendapatkan anak laki-laki, segeralah berhubungan intim saat hasil dari ovutestnya (+). Sedangkan jika ingin mendapatkan anak perempuan, tunggulah sampai hasilnya berubah menjadi (-), baru berhubungan. Selain ovutest, ada beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk mengetahui ovulasi. 

Bisa juga mendeteksi ovulasi dengan pemeriksaan darah, hasilnya akurat, tetapi hasil pemeriksaan tidak bisa diperoleh secara instan. Selain itu bisa juga dengan melihat lendir leher rahim atau lendir yang dikeluarkan oleh vagina. Jika lendir tersebut bisa diulur hingga panjang dan tidak putus, itu artinya Anda sedang dalam masa subur. Sebaliknya jika lendir mudah putus, maka Anda belum memasuki masa subur.

Selain cara-cara ilmiah tersebut, untuk mengatur jenis kelamin janin, bisa juga digunakan metode inseminasi yang tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Sebelumnya, kita harus memeriksa dulu sperma suami, karena terkadang ada sperma yang tidak berimbang X dan Y-nya. Itu sebabnya ada keluarga yang anaknya perempuan semua atau laki-laki semua. 

Setelah diperiksa sperma akan dipisahkan berdasarkan jenisnya, sperma X dan sperma Y. Lalu sperma yang diinginkan akan diinseminasikan ke dalam rahim sang istri.


2. Fakta dan Mitos Dalam Menentukan Jenis Kelamin Calon Bayi

Banyak sekali mitos seputar kehamilan dan jenis kelamin bayi dalam kandungan yang beredar luas di kalangan masyarakat, karena banyak calon orangtua yang ingin tahu jenis kelamin calon bayinya. Pada masyarakat modern, pasangan suami-istri biasanya akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) saat trimester kedua. Tapi di kalangan masyarakat yang agak tradisional, banyak cara-cara yang tidak ilmiah yang dipercaya turun temurun hampir kebanyakan perempuan di dunia.

Tes USG memang tidak bisa menjamin akurasi 100 persen untuk menentukan jenis kelamin tapi dipercaya masih cara yang paling baik. Walaupun hingga kini masih banyak yang merasa tidak perlu mengetahui jenis kelamin bayi lewat USG dengan alasan supaya ada kejutan saat kelahiran. Meski begitu cara-cara tradisional atau naluri ibu banyak pula dilakukan perempuan untuk sekedar menebak buah hatinya. Hasilnya memang tidak dijamin 100 persen, tetapi banyak perempuan hamil yang telah membuktikannya selama beratus-ratus tahun.

Seperti dilansir eHow, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menebak jenis kelamin tersebut adalah: 
  1. Mengalami mual-mual parah selama trimester pertama itu pertanda akan mendapat bayi perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami mual-mual parah atau tingkat mualnya rendah pertanda anak laki-laki. 
  2. Tonjolan perut tinggi (runcing) pertanda anak lelaki. Sebaliknya jika tonjolan perut rendah pertanda anak perempuan.
  3. Tubuh terasa lebih bengkak terutama pada paha dan pinggul dipercaya sebagai tanda anak perempuan yang sedang mengambil kecantikan ibunya. Tapi jika kelebihan berat badan cenderung ke depan itu pertanda anak lelaki. 
  4. Lebih suka makanan yang mengandung protein seperti daging serta suka makanan yang asin dan asam itu pertanda anak lelaki. Sebaliknya jika suka makanan manis dan buah-buahan pertanda anak perempuan. 
  5. Posisi tidur jika lebih suka arah utara dipercaya pertanda anak laki-laki, tapi sebaliknya jika lebih senang tidur ke arah selatan pertanda anak perempuan. 

Memang belum ada bukti ilmiahnya, tapi dari penuturan perempuan-perempuan yang sebelumnya pernah hamil, ciri-ciri tersebut terjadi saat mereka mengandung anak lelaki atau perempuan. 

Tetapi apakah mitos-mitos tersebut bisa dipercaya dan sesuai dengan kenyataanya? Menurut Dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG, seorang dokter spesialis di bidang kebidanan dan penyakit kandungan, sebagian besar mitos kehamilan tersebut adalah keliru dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Misalnya, mitos mengenai jenis kelamin bayi yang bisa dilihat melalui bentuk perut sang ibu yang sedang mengandung bayi tersebut, yaitu jika perut calon ibu membuncit dan kulitnya kusam, maka janin yang dikandungnya adalah laki-laki, dan jika perut sang calon ibu melebar dan kulitnya bersih, maka janin yang dikandungnya adalah perempuan. 

Mitos lainnya, seperti kebiasaan makan, kebiasaan tidur ataupun kebiasaan bersolek wanita yang sedang hamil, itu semua adalah tidak benar, tidak ada dasar ilmiah sama sekali. Begitu juga dengan mitos bahwa seusai melahirkan, seorang wanita tidak boleh keramas selama 40 hari, serta mitos tentang buah nanas yang dapat meluruhkan kandungan, itu semua adalah keliru.

Lantas bagaimana prosesnya sehingga mitos-mitos tersebut bisa terus beredar di masyarakat luas? Janin berada dalam kandungan, jadi tidak bisa dilihat secara kasat mata. Alat yang memungkinkan kita untuk mengamati pertumbuhan kesehatan dan jenis kelamin bayi hanyalah USG (ultrasonography). Sedangkan jaman dahulu ilmu kebidanan masih belum berkembang. Calon ibu lebih sering memeriksakan kandungannya ke bidan, atau bahkan ke dukun beranak. Jarang sekali yang pergi ke dokter spesialis kandungan untuk memeriksakan kandungannya. Tentunya tidak ada alat USG yang bisa membantu memeriksa keadaan janinnya. Padahal sang calon ibu sudah pasti memiliki segudang pertanyaan berkaitan dengan kandungannya. Apakah bayi saya sehat-sehat saja? Apakah bayi saya laki-laki atau perempuan? Nah, untuk menjawab semua pertanyaan tersebut dikaranglah mitos-mitos seputar kehamilan. Karena mitos sifatnya turun-temurun, dari buyut ke nenek, dari nenek ke ibu, dan dari ibu ke anak, sehingga sampai sekarang mitos-mitos tersebut malah tetap terpelihara dan masih terus beredar di kalangan masyarakat luas. Padahal, sebagian besar mitos tersebut adalah keliru, walau ada satu atau dua yang sesuai dengan fakta, tetapi sebagian besar bertentangan dengan fakta ilmiahnya. 

Beberapa cara alamiah yang tak biasa, bisa dilakukan untuk menebak jenis kelamin janin atau bayi (mitos vs fakta) 

1) Berat badan ayah.

Mitos: Jika berat badan si suami bertambah selama kehamilan sang istri, maka anak yang dikandung istrinya adalah perempuan, sebaliknya jika berkurang atau sama saja maka anaknya adalah laki-laki.

Fakta: Sebuah penelitian di Denmark membuktikan bahwa sebagian besar pria memang tidak mengalami kenaikan berat badan saat istrinya mengandung anak laki-laki. Tidak diketahui penyebabnya, yang jelas hanya 5 di antara 100 pria yang menjadi lebih gemuk saat istrinya mengandung anak laki-laki.

2) Pilihan rasa saat ngidam. 

Mitos: Wanita yang mengandung anak perempuan lebih sering ngidam makanan yang manis-manis termasuk cokelat, sementara jika mengandung anak laki-laki maka ia lebih sering ngidam makanan asin. 

Fakta: Tidak ada data yang bisa membuktikan kebenaran mitos ini, kebanyakan teori lebih mengaitkan pilihan makanan saat ngidam dengan kebutuhan nutrisi. Misalnya saat tubuh butuh lebih banyak garam, maka calon ibu akan ngidam makanan asin.

3) Bentuk wajah calon ibu.

Mitos: Jika bentuk wajah calon ibu menjadi lebih bulat maka kemungkinan besar anak yang dikandungnya adalah berjenis kelamin perempuan.

Fakta: Hampir semua wanita mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan sehingga wajahnya menjadi lebih bulat, tidak peduli anaknya laki-laki atau perempuan.

Penelitian di Prancis membuktikan jerawat justru lebih berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Dalam penelitian tersebut, 90 persen ibu hamil yang jumlah jerawat di wajahnya tambah banyak cenderung melahirkan anak perempuan.

4) Denyut jantung

Mitos: Wanita yang mengandung bayi laki-laki memiliki denyut jantung rata-rata di bawah 140/menit, sementara jika mengandung bayi perempuan, denyut jantungnya di atas 140/menit.

Fakta: Penelitian membuktikan bahwa bayi perempuan memang cenderung memiliki denyut jantung yang lebih tinggi, namun perbedaan tersebut ternyata hanya bisa diukur setelah si bayi lahir.

5) Perbedaan ukuran payudara

Mitos: Jika payudara sebelah kanan lebih besar maka bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki, sedangkan jika payudara sebelah kiri yang lebih besar maka bayi yang dikandung berjenis kelamin perempuan.

Fakta: Perubahan hormonal dan produksi air susu membuat ukuran payudara membesar selama kehamilan. Namun tidak ditemukan adanya bukti bahwa perbedaan ukuran payudara sebelah kiri dan kanan berhubungan dengan jenis kelamin bayi.

