Dzikir Asmaul Husna Untuk Ibu Hamil
Sudah menjadi kecenderungan fitrah manusia adalah ingin mengenal Tuhannya. Sebab, kepadaNya lah manusia memohon, mengharap dan menggantungkan hidup serta matinya. Jika kita ingin berinteraksi dengan seseorang yang dikagumi, tentulah perlu mengenal siapa dan bagaimana sifat-sifatnya. Allah Yang Maha Agung yang senantiasa diharapkan pertolongan, rahmat, dan karuniaNya tentulah jauh lebih perlu bagi manusia untuk mengenalnya. Inilah fitrah manusia sesungguhnya. Al-Qur’an menegaskan, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (islam); (sesuai) fitrah Allah dijelaskan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (QS. Ar-Ruum: 30)
Pertanyaanya kemudian adalah bagaimanakah cara kita mengenal Allah? Kita dapat mengenal Allah melalui nama-nama dan sifat-sifatNya yang terangkum dalam Asmaul Husna.
Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah ditanya, “Bagaimana engkau mengenal Tuhanmu?”
“Aku mengenal Tuhanku melalui Tuhanku,” jawab Abu Bakar.
Senada Abu Bakar, seorang sufi besar islam, Abu Yazid Al-Busthami mengatakan, “Aku mengenal Tuhanku karena Tuhanku. Jika bukan karena Tuhanku, niscaya aku akan tidak mengenal Tuhanku.”
Fitrah Allah maksudnya adalah ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantaran pengaruh lingkungan.
Namun, pengenalan tersebut sangat terbatas sebab Allah tidak sama dengan makhluk. Jika disebutkan Allah Maha Hidup maka hidupNya tidak seperti hidupnya makhluk. Jika dijelaskan Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat maka mendengar dan melihatNya berbeda dengan mendengar dan melihatnya makhluk. Jika disebut Allah Maha Mulia dan Maha Adil (setinggi apa pun imajinasi dan jangkauan pengetahuan manusia) maka sungguh kemulian dan keadilanNya sempurna dan tidak terjangkau. Perhatikan ayat Al-Qur’an berikut ini, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)
Setelah kita mengenal Allah melalui nama-nama dan sifat-sifatNya yang terangkum dalam Asmaul Husna, selanjutnya kita diharapkan dapat meneladani nama-nama dan sifat-sifat Allah itu dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Imam Ghazali mengatakan, “Tidak dapat digambarkan suatu jiwa yang penuh dengan pengagungan terhadap sesuatu, kecuali diikuti oleh kerinduan kepada keagungan dan keindahannya serta dorongan untuk menghiasi diri dengan sifat-sifat tersebut.”
Demikian halnya ketika kita mengagumi keagungan dan kebesaran Allah swt. Seharusnya hal itu memunculkan motivasi bagi kita untuk meneladani nama-nama dan sifat-sifatNya dalam kehidupan sehari-hari.
Ada sebuah kalimat bijak, “Suatu hal yang sulit dimengerti, bahkan suatu hal yang sangat aneh jika Anda mengetahuiNya, tapi tidak mencintaiNya. Mendengar panggilanNya, tapi tidak memenuhiNya. Mengetahui betapa besar keuntungan berinteraksi denganNya, tapi berinteraksi dengan selainNya. Mengetahui betapa besar murkaNya, kemudian membelakangiNya. Lebih aneh lagi, bila Anda yakin membutuhkanNya, tapi menghindar dariNya.”
Mengenal Allah swt melalui Asmaul Husna akan semakin mendekatkan kita kepadaNya dan ikhlas menggantungkan diri kepadaNya. Menggunakan Asmaul Husna sebagai do’a dan dzikir harian semakin mengenalkan kita akan Allah swt.
Sebagaimana orang lain yang menggantungkan dirinya kepada Allah swt, wanita hamil pun seharusnya semakin pasrah akan jalan kehidupannya. Sebab kehamilan merupakan sebuah pertarungan hidup. Salah satu periode hidup paling dramatis bagi kaum hawa adalah saat mereka hamil. Kehamilan merupakan peristiwa dahsyat, dan diakhiri dengan momentum lebih dahsyat lagi, yaitu persalinan. Nyawa harus dipertaruhkan demi buah hati yang diamanahkan oleh Allah swt.
Pada episode inilah ibu hamil membutuhkan “kehadiran” Allah swt lebih dekat. Ibu hamil butuh Dia Yang Maha Menjaga, selalu “hadir”, menjadi tempat mengadu beban berat yang dialami hari demi hari. Cara mudah dan paling ampuh adalah dengan membaca Asmaul Husna.
Dengan Asmaul Husna pula, ibu hamil dapat menyelami sifat-sifat Allah swt dan berharap Dia Yang Maha Tahu akan menjadikan bayi yang dikandung meneladani sifat-sifatNya sebatas pandangan manusia.
Tulisan Saya kali ini merupakan sebuah panduan bagi ibu hamil dalam menjalani hari-harinya menuju pertempuran suci, yaitu masa persalinan. Yang didalamnya berisi keutamaan Asmaul Husna, keistimewaan mengapa Asmaul Husna harus kita selami, amal harian untuk memperlancar kehamilan dan persalinan, waktu mustajab berdo’a serta rahasia dikabulkannya do’a.

Comments
Post a Comment