6) Morning sickness

Mitos: Jika morning sickness yang dialami oleh seorang ibu hamil sangat parah, kemungkinan besar anaknya perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami morning sickness atau tidak terlalu berat, kemungkinan bayinya laki-laki. 

Fakta: Perbedaan hormon yang dihasilkan antara janin perempuan dan janin laki-laki diduga memicu perbedaan pada derajat morning sickness yang dirasakan oleh seorang ibu hamil. Sebuah penelitian yang dilakukan di Swedia antara tahun 1987-1995 membuktikan bahwa mitos tersebut adalah benar.

7) Suhu di telapak kaki

Mitos: Jika kaki seorang ibu hamil sering terasa dingin seperti es, maka kemungkinan besar anak yang dikandungnya adalah laki-laki.

Fakta: Seorang peneliti berkebangsaan Jerman, Dr Alexander Nachnamen membenarkan mitos tersebut. Seorang wanita yang mengandung bayi laki-laki lebih sering mengalami gangguan peredaran darah, sehingga telapak kakinya akan terasa dingin saat diraba. 

8) Insting calon ibu

Mitos: Tebakan calon ibu tentang jenis kelamin bayi biasanya lebih akurat dibandingkan suami atau kerabat yang lain. 

Fakta: Tebakan yang paling jitu tentu saja diperoleh berdasarkan hasil ultrasonografi (USG). Namun jika mengandalkan insting, 71 persen tebakan seorang calon ibu tentang jenis kelamin bayi yang dikandungnya bias.

Ternyata mitos seputar kehamilan dalam menentukan atau menebak jenis kelamin anak atau bayi, walau banyak yang keliru, namun juga ada yang benar dan terbukti secara ilmiah atau medis. 

3. Metode-metode dalam Menentukan Jenis Kelamin Calon Bayi

Berikut beberapa metode yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin calon bayi yang Anda inginkan.

Mengetahui masa ovulasi
Metode asam dan basa

Hanya dengan mengetahui “suasana” dalam vagina, maka Anda bisa mengusahakan jenis kelamin bayi sesuai dengan yang diharapkan. Suasana tersebut dapat berupa suasana asam maupun basa. Keasaman atau kebasaan vagina dapat diatur dengan memakai obat pencuci vagina yang dibuat sendiri.

Mengatur posisi hubungan
Mengatur pola makan
Mengatur jumlah sperma yang dihasilkan
Metode orgasme
Metode PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis)

Metode ini selain bermanfaat untuk memperoleh buah hati dengan jenis kelamin yang diharapkan, juga dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengatasi penyakit yang diwariskan secara genetis. PGD dimulai dengan proses pembuahan di luar rahim (in vitro fertilization). Kemudian dokter akan menyeleksi bakal embrio yang sehat dan bakal embrio yang membawa gen jenis kelamin yang diharapkan. Langkah selanjutnya yaitu melakukan implantasi bakal embrio yang telah diseleksi ke dalam rahim.

Berdasarkan beberapa metode di atas, berikut beberapa tips yang dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin buah hati Anda.

a. Tips mendapatkan anak laki-laki:
  • Lakukan hubungan seks menjelang masa ovulasi. Sperma Y (pembawa sel kelamin laki-laki) mempunyai kecepatan bergerak yang tinggi dari pada sperma X, sehingga lebih cepat mencapai sel telur yang sudah matang.
  • Lakukan hubungan seks saat vagina dalam kondisi basa. Larutan alkalis untuk mencuci vagina agar kondisinya basa dapat dibuat dari sodium bicarbonat, yaitu dengan melarutkan 2 sdm tepung soda ke dalam 1 Liter air. Gunakan larutan ini menjelang berhubungan.
  • Lakukan hubungan seks dari arah belakang. Hubungan seks diarahkan agar penis mencapai vagina secara penuh. Posisi ini membantu sperma cepat masuk ke saluran vagina, rahim, dan saluran telur. Sehingga kromosom Y pada sperma akan melewati asam di vagina dan dapat segera mencapai sel telur.
  • Perbanyak makan makanan yang mengandung kalium dan natrium, seperti buah-buahan (pisang, jeruk, dan kurma), sayuran hijau (selada, kol, brokoli, dan kacang polong), dan ikan laut. Secara medis, ikan laut banyak mengandung zat yang menyebabkan pH vagina menjadi lebih basa. Dengan demikian, daya tahan kromosom Y akan lebih lama di dalam vagina. Mulailah mengkonsumsi makanan seperti ini 2 bulan sebelum saat konsepsi.
  • Jumlah sperma yang banyak akan menghasilkan bayi dengan jenis kelamin laki-laki. Untuk mendapatkan jumlah sperma yang banyak, dapat dilakukan dengan menjaga suhu tubuh di daerah genital laki-laki agar tetap rendah. Kenakanlah celana berbahan tipis dan longgar. Selain itu, batasi frekuensi hubungan seks dan jagalah suhu daerah kemaluan agar tetap sejuk. Mandilah dengan air dingin sebelum melakukan hubungan seks.
  • Usahakan agar pihak wanita dapat mencapai orgasme lebih awal daripada pria. Hal ini disebabkan pada saat orgasme, wanita akan memproduksi cairan yang bersifat basa yang merupakan lingkungan yang baik untuk kehidupan sperma Y.
  • Setelah berhubungan, posisi tidur bagi wanita diusahakan miring ke kanan. Jangan tidur dengan posisi telentang.
  • Hindari memakai pakaian yang menimbulkan panas dan hindari stress.
  • Hindari minum kopi secara berlebihan.
  • Bagi wanita, hindari sakit asam lambung dan nyeri lambung berlebihan.
b. Tips mendapatkan anak perempuan:
  • Lakukan hubungan seks jauh sebelum masa ovulasi. Sperma X (pembawa sel kelamin perempuan) akan mengelilingi ovarium sambil menantikan sel telur matang dan terlepas dari indung telur. Sedangkan sperma X tidak dapat bertahan lama dan akhirnya mati. Sehingga hanya sperma X yang dapat membuahi sel telur.
  • Lakukan hubungan seks saat vagina dalam kondisi asam. Gunakan larutan asam/cuka encer sebagai pencuci vagina, yaitu dengan melarutkan 2 sdm cuka dalam 1 liter air. Gunakan larutan ini menjelang berhubungan.
  • Lakukan posisi hubungan seks dengan berdiri atau berhadap hadapan. Dalam suasana vagina yang asam membuat sperma Y sulit untuk mencapai sel telur sehingga mati di tengah jalan sehingga hanya tersisa sperma X. Oleh karena itu, hubungan seks diupayakan agar jangan sampai penis memasuki vagina terlalu dalam dengan tujuan memperlambat sperma masuk ke rahim dan saluran telur. Selain itu, dapat juga menggunakan posisi missionary yaitu posisi dimana suami di atas dan istri di bawah.
  • Perbanyak makan makanan yang kaya kalsium dan magnesium, seperti kacang-kacangan, susu, dan cokelat. Mulailah mengkonsumsi makanan seperti ini 2 bulan sebelum saat konsepsi. Untuk suami dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung alkalin, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, ganggang laut, putih telur, dan susu. Sedangkan bagi istri dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam, seperti daging, yoghurt, dan kacang-kacangan.
  • Jumlah sperma yang sedikit cenderung menghasilkan bayi dengan jenis kelamin perempuan. Untuk mendapatkan jumlah sperma yang sedikit, dapat dilakukan dengan menjaga suhu di daerah genital laki-laki agar tetap tinggi. Kenakanlah celana berbahan tebal dan ketat. Selain itu, lakukan hubungan seks sesering mungkin agar kuantitas sperma berkurang. Mandilah dengan air hangat sebelum melakukan hubungan seks.
  • Ketika melakukan hubungan, hendaknya si wanita berusaha untuk menghindari orgasme terlebih dulu, hal ini disebabkan pada saat orgasme wanita mengeluarkan sekresi alkalis yang akan menetralisasi kandungan asam.
  • Setelah berhubungan, posisi tidur bagi wanita diusahakan miring ke kiri. Jangan tidur dengan posisi telentang. 
  • Hindari minum-minuman yang mengandung kafein dan obat-obatan tanpa resep dari dokter.


4. Cara Menebak Jenis Kelamin Calon Bayi

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh Anda pasangan suami-istri untuk mengetahui jenis kelamin bayi atau janin yang ada di dalam kandungan Anda secara modern, salah satu di antaranya adalah dengan menggunakan alat USG (ULTRASONOGRAPHY), akan tetapi ada beberapa cara tradisional yang bisa juga Anda lakukan, dan tanpa perlu biaya sama sekali. Kebanyakan cara yang dilakukan orang ketika menebak jenis kelamin bayi adalah melihat bentuk perut ibu hamil. Tapi ada beberapa cara lain yang juga tak biasa dalam menebak jenis kelamin bayi berdasarkan beberapa tanda alamiah.

Yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap ciri-ciri kandungan Anda. Walaupun ada sementara orang yang menganggap hal ini sebagai mitos belaka. Namun, sudah banyak pula yang melaporkan keberhasilan metode ini. Jadi, tentu tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencobanya.

5. Tanda dan Ciri-ciri yang Menunjukkan Bahwa Bayi dalam Kandungan Anda adalah Laki-laki

Beberapa tanda dan ciri-ciri yang dapat menunjukkan bahwa calon bayi dalam kandungan adalah laki-laki adalah:

Anda tidak mengalami morning sickness pada masa awal kehamilan 
Detak jantung bayi Anda kurang dari 140 detak per menit
Anda akan merasakan berat beban pada bagian depan tubuh Anda 
Perut Anda akan terlihat bulat sempurna seperti bola basket
Daerah areola (sekitar puting) Anda berwarna lebih gelap 
Bentuk perut Anda lebih condong ke arah bawah 
Anda ngidam makanan asin dan asam 
Anda ngidam makanan yang mengadung protein seperti daging dan keju 
Telapak kaki Anda terasa lebih dingin dibanding sebelum Anda hamil 
Tangan Anda terasa kering 
Wajah Anda menghadap ke arah utara saat tidur
Suami Anda bertambah berat badan, seperti halnya Anda 
Anda terlihat lebih cantik dari sebelumnya 
Urin Anda berwarna kuning cerah 
Hidung Anda tampak lebih mekar 
Gantungkan cincin kimpoivdi atas perut maka akan bergerak memutar 
Anda mengalami sakit kepala
Posisi tidur lebih suka arah utara
Tonjolan perut tinggi (runcing) 

Selain dengan memperhatikan tanda dan ciri-ciri tersebut, ada juga beberapa hal yang bisa Anda jadikan untuk bahan pertimbangan, yaitu:
  • Untuk mendapatkan bayi atau janin laki-laki, ketika berhubungan intim, usahakan agar pihak istri mencapai orgasme terlebih dulu agar suasana di dalam vagina menjadi basa.
  • Mereka yang makan sekitar 2.200 kalori per hari memiliki kemungkinan punya bayi laki-laki 1,5 kali lebih besar dibanding calon ibu yang makan sekitar 1.850 kalori per hari.
  • Jika menginginkan bayi laki-laki, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan berupa sereal setiap hari dalam batas wajar serta potasium, kalsium, sodium secukupnya ditambah asupan protein, ini merupakan salah satu pilihan yang baik.
  • Suatu penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi jumlah sel sperma yang membuahi sel telur, maka kemungkinan untuk memperoleh anak laki-laki juga semakin besar, salah satu caranya adalah dengan melakukan puasa seks dan melaksanakannya saat ovulasi terjadi, dengan cara mengukur suhu tubuh istri, memperhatikan lendir cervix, atau melalui perhitungan 14 plus minus satu hari dari menstruasi berikutnya.


6. Tanda dan Ciri-ciri yang Menunjukkan Bahwa Bayi dalam Kandungan Anda adalah Perempuan

Beberapa tanda dan ciri-ciri yang dapat menunjukkan bahwa calon bayi dalam kandungan adalah perempuan yaitu: 

  • Anda mengalami morning sickness pada awal masa kehamilan
  • Detak jantung bayi Anda sekurang-kurangnya 140 detak per menit 
  • Anda akan merasakan berat beban pada bagian pinggul dan punggung
  • Payudara bagian kiri Anda lebih besar dibanding bagian kanan 
  • Rambut Anda tumbuh berwarna lebih merah dari sebelumnya
  • Bentuk perut Anda akan condong ke arah atas 
  • Perut Anda akan tampak bulat oval seperti buah semangka
  • Anda ngidam makanan-makanan manis 
  • Anda ngidam buah-buahan
  • Anda ngidam jus jeruk 
  • Anda terlihat lebih cerewet dibanding sebelum kehamilan 
  • Anda akan terasa lebih moody dibanding sebelum kehamilan 
  • Kulit wajah Anda terlihat lebih bermasalah dibanding sebelumnya 
  • Anda menolak memakan roti dengan kulitnya
  • Payudara Anda terlihat sangat mengembang 
  • Wajah Anda menghadap ke selatan saat tidur 
  • Urin Anda akan berwarna kuning kusam 
  • Gantungkan cincin kimpoi Anda di atas perut maka akan bergerak dari sisi kanan kekiri atau sebaliknya.
  • Posisi tidur lebih suka ke arah selatan 
  • Tonjolan perut rendah 

Selain dengan memperhatikan tanda dan ciri-ciri tersebut, ada juga beberapa hal yang bisa Anda jadikan untuk bahan pertimbangan, yaitu: 
  1. Untuk mendapatkan bayi atau janin perempuan, ketika berhubungan intim, hendaknya pihak suami mencapai orgasme terlebih dulu sebelum istri, agar suasana di dalam vagina terjaga tetap asam.
  2. Diet tinggi kalsium dan magnesium juga dapat memperbesar kemungkinan tumbuhnya janin perempuan dalam rahim.
  3. Mengadakan hubungan intim setelah haid setiap 2 hari secara teratur sampai 2-3 hari sebelum ovulasi akan lebih baik, karena jumlah sperma yang relatif sedikit akan memperbesar kemungkinan untuk memperoleh bayi perempuan.

Namun demikian, ada pengamatan versi lain yang mungkin bisa Anda gunakan sebagai perbandingan. Hasil pengamatan ini sekilas hampir mirip dengan cara pengamatan seperti model di atas, bahkan ada beberapa poin pengamatan yang ternyata sama persis. Namun ada beberapa perbedaan yang mungkin akan sedikit berpengaruh dalam keberhasilan Anda menebak jenis kelamin bayi dalam kandungan. 
Pengamatan dengan versi lain yang dimaksudkan adalah, dengan mengamati 15 ciri yang bisa dilihat pada kandungan Anda.

15 ciri yang menunjukkan si bayi perempuan:

- Ciri 1: sering mual setiap pagi di awal kehamilan.
- Ciri 2: detak jantung bayi rata-rata kurang dari 140/menit.
- Ciri 3: pinggul dan pantat lebih besar, berat badan bertumpu di bagian pinggul.
- Ciri 4: dada sebelah kiri lebih besar.
- Ciri 5: tubuh terlihat lebih tinggi.
- Ciri 6: perut terlihat seperti semangka dan melebar.
- Ciri 7: lebih menyukai makanan yang manis-manis.
- Ciri 8: tergila-gila pada buah-buahan, terutama buah yang rasanya manis.
- Ciri 9: lebih cerewet ketimbang sebelum hamil.
- Ciri 10: moody dan suka marah-marah, terutama jika udaranya panas.
- Ciri 11: sering mual terutama pada menu-menu beraroma tajam.
- Ciri 12: payudara berwarna pink dan lebih merah.
- Ciri 13: rambut terlihat lebih merah.
- Ciri 14: warna urine lebih gelap dari biasanya.
- Ciri 15: lebih suka tampil minimalis tanpa makeup.

15 ciri yang menunjukkan si bayi laki-laki:

- Ciri 1: jarang mual dan lebih bersikap seperti sebelum hamil.
- Ciri 2: detak jantung bayi rata-rata berkisar 140/menit.
- Ciri 3: perut bentuknya lebih bulat seperti bola.
- Ciri 4: cenderung menyukai makanan yang rasanya asin dan masam.
- Ciri 5: cenderung menyukai makanan yang kaya protein seperti keju, daging, telur, dan lain sebagainya.
- Ciri 6: kaki terasa lebih dingin dari biasanya.
- Ciri 7: areola (daerah sekitar puting) warnanya lebih gelap.
- Ciri 8: bulu-bulu kaki dan tangan tumbuh memanjang dan lebih subur saat sedang hamil.
- Ciri 9: kulit cenderung lebih kering.
- Ciri 10: lebih doyan dandan ketimbang biasanya, dan sangat peduli pada penampilan.
- Ciri 11: urine cenderung berwarna lebih cerah.
- Ciri 12: hidung terlihat lebih mengembang.
- Ciri 13: kelebihan berat badan cenderung membuat tubuh melebar ke depan dan samping.
- Ciri 14: seringkali diserang sakit kepala.
- Ciri 15: perut terlihat berat dan menggantung ke arah bawah.

Bagaimana, ciri-ciri mana yang lebih banyak cocok dengan kehamilan Anda saat ini?

Namun demikian, ciri-ciri yang disebutkan di atas hanyalah salah satu cara menyenangkan saja untuk menebak jenis kelamin bayi. Apabila Anda ingin mengetahui hasilnya secara signifikan, konsultasikan dengan dokter Anda dan lakukan pemeriksaan USG. 

Karena sampai sekarang ini, Ultrasonografi (USG) merupakan cara yang terbaik untuk mendeteksi jenis kelamin bayi dalam kandungan. Beberapa cara di luar USG memang banyak dianggap yang hanya mitos, namun tak sedikit pula yang terbukti akurat. 

7. Menentukan Jenis Kelamin Calon Bayi Berdasarkan Kromosomnya

Seiring dengan perkembangan teknologi, kemajuan di bidang medis terutama kebidanan juga maju cukup pesat. Saat ini Anda dapat memilih jenis kelamin bayi dengan tingkat keakuratan mencapai lebih dari 85%.

Sejarah membuktikan bahwa manusia sangat memperlukan kemampuan untuk memilih jenis kelamin bayi. Beberapa alasan yang dikemukakan di sejarah menyebutkan bahwa hak waris merupakan salah satu hal mengapa cara memilih jenis kelamin bayi dibutuhkan. Dewasa ini orangtua memang tidak lagi mempersoalkan atau memilih jenis kelamin bayi lagi, namun demikian kita tentunya menginginkan agar dapat berkesempatan untuk mempunyai bayi laki-laki dan bayi perempuan 

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara memilih jenis kelamin bayi, ada baiknya kami sampaikan terlebih dahulu mengenai teori kromosom yang menentukan jenis kelamin bayi. Seorang pria atau laki-laki mempunyai dua jenis kromosom pada sel sperma yaitu kromosom X dan kromosom Y (selanjutnya terkenal dengan nama kromosom XY), sedangkan seorang wanita mempunyai kromosom XX (keduanya kromosom X).

Kromosom X mempunyai karakteristik sebagai berikut:

- Bentuk lebih besar. 
- Gerakan lebih lambat.
- Mempunyai umur lebih dari 72 jam (3 hari).
- Lebih tahan pada suasana vagina dengan pH asam.

Kromosom Y mempunyai karakteristik sebagai berikut:

- Bentuk lebih kecil 
- Gerakan lebih cepat 
- Mempunyai umur paling lama 48 jam (2 hari) 
- Lebih tahan pada suasana vagina dengan pH basa 

Jenis kelamin bayi ditentukan oleh kromosom yang membangunnya. Bayi akan memperoleh satu kromosom dari ayah dan satu kromosom lagi dari ibunya. Bila bayi mendapatkan kromosom Y dari sang ayah maka akan terbentuk kromosom XY yang menentukan jenis kelamin bayi laki-laki atau pria. Bila ia mendapatkan kromosom X dari sang ayah maka akan terbentuk kromosom XX yang menentukan jenis kelamin bayi perempuan atau wanita. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi sebagai berikut:

Kromosom pada Istri/Perempuan/Wanita: (X1X2) 
Kromosom pada Suami/Pria/Laki-Laki: (X3Y4) 

Himpunan kemungkinan pasangan yang muncul adalah:

- X1X3 (kromosom ibu X1 dan kromosom ayah X3): Bayi Perempuan/Wanita.
- X1Y4 (kromosom ibu X1 dan kromosom ayah Y4): Bayi Laki-laki/Pria.
- X1X2 (kromosom ibu X2 dan kromosom ayah X3): Bayi Perempuan/Wanita.
- X1Y2 (kromosom ibu X2 dan kromosom ayah Y4): Bayi Laki-laki/Pria.

Dengan demikian kemungkinan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau pria adalah 50% dan kemungkinan untuk mendapatkan bayi perempuan atau wanita juga sebesar 50%.

Dengan mengetahui karakteristik kromosom X dan karakteristik kromosom Y, maka kita dapat mempertinggi memilih jenis kelamin bayi dengan cara mempertinggi kemungkinan lahirnya bayi laki-laki (bila yang diinginkan bayi laki-laki) atau mempertinggi kemungkinan lahirnya bayi perempuan (bila yang diinginkan bayi perempuan).

Ada banyak teori yang mengajarkan bagaimana cara memilih jenis kelamin bayi, namun pada kesempatan ini kami akan menjelaskan cara yang paling sederhana dengan memanfaatkan karakteristik sel spermatozoa dengan kromosom X dan sel spermatozoa dengan kromosom Y.


8. Cara Memilih Jenis Kelamin Bayi Laki-laki/Pria (Kromosom XY)

Untuk mendapatkan/memilih jenis kelamin bayi laki-laki, Anda harus banyak memakan menu ikan dan menghindari menu daging pada makanan sehari-hari. Secara medis ikan akan menghasilkan zat yang menyebabkan pH vagina yang lebih basa sehingga daya tahan kromosom Y di vagina lebih lama.

Mengenai puasa berhubungan intim/hubungan seksual, disebutkan bahwa suami harus berpuasa melakukan hubungan seks selama minimal 5 hari sebelum masa subur wanita/istri. Ini dimaksudkan agar tidak ada lagi sel sperma dengan kromosom X yang bertahan di vagina/rahim istri. Puasa ini juga dimaksudkan untuk mempertinggi kesuburan pria (kualitas sperma).

Hubungan seksual atau hubungan intim sebaiknya dilakukan pada saat masa subur (12 jam sebelum ovulasi terjadi atau 12 jam setelah ovulasi terjadi). Ini dimaksudkan agar sel spermatozoa dengan kromosom Y yang berukuran lebih kecil dan gerakannya lebih cepat dapat segera membuahi sel telur sebelum sel spermatozoa dengan kromosom X yang bentuknya lebih besar dan gerakannya lebih lambat dapat mencapai rahim dan sama-sama berpeluang untuk membuahi sel telur.

Apabila dimungkinkan, istri harus mengalami orgasme terlebih dahulu sebelum suami ejakulasi. Hal ini didasari dengan adanya penelitian bahwa pada saat orgasme istri akan mengeluarkan cairan yang bersifat basa/alkali sehingga akan mengurangi kadar pH dan Vagina menjadi lebih basa (suasana basa disukai oleh sel spermatozoa dengan kromosom Y).


9. Cara Memilih Jenis Kelamin Bayi Perempuan/Wanita (Kromosom XX)

Berlawanan dengan metoda di atas sekarang kita dapat mengetahui bagaimana cara memilih jenis kelamin bayi perempuan dengan cara banyak mengkonsumsi daging dibandingkan ikan untuk memunculkan suasana pH yang lebih asam di vagina sehingga sel sperma dengan kromosom Y akan mati karena tidak tahan dengan suasana pH tersebut. 

Karena sel sperma dengan kromosom Y mempunyai umur lebih pendek dibandingkan dengan kromosom X, dengan hubungan seksual/hubungan intim yang teratur sebetulnya sudah meningkatkan kemungkinan lahirnya bayi perempuan/wanita. Namun untuk lebih pastinya Anda dapat memilih jenis kelamin bayi perempuan dengan cara melakukan puasa hubungan intim/hubungan seksual pada saat masa subur.

Hubungan seksual /hubungan intim sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum masa subur dengan maksud pada selang waktu 2-3 hari tersebut sel sperma dengan kromosom Y akan mati sebelum ovulasi terjadi. Dengan demikian sel spermatozoa dengan kromosom X yang masih terdapat di rahim mempunyai kesempatan lebih tinggi untuk membuahi sel telur pada saat terjadinya ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) sel spermatozoa dengan kromosom X sudah siap untuk membuahi sel telur.

Berlawanan dengan cara memilih jenis kelamin bayi laki-laki, untuk memilih dan mendapatkan bayi berjenis kelamin perempuan, istri tidak perlu mengalami orgasme sehingga pH vagina tetap dalam pH asam (suasana yang disukai oleh sel spermatozoa dengan kromosom X).
Teori ini merupakan salah satu dari sekian banyak teori yang dikemukakan oleh para ahli dan teori ini memang sangat sederhana dan menurut penelitian, keakuratannya sangat tergantung dengan kemampuan Anda untuk membaca kapan masa subur itu terjadi. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini.
 
Selain berdasarkan kromosom, ada cara lain yang bisa Anda jadikan pilihan untuk menentukan jenis kelamin bayi dalam kandungan Anda, yaitu dengan melakukan test darah.

"Laki-laki atau perempuan?" Ini salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan pada calon orangtua. Dulu, untuk mengetahui jenis kelamin janin baru bisa dilakukan ketika bayi sudah dilahirkan. Seiring dengan perkembangan teknologi, hal tersebut bisa diketahui melalui pemeriksaan dengan alat ultrasonografi (USG), yang bahkan mampu mendapatkan gambar empat dimensi dari janin yang dikandung.

Namun Sekarang, para peneliti telah menemukan suatu alat yang dapat memberikan hasil yang sangat dini dan akurat. Berkat tes darah sederhana, seorang calon ibu dapat mengetahui jenis kelamin bayi yang dikandungnya saat kehamilan berusia 7 minggu. Sebelumnya, hal ini tidak banyak ditawarkan oleh dokter kandungan, meskipun telah banyak alat pendeteksi jenis kelamin melalui test darah yang dijual bebas secara online kepada konsumen beberapa tahun terakhir.

Seperti dilansir dari Daily Mail, tes ini mencari potongan-potongan kecil dari kromosom pria dalam darah ibu sehingga dapat diketahui jika ibu mengandung bayi laki-laki. Jika tidak terdapat potongan kromosom pria, kemungkinan besar bayi yang dikandung adalah berjenis kelamin perempuan.

Metode yang biasa disebut dengan cell-free foetal DNA ini telah tersedia di rumah sakit di Eropa dengan biaya sekitar £255 atau lebih dari Rp3,5 juta. Namun belum tersedia di rumah sakit di negara-negara lain, tetapi alat tersebut sudah diperjualbelikan bebas secara online.

Sebelum menemukan metode ini, penulis penelitian, Dr. Diana Bianchi dan rekannya menganalisa 57 penelitian sebelumnya yang menganalisis lebih dari 6500 kehamilan. Mereka menemukan bahwa 98,8 persen orangtua dapat memercayai tes kelamin anak jika tes tersebut menunjukkan anak laki-laki. Sedangkan, 94,8 persen orangtua percaya jika tes mengatakan jenis kelamin anak yang dikandungnya adalah perempuan.

Namun, menurut Dr Mary Rosser dari Montefiore Medical Center, New York, pengujian ini dapat mendorong seorang ibu melakukan abortus jika jenis kelamin anak tidak sesuai dengan yang diinginkan. "Jadi, apa yang harus kita pertimbangkan dengan alat ini, jika orangtua menggunakannya untuk mengetahui jenis kelamin anak dan membunuh janin berdasarkan hal tersebut, itu adalah masalah besar," ujarnya.

Alternatif pengujian jenis kelamin janin yang dapat dilakukan dan masih menjadi unggulan saat ini adalah penggunaan alat USG yang bisa mendeteksi ketika janin berusia 12 minggu. Tetapi sayangnya, tidak selalu tepat mendeteksi jenis kelamin janin.

10. Tabel penentu jenis kelamin calon bayi

Dapatkah kita menentukan jenis kelamin bayi kita yang akan lahir? Untuk menjawab pertanyaan ini tentu tidaklah mudah. Banyak orang telah berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan dan berharap agar bayi yang dilahirkan akan berjenis kelamin laki-laki misalnya atau berjenis kelamin perempuan. Jika bayi itu bisa diumpamakan sebagai hasil karya yang berbentuk benda, sejak awal tentulah sang pembuat sudah merencanakan bentuk dan rupa benda tersebut sebelum diciptakan, lantas bagaimana dengan bayi? Dapatkah kita merencanakan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan? 

Mungkin metode berikut ini bisa membantu Anda yang sangat mengharapakan anak dengan jenis kelamin tertentu. Gunakanlah Tabel di bawah dengan hitungan yang akurat, dan yang terpenting jangan lupa untuk berdoa, memohon kepada Allah SWT agar Anda bisa mendapatkan sesuai dengan apa yang Anda harapkan, karena manusia berusaha Tuhan jugalah yang menentukan.

Menurut legenda bahwa tabel di bawah ini ditemukan di sebuah makam kuno di Cina yang disusun berdasarkan kalender lunar Cina, akan tetapi tabel di bawah sudah dikonversi ke kalender Masehi. Tabel yang telah berusia 900 tahun ini kali pertama ditemukan di sebuah makam kerajaan kuno di dekat Beijing. Kini naskah aslinya disimpan di Institut Ilmu Pengetahuan Beijing. Setelah melalui beberapa penelitian, para ahli Cina mengakui tabel itu 99% akurat.

Bagi masyarakat modern yang sudah terbiasa dengan konsep medis, tentu sulit menerima cara ini. Tetapi dr Ron Wells, seorang dokter Australia yanh pernah menghasilkan buku laris Sexual Odds, mengatakan, teori semacam itu sangat mungkin diterima. “Riset bertahun-tahun menunjukkan bahwa teori semacam itu ada juga hasilnya. Dan sebenarnya tidak terlalu misterius.” ujarnya.

Menurutnya, meski tampak misterius, teori Cina itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Yang pertama, secara alamiah, rasio kelahiran bayi laki-laki memang lebih banyak daripada bayi perempuan. Secara otomatis, semakin banyak kelahiran, semakin banyak pula bayi laki-laki.

Demikian pula pada suatu pasangan, semakin sering dilakukan hubungan badan, semakin besar pula kans untuk mendapatkan bayi laki-laki. Dr Wells mencontohkan di Australia, sembilan bulan setelah liburan Natal dan tahun baru, lebih banyak lahir bayi laki-laki.

"Dan jenis kelamin bayi lebih ditentukan oleh berapa kali pasangan melakukan hubungan seks dalam sebulan, bukan pada bulan apa dia melakukan hubungan seks." tegasnya.

Jenis kelamin bayi, menurut Wells ternyata juga dipengaruhi usia ibu. “Semakin muda usia ibu, bayinya semakin cenderung laki-laki.” 

"Tapi, tanpa mengetahui perayaan atau liburan apa yang terjadi di Cina 900 tahun yang lalu, sulit bagi saya untuk menentukan apakah tabel Cina itu sesuai untuk masyarakat di negara lain yang kondisi alamnya berlainan. Meski demikian, saya juga tidak bisa mengatakan bahwa tabel itu tidak bisa dibenarkan." tambah Wells.

Jadi, tidak ada salahnya dicoba. Dengan menggunakan tabel ini, yang didasarkan pada usia ibu pada saat terjadinya konsepsi dan bulan pembuahan, kemungkinan Anda dapat menentukan dengan tingkat keakuratan sampai dengan 99 %, apakah bayi Anda yang akan lahir adalah berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.



Keterangan: 
P = Perempuan.
L = Laki-laki.

Penjelasan:

Tabel di atas memberikan petunjuk kemungkinan terbesar untuk mendapatkan anak laki-laki atau perempuan berdasarkan pada usia sang ibu, dan bulan-bulan terjadinya pembuahan. 

Cara membaca tabel di atas cukup mudah, Anda dapat memilih musim atau bulan pembuahan yang Anda inginkan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada tabel di atas. Usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun pada baris atas dari tabel, sedangkan kolom kiri dari tabel menunjukkan bulan pembuahan dari anak yang diinginkan. 

Dengan berpedoman pada tabel ini Anda dapat memilih waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim supaya bisa mendapatkan anak dengan jenis kelamin sesuai dengan keinginan Anda.

Contoh: Jika istri berusia 27 tahun dan hubungan intim dilakukan pada bulan Januari (dengan catatan bahwa konsepsi juga berhasil terjadi pada bulan tersebut), berdasarkan tabel di atas, maka bayi yang nantinya akan dilahirkan adalah perempuan. 

Tabel di atas didasarkan pada bulan terjadinya konsepsi, bukan didasarkan pada bulan kelahiran dari bayi.

Untuk menguji akurasi tabel di atas, cobalah lihat bulan kelahiran salah satu anak Anda atau anak tetangga dengan asumsi usia bayi dalam kandungan adalah normal selama 9 bulan, kemudian lihat pula usia ibu saat melahirkan anak tersebut, selanjutnya lihat tabel dan hitung mundur sembilan bulan ke belakang, maka sebenarnya jenis kelamin anak itu sudah bisa dipastikan sejak bulan terjadinya pembuahan di rahim ibu.


11. Tips Ampuh Menentukan Jenis Kelamin Calon Bayi Melalui Cara Berhubungan Seksual

Banyak pertanyaan tentang bagaimana cara mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu, entah laki-laki atau perempuan sesuai keinginan pasangan. Secara teori, jenis kelamin anak memang bisa diatur dengan metode yang akan dibahas dalam bab ini. Namun, bagaimanapun juga, ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Karena sebenarnya hanya Tuhan yang menentukan segala-galanya. Kita, sebagai manusia biasa, hanya sebatas berusaha dan berdoa. Apapun yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia, hal itu merupakan yang terbaik bagi manusia.

Jenis kelamin (bahasa Inggris = seks = sex) manusia normal ada dua, yaitu laki-laki dan perempuan. Jika ada jenis kelamin yang “tidak jelas”, bisa jadi hal itu merupakan manifestasi suatu kelainan, baik kelainan fisik maupun kelainan kejiwaan. Manusia yang berjenis kelamin laki-laki mempunyai kromosom seks XY sedangkan perempuan mempunyai kromosom seks XX. Perbedaan kromosom ini menyebabkan perbedaan mencolok antara laki-laki dengan perempuan, terutama ciri kelamin primer dan sekunder. Ciri kelamin primer bagi seorang laki-laki adalah mengalami mimpi basah (mengeluarkan sperma) sedangkan bagi perempuan adalah mengalami haid atau menstruasi.

Laki-laki, dengan kromosom XY yang dimilikinya, mempunyai dua jenis sel sperma yaitu androsperma dan gynosperma. Androsperma mempunyai karakter yang berbeda dengan gynosperma. Androsperma mengandung kromosom Y sedangkan gynosperma mengandung kromosom X. Bagian kepala androsperma berbentuk meruncing sedangkan bagian kepala gynosperma berbentuk membulat. Gerakan ekor androsperma lebih lincah daripada gynosperma sehingga laju gerak androsperma lebih cepat daripada gynosperma. Akan tetapi, gynosperma lebih tahan asam daripada androsperma sehingga gynosperma dapat bertahan selama 3-4 hari di dalam organ reproduksi perempuan sedangkan androsperma hanya bertahan 1-2 hari saja. Baik androsperma maupun gynosperma ini akan lebih bertahan lama jika kondisi lingkungan cenderung bersifat basa. Padahal, organ reproduksi perempuan cenderung bersifat asam sebagai perlindungan terhadap perkembangan mikroorganisme yang merugikan.

Perempuan biasanya hanya memiliki satu sel telur (ovum) dengan kromosom X, berbeda dengan laki-laki yang menghasilkan jutaan sperma dengan kromosom X dan Y. Ovum hanya dihasilkan satu kali pada setiap periode haid. Pengeluaran ovum dari ovarium inilah yang disebut ovulasi. Ovum ini hanya berumur 24 jam setelah ovulasi, berbeda dengan sperma yang dapat bertahan selama 4 hari. Satu ovum hanya dapat dibuahi oleh satu sperma. Jika satu ovum dibuahi oleh dua sperma maka ovum itu rusak dengan sendirinya. 


12. Menentukan Jenis Kelamin Bayi Melalui Cara Berhubungan Intim Berdasarkan Masa Ovulasi 

Jika hubungan intim dilakukan 2-3 hari sebelum ovulasi, maka jenis kelamin anak adalah perempuan.

Lakukanlah hubungan seks sebelum masa ovulasi. Sperma X (pembawa sel kelamin perempuan) akan mengelilingi ovarium sambil menantikan sel telur matang dan terlepas dari indung telur. Sedangkan sperma Y tidak dapat bertahan lama dan akhirnya mati. Sehingga hanya sperma X yang dapat membuahi sel telur. Hubungan seks dapat dilakukan di awal dan di akhir masa ovulasi, karena vagina dalam keadaan asam sehingga sperma kromosom X bertahan hidup lebih lama.

Beberapa jam setelah ejakulasi, androsperma sudah mencapai saluran telur lebih dulu dan siap membuahi ovum. Akan tetapi, pada saat itu belum ada ovum yang keluar. Sekitar 1-2 hari kemudian androsperma sudah mati sehingga hanya ada gynosperma di saluran telur. Ketika terjadi ovulasi, otomatis gynosperma membuahi ovum. Selanjutnya, terjadilah perpaduan kromosom X dari gynosperma dengan kromosom X dari ovum. Hasilnya, terbentuklah zygot berkromosom XX, cikal bakal seorang perempuan.

Jika hubungan intim dilakukan satu hari menjelang ovulasi, maka jenis kelamin anak adalah laki-laki.

Lakukan hubungan seks menjelang masa ovulasi. Sperma Y (pembawa sel kelamin laki-laki) mempunyai kecepatan bergerak yang tinggi dari pada sperma X, sehingga lebih cepat mencapai sel telur yang sudah matang.

Pada satu hari menjelang ovulasi, androsperma bergerak cepat menuju saluran telur setelah diejakulasikan. Kemudian gynosperma tiba pula di tempat yang sama. Ketika terjadi ovulasi, androsperma dan gynosperma berlomba untuk membuahi ovum. Androsperma yang mempunyai karakter lebih gesit akan lebih dulu membuahi ovum daripada gynosperma sehingga terjadi perpaduan kromosom X dari ovum dengan kromosom Y dari androsperma. Maka terbentuklah zygot dengan kromosom XY, cikal bakal laki-laki.

Jika hubungan intim dilakukan tepat pada hari ovulasi, maka jenis kelamin anak adalah laki-laki.

Hubungan seks dapat dilakukan di tengah-tengah masa ovulasi, karena vagina dalam keadaan basa sehingga sperma kromosom Y bertahan hidup lebih lama. Jutaan sperma yang diejakulasikan ke dalam vagina berlomba-lomba untuk segera mencapai saluran telur. Androsperma tentu lebih cepat daripada gynosperma karena gerakannya lebih gesit. Ketika androsperma sampai di saluran telur, ovum sudah keluar dan menunggu di sana. Selanjutnya, terjadilah perpaduan kromosom X dari ovum dengan kromosom Y dari androsperma. Kemudian, terbentuklah zygot berkromosom XY, cikal bakal laki-laki.

Jika hubungan intim dilakukan satu hari setelah ovulasi, maka jenis kelamin anak adalah laki-laki.

Peristiwa pembuahannya hampir sama dengan saat-saat ovulasi. Androsperma bergerak mendahului gynosperma sesaat setelah ejakulasi. Ovum yang sudah keluar dari ovarium sudah menunggu sperma di saluran telur. Kemudian terjadilah perpaduan kromosom X dari ovum dengan kromosom Y dari androsperma sehingga terbentuklah zygot XY, cikal bakal laki-laki.

Jika hubungan intim dilakukan di luar masa subur tersebut, tidak akan terjadi kehamilan.

Seorang perempuan hanya menghasilkan satu telur pada setiap periode haid, yaitu pada hari ovulasi. Pembuahan (fertilisasi) dapat terjadi jika hubungan intim dilakukan pada masa-masa subur karena pada saat-saat itu ada kemungkinan ovum masih hidup dan bertemu dengan sperma yang hidup. Di luar masa itu, tidak ada ovum hidup yang bisa dibuahi oleh sperma sehingga tidak dapat terjadi kehamilan. 


13. Menentukan Jenis Kelamin Bayi Melalui Cara 

Berhubungan Intim Berdasarkan Gaya Bercinta

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa Barat baru-baru ini, variasi dan gaya bercinta yang dilakukan oleh pasangan suami-istri ternyata juga akan menentukan jenis kelamin bayi yang akan dikandung nanti. Namun sebelum mencoba variasi gaya dalam berhubungan intim, sebaiknya diingat lagi teori sperma dan sel telur yang dibahas pada bab-bab sebelumnya, agar tidak salah dalam menentukan jenis kelamin bayi yang diharapkan.

Sebagai review dan pengingat mengenai teori konsepsi dan sperma pria. Pada teori ini ada beberapa hal mengenai sifat sperma yang perlu digaris bawahi.

  1. Sel sperma Y (pria) bergerak lebih cepat dari sperma X (perempuan). Hal ini berarti bahwa pria menghasilkan dua jenis sperma, yang akanmenentukan hasil pembuahan laki-laki atau perempuan.
  2. Sperma X (perempuan) mampu hidup dalam tubuh wanita lebih lama dibandingkan sperma Y.
  3. Sel telur yang dihasilkan wanita, hanya fertil (dapat dibuahi) dalam waktu singkat, sekitar 24 jam, dilepaskan sekali saat ovulasi.
  4. Kemudian cara menerapkannya untuk memilih jenis kelamin bayi Anda, antara lain:
  5. Jika Anda ingin anak laki-laki
  6. Seperti kita ketahui, sel sperma pria yang membawa kromosom Y, mampu berenang lebih cepat tetapi lebih cepat mati. Pastikan pasangan wanita dalam keadaan hampir 100% ovulasi, kemudian melakukan hubungan intim mendekati tanggal ovulasi. Dengan demikian, memungkinkan sel sperma yang berenang lebih cepat mendekati sel telur yang sudah menanti dan membuahinya sebelum sperma Y mencapai tujuan.
  7. Jika ingin anak perempuan.
  8. Tampak lebih mudah jika kita sudah memahami pola dasarnya. Saat yang paling tepat untuk berhubungan intim adalah selambat-lambatnya dua hari sebelum ovulasi. Dengan demikian, sperma Y telah kehabisan tenaga dan kemudian mati, dan hanya tertinggal sperma Y yang siap menanti kedatangan sel telur yang siap dibuahi.

Faktor lain yang perlu diperhatikan:

Pria sebaiknya menahan diri dari aktivitas seksual setidak 2 minggu sebelum tanggal ovulasi.

Dengan mengingat teori di atas yang sebelumnya juga sudah dibahas pada bab-bab sebelumnya, maka Anda memiliki bekal untuk memahami tulisan yang akan dibahas berikut ini.

1) Cara Mendapatkan Anak Laki-laki

- Membilas Vagina dengan Air + Soda

Lakukan hubungan seks saat vagina dalam kondisi basa. Larutan alkalis untuk mencuci vagina agar kondisinya basa dapat dibuat dari sodium bicarbonat, yaitu dengan melarutkan 2 sdm tepung soda ke dalam 1 Liter air. Gunakan larutan ini menjelang berhubungan. 

Mengapa harus dibilas seperti itu? Seperti sudah disebutkan, kromosom X bersifat lebih tahan asam sedangan kromosom Y bersifat kurang tahan asam serta jalannya lebih cepat. Nah, pembilasan vagina dengan larutan garam soda (bersifat basa) bertujuan menurunkan kadar keasaman vagina, sehingga sperma Y lebih terjamin hidupnya dan bisa melewati liang vagina menuju rahim untuk membuahi sel telur.

- Istri Orgasme Lebih Dulu

Biarkan istri mencapai orgasme lebih dahulu baru disusul suami. Hal ini disebabkan pada saat orgasme, wanita akan memproduksi cairan yang bersifat basa yang merupakan lingkungan yang baik untuk kehidupan sperma Y. Cairan yang dihasilkan dan bersifat basa tersebut akan lebih mendukung pergerakan sperma Y untuk lebih cepat sampai ke sel telur. Semakin cepat sampai akan semakin baik, karena usia sperma Y lebih pendek.

- Posisi Knee-Chest

Ada posisi yang diduga bisa membuat sperma Y meluncur cepat melalui liang vagina, rahim, dan sampai ke sel telur, yaitu posisi knee-chest. Posisi dimana suami bersetubuh dengan istri dari belakang ini disebut juga doggie style. Hubungan seks dari arah belakang ini diarahkan agar penis mencapai vagina secara penuh. Posisi ini membantu sperma cepat masuk ke saluran vagina, rahim, dan saluran telur. Dengan posisi ini, suami bisa melakukan penetrasi yang dalam. Semakin dalam penetrasi, maka semakin dekat jarak yang ditempuh sperma menuju sel telur. Sehingga kromosom Y pada sperma akan melewati asam di vagina dan dapat segera mencapai sel telur. Bila suami bisa menekan sedalam-dalamnya saat ejakulasi berlangsung, hal ini bisa meningkatkan kemungkinan mendapat anak laki-laki.

- Posisi Missionary

Posisi ini juga sering disebut posisi Man on Top (posisi suami di atas, dan istri di bawah), dan termasuk paling favorit di dunia. Posisi ini memungkinkan pria untuk melakukan penetrasi sedalam-dalamnya sehingga sperma bisa dengan mudah mendekati leher rahim dimana sperma kromosom Y yang bergerak lebih cepat dapat membuahi ovum lebih dahulu, selain itu posisi isteri di bawah akan membuat pembuahan oleh sperma kromosom Y lebih terbantu karena faktor grafitasi.

Setelah berhubungan, posisi tidur bagi wanita diusahakan miring ke kanan. Jangan tidur dengan posisi telentang.

- “Puasa” Sementara

Untuk meningkatkan kuantitas volume spermanya, suami dianjurkan menabung spermanya atau tidak melakukan ejakulasi sekitar 7-8 hari. Dengan jumlah sperma yang lebih banyak per mililiternya, kemungkinan mendapatkan anak laki-laki juga meningkat.

Jumlah sperma yang banyak akan menghasilkan bayi dengan jenis kelamin laki-laki. Untuk mendapatkan jumlah sperma yang banyak, dapat dilakukan dengan menjaga suhu tubuh di daerah genital laki-laki agar tetap rendah. Kenakanlah celana berbahan tipis dan longgar. Selain itu, batasi frekuensi hubungan seks dan jagalah suhu daerah kemaluan agar tetap sejuk. Mandilah dengan air dingin sebelum melakukan hubungan seks.

Puasa seks juga bertujuan menghindari kemungkinan tertinggalnya sperma X dari hubungan intim yang dilakukan beberapa hari sebelum masa ovulasi. Bila ada sperma X tertinggal dalam organ reproduksi wanita, begitu tiba masa ovulasi, ia dapat langsung membuahi sel telur. Berarti anak perempuanlah yang akan didapat. Sedangkan jika dalam seminggu sebelumnya puasa seks dijalankan, maka sperma Y memiliki kesempatan yang besar untuk membuahi sel telur, sehingga anak laki-lakilah yang didapat.

2) Cara Mendapatkan Anak Perempuan

- Membasuh Vagina dengan Air + Cuka

Lakukan hubungan seks saat vagina dalam kondisi asam. Untuk meningkatkan kadar keasaman vagina, gunakan larutan asam/cuka encer sebagai pencuci vagina basuhlah daerah itu dengan 1 gelas air yang sudah dicampur 2 sendok makan asam cuka. Gunakan larutan ini menjelang berhubungan.

Lingkungan vagina bersuasana asam diharapkan dapat mematikan sperma Y sehingga sperma X selamat sampai tujuan. Volume sperma X yang banyak dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak perempuan. 

Jumlah sperma Y yang sedikit cenderung menghasilkan bayi dengan jenis kelamin perempuan. Untuk mendapatkan jumlah sperma Y yang sedikit, dapat dilakukan dengan menjaga suhu di daerah genital laki-laki agar tetap tinggi. Kenakanlah celana berbahan tebal dan ketat. Selain itu, lakukan hubungan seks sesering mungkin agar kuantitas sperma berkurang. Mandilah dengan air hangat sebelum melakukan hubungan seks.

- Hindari Orgasme

Saat melakukan hubungan intim, hendaknya si wanita berusaha untuk menghindari orgasme terlebih dulu, yaitu dengan mengusahakan agar ejakulasi oleh suami terjadi sebelum istri mencapai orgasme. Hal ini disebabkan pada saat orgasme wanita mengeluarkan sekresi alkalis yang akan menetralisasi kandungan asam. Tanpa orgasme, sekresi alkalis (pengeluaran substansi yang membuat daerah vagina bersifat basa) tidak terjadi dan ini akan membuat sperma Y mati sehingga menguntungkan sperma X yang punya daya tahan lebih baik.

- Posisi Muka Bertemu Muka

Hubungan intim dengan posisi saling berhadapan, istri di bawah dan suami di atas sebetulnya membuat sperma tidak bisa langsung menerobos ke mulut serviks (leher rahim). Dengan begitu waktu yang dibutuhkan sperma pun akan lebih lama dan hal ini lebih menguntungkan sperma X.

- Posisi Berdiri atau Berhadap-hadapan

Lakukan posisi hubungan seks dengan berdiri atau berhadap hadapan. Dalam suasana vagina yang asam membuat sperma Y sulit untuk mencapai sel telur sehingga mati di tengah jalan sehingga hanya tersisa sperma X. Oleh karena itu, hubungan seks diupayakan agar jangan sampai penis memasuki vagina terlalu dalam dengan tujuan memperlambat sperma masuk ke rahim dan saluran telur. Selain itu, dapat juga menggunakan posisi missionary yaitu posisi dimana suami di atas dan istri di bawah. Setelah berhubungan, posisi tidur bagi wanita diusahakan miring ke kiri. Jangan tidur dengan posisi telentang. 

- Penetrasi Pendek

Penetrasi pendek dilakukan dengan cara mengangkat penis hingga ke ujung vagina saat suami mengalami ejakulasi. Tindakan ini berarti memperpanjang jarak sperma ke sel telur yang diduga akan menambah persentase kesempatan sperma X mengingat daya tahannya yang lebih kuat dari sperma Y.

- Seks Teratur

Dengan seks teratur, volume sperma yang keluar otomatis lebih sedikit karena tidak ada sperma yang ditabung. Hal ini diyakini akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak perempuan. Kenapa? Sebelum mencapai sel telur, sperma harus melalui perjalanan berat. Sebagian sel sperma akan mati di perjalanan, terutama sperma Y yang berumur pendek. Akhirnya semakin lama jumlahnya akan semakin sedikit. Nah, untuk mendapatkan volume sperma yang sedikit, hubungan intim sebaiknya dilakukan setelah haid, setiap 2 hari sekali hingga 2-3 hari menjelang ovulasi. Dengan begitu, sperma X yang tahan lebih lama mungkin saja banyak yang masih tertinggal dan akan membuahi sel telur begitu ovulasi terjadi. 

Namun, di atas itu semua, ada hal yang perlu diketahui. Yaitu, bahwa semua metode di atas hanya dapat meningkatkan persentase keberhasilan. Tidak ada yang bisa menjamin 100 % bahwa nanti yang keluar pasti bayi laki-laki atau bayi perempuan.

Ada mitos yang mengatakan bahwa diet para wanita, khususnya pada masa kehamilan diyakini dapat mempengaruhi jenis kelamin anak. Sebuah penelitian terbaru mengindikasikan bahwa, diet tinggi kalori serta kebiasaan mengkonsumsi makanan tertentu secara teratur dan disertai dengan pemilihan waktu dan cara berhubungan intim yang tepat akan dapat memperbesar peluang seorang ibu untuk melahirkan anak laki-laki, demikian pula sebaliknya.

1. Untuk mendapatkan bayi laki-laki

Untuk bisa mendapatkan kehamilan bayi laki-laki, suami dianjurkan untuk mengkonsumsi daging lebih banyak sedangkan isteri dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung kalium dan natrium, seperti buah-buahan (pisang, jeruk, dan kurma), sayuran hijau (selada, kol, brokoli, dan kacang polong), dan ikan laut. Secara medis, ikan laut banyak mengandung zat yang menyebabkan pH vagina menjadi lebih basa. Dengan demikian, daya tahan kromosom Y akan lebih lama di dalam vagina. Mulailah mengkonsumsi makanan seperti ini 2 bulan sebelum saat konsepsi. 

Di samping secara rutin mengkonsumsi kelompok makanan seperti tersebut di atas, pasangan suami-istri bisa melengkapinya dengan melaksanakan sebuah metode yang sudah cukup dikenal, yang ditemukan oleh Dr. Shettles.

Selama dua puluh lima tahun terakhir, ribuan pasangan suami-istri telah berpaling kepada metode Shettles untuk belajar bagaimana untuk mengandung bayi laki-laki. Dan ribuan pasangan telah diberkati dengan kelahiran anak sesuai dengan yang mereka harapkan. Bahkan, metode Shettles ini bila diterapkan secara benar akan memberikan setidaknya tingkat keberhasilan 75 persen. Beberapa penelitian yang telah dilakukan secara intens, melaporkan tingkat keberhasilan sampai 90 persen!

Dalam bukunya, Dr Shettles membahas masalah-masalah yang akan membantu Anda para pasangan suami-istri untuk belajar bagaimana supaya bisa mendapatkan kehamilan bayi laki-laki. Beberapa gagasan dasar bisa Anda pelajari sebagaimana yang tercantum di bawah ini, tetapi Anda akan perlu untuk membeli buku Dr Shettles untuk mendapatkan rincian lengkap dan detail yang lebih banyak lagi. Kegagalan untuk mengikuti petunjuk Dr Shettles akan berpengaruh dalam keberhasilan Anda untuk bisa mendapatkan kehamilan bayi laki-laki.

Metode Shettles didasarkan pada kenyataan bahwa sperma kromosom Y (sperma laki-laki) lebih kecil dan kurang kuat namun bergerak lebih cepat daripada sperma kromosom X (sperma perempuan) yang bentuknya lebih besar.

Jadi berdasarkan fakta ini, metode Shettles merekomendasikan beberapa hal berikut ini, untuk membantu Anda supaya berhasil dalam berusaha untuk bisa mengandung bayi laki-laki:

Menentukan waktu ovulasi berdasarkan metode Shettles:

Menentukan kapan Anda mengalami ovulasi sangat penting, bila Anda belajar bagaimana untuk bisa mendapatkan kehamilan bayi laki-laki. Shettles menganjurkan agar Anda melakukan hubungan seks sejak 24 jam sebelum ovulasi tidak lebih dari 12 jam setelah masa ovulasi berlalu dalam rangka meningkatkan peluang Anda untuk hamil bayi laki-laki. Berhubungan seks terlalu jauh di muka sebelum masa ovulasi secara dramatis akan mengurangi peluang Anda untuk bisa mendapatkan kehamilan bayi laki-laki. Waktu hubungan seksual dalam kaitannya dengan ovulasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kemungkinan Anda untuk bisa hamil bayi laki-laki.

Shettles menyarankan tiga cara spesifik untuk melakukan hal ini.

1) Charting Cervical Mucus

Dalam bukunya, Dr Shettes menjelaskan detail lengkap tentang bagaimana membuat bagan lendir leher rahim Anda. Metode seperti ini akan menentukan kapan Anda mengalami ovulasi, Anda mengakses lendir leher rahim Anda setiap hari. Tepat sebelum Anda berovulasi, lendir leher rahim Anda harus sangat berair dan sangat elastis.

Kekentalan ini menggambarkan kondisi putih telur mentah. Charting selama lebih dari sebulan sebelum Anda mencoba untuk mengandung seorang bayi laki-laki, sangat dianjurkan, sehingga Anda dapat yakin bahwa Anda sedang berovulasi pada hari tertentu tersebut.  

2) Basal Body Temperature (BBT) Charting

Shettles juga menyarankan bahwa Anda menggunakan BBT charting bersama dengan grafik lendir serviks Anda untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin dalam rangka untuk menentukan kapan tepatnya Anda sedang berovulasi. Shettles menjelaskan secara detail dan akurat chart BBT Anda dalam Bagian Tiga dari bukunya.

Untuk mencatat grafik suhu tubuh basal Anda (BBT), Anda akan perlu membeli sebuah termometer basal. Setiap kali Anda bangun di pagi hari, Anda dianjurkan untuk mencatat suhu tubuh Anda, lakukan pencatatan ini setiap kali sebelum Anda mulai melakukan kegiatan apa pun. Setiap aktivitas dapat menyebabkan ketidak akuratan dalam pembacaan suhu basal tubuh Anda. Pada saat ovulasi, Anda akan melihat lonjakan dalam suhu basal Anda yang akan menunjukkan bahwa Anda telah mengalami ovulasi. Menimbang bahwa Anda perlu untuk berhubungan seks sedekat mungkin dengan waktu ovulasi untuk meningkatkan kesempatan Anda memiliki bayi laki-laki, maka Anda perlu untuk melakukan pencatatan grafik minimal dua bulan (untuk mendapatkan hasil yang maksimal), sebelum Anda menggunakan informasi yang Anda catat tersebut.

3) Menggunakan Ovulasi Predictor Kit

Cara terakhir Shettles merekomendasikan untuk mengetahui waktu yang tepat Anda sedang berovulasi adalah dengan menggunakan kit ovulasi prediktor. Kit ini mendeteksi ketika tubuh Anda menghasilkan LH (Luteinizing hormone), sebagai tanda awal ovulasi. Dr Shettles menyarankan pengujian dua kali sehari untuk memastikan bahwa Anda menangkap tanda ovulasi sedini mungkin. Dia merekomendasikan pengujian pada 11:00-15:00 dan kemudian lagi 17:00-22:00. Ovulasi kemungkinan besar akan terjadi sekitar 24 jam setelah Anda mendapatkan hasil positif bagi LH pada Ovulasi Prediktor Kit Anda. 

Frekuensi dan waktu dari intercourse: 

Shettles mengatakan bahwa untuk dapat meningkatkan kemungkinan memiliki bayi laki-laki, Anda harus melakukan hubungan seks tidak lebih awal dari 24 jam sebelum ovulasi sampai 12 jam setelah ovulasi.
Lendir serviks yang ada pada ovulasi kurang asam dan "licin" sehingga cukup untuk membantu sperma Y (laki-laki) mencapai sel telur lebih cepat.

Posisi seksual:

Shettles menunjukkan bahwa jika Anda mencoba untuk hamil bayi laki-laki, lakukan penetrasi yang dalam, pilihan posisi yang terbaik dalam hal ini adalah posisi "doggy style", karena pada posisi ini, sperma yang dikeluarkan dekat ke serviks, sehingga sperma Y (laki-laki) yang lebih agresif dan lebih cepat bergerak akan lebih dulu sampai ke sel telur dan membuahi sel telur tersebut daripada sperma X.

Seks dan orgasme: 

Ketika mencoba untuk hamil bayi laki-laki, Shettles menunjukkan bahwa orgasme selama seks adalah hal yang baik karena tubuh menghasilkan zat setelah orgasme yang membuat lingkungan vagina menjadi lebih bersifat basa, yang mana kondisi basa tersebut lebih berpihak pada sperma Y (laki-laki). 

Kontraksi yang menyertai orgasme membantu sperma bergerak ke atas dan menuju ke leher rahim, memberikan sperma Y (laki-laki) kesempatan ekstra ketika sel telur Anda telah siap untuk dibuahi. 

Pertimbangan untuk pria: 

Pria sebaiknya menggunakan celana yang longgar, bukan yang sempit atau ketat. Memakai pakaian ketat akan meningkatkan suhu di sekitar testis, yang pada gilirannya dapat menurunkan jumlah sperma. 

Pria sebaiknya mandi dengan air dingin dan mengenakan pakaian dalam yang longgar tapi pas supaya dapat membantu menjaga suhu testis lebih dingin. Namun demikian, harus tetap dijaga sehingga testis tidak kontak dengan suhu yang terlalu dingin atau pun terlalu panas agar menghasilkan sel sperma yang sehat. Mintalah pasangan Anda untuk minum minuman berkafein tepat sebelum melakukan hubungan seks. Hal ini membuat sperma Y (laki-laki) lebih aktif. 

2. Untuk mendapatkan bayi perempuan.

Ingin memiliki anak perempuan? Seorang peneliti dari Universitas Maastricht, Belanda, menemukan bahwa mengkombinasinasikan pilihan nutrisi dan waktu berhubungan intim adalah kunci bagi mereka yang merencanakan untuk mendapatkan kehamilan anak perempuan.

Mulailah mengkonsumsi makanan berikut ini 2 bulan sebelum saat konsepsi; Untuk suami dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung alkalin, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, ganggang laut, putih telur, dan susu. Sedangkan bagi istri dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam dan juga mengandung kalsium tinggi, seperti daging, yoghurt, kacang-kacangan, keju blok, salmon, bayam, tahu, almond, oatmeal, brokoli, dan jeruk. Juga makanan mengandung magnesium tinggi seperti kacang mede, sereal gandum, buah ara, dan kacang-kacangan lainnya Selain itu, hindari minum-minuman yang mengandung kafein dan obat-obatan tanpa resep dari dokter. 

Sedangkan beberapa makanan yang sebaiknya dihindari adalah yang mengandung kadar sodium dan potasium tinggi seperti pisang, teri, zaitun, salmon asap, udang, nasi gurih, kentang, daging olahan, roti, dan kue-kue.

Mengatur asupan nutrisi saja tak cukup. Pasangan yang tengah merencanakan kehamilan anak perempuan juga dianjurkan melakukan hubungan seksual secara reguler, tapi bukan benar-benar sebelum dan setelah ovulasi.

Penelitian yang telah secara intens dilakukan ini meliputi studi terhadap 172 wanita di Eropa Barat dengan usia antara 23 sampai 42 tahun. Semua wanita ini sebelumnya telah memiliki anak laki-laki, dan tengah berusaha untuk mendapatkan anak perempuan.

Seluruh partisipan kemudian diminta melakukan diet sesuai yang disarankan. Memperbanyak makanan mengandung kalsium dan magnesium, serta mengurangi asupan sodium dan potasium. Mereka juga diminta melakukan hubungan seksual sesuai anjuran.

Banyak partisipan yang gagal menjalani diet ketat itu. Namun, dari 21 wanita yang bertahan dengan diet, 16 di antaranya sukses mengandung janin perempuan. "Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode diet dan waktu bercinta meningkatkan probabilitas memiliki anak perempuan," kata para peneliti tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail. 

Comments

Popular posts from this blog

Golongan Darah A

17 Pertanyaan Seputar Perkembangan Ibu dan Janin dalam Kandungan

SUDAH MENIKAH MASIH GELISAH