1. Tips Merawat Bayi Baru Lahir

Kelahiran seorang bayi adalah sesuatu yang paling ajaib dari segala mukjizat. Bersyukur, memang pantas dilakukan atas kelahiran si anggota baru keluarga. Segala perjuangan yang berat telah dilalui setelah akhirnya bayi mungil yang sehat telah dilahirkan. Perjuangan yang sarat penat ketika sembilan bulan mengandung dan perjuangan antara hidup dan mati ketika melahirkan seolah terhapus begitu saja saat mendengar tangisan pertamanya di dunia ini. Namun, tak jarang yang juga merasakan kepanikan usai persalinan. Panik karena tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Oleh karena itu, persiapan yang baik harus dilakukan. Salah satunya, dengan memahami hal-hal apa saja yang perlu diketahui dan dilakukan untuk si buah hati Anda.

a. Memandikan bayi

Bayi usia 1-2 minggu sebaiknya tidak perlu dimandikan (yakni dengan mencelupkan ke dalam bak mandinya). Namun bayi harus tetap dibersihkan dan dikeringkan setiap kali pipis atau buang air besar, sehingga cukup diseka/dilap saja. Kalau puntung talipusat belum puput, bayi cukup dibersihkan dengan lap saja karena puntung talipusat yang basah, cenderung menimbulkan infeksi. Gunakan air hangat suam kuku. Bukalah pakaiannya dan segera selimuti dengan handuk. Buka daerah tubuh bayi yang akan dilap saja agar bayi tidak kedinginan. Untuk wajah, tidak perlu menggunakan sabun. Gunakan sabun untuk mengelap bagian tubuh lainnya. Jangan lupa bersihkan juga daerah selangkangannya.

Bayi yang sangat kecil tidak perlu dimandikan terlalu sering karena hanya wajah, leher, bokong, dan lipatan kulitnya saja yang kotor. Membersihkan bagian atas dan bawah adalah cara yang cepat untuk membersihkan dengan gangguan minimal bagi bayi. Berikut ini beberapa tips bagaimana membersihkan bagian atas dan bawah bayi Anda.

- Bersihkan wajah, leher, dan matanya

Seka wajah, dagu, dan lipatan di leher dengan kapas lembab untuk membersihkan sisa susu atau air liur. Gunakan kapas bersih yang berbeda untuk setiap mata, usapkan dari dalam ke luar.

- Bersihkan tangannya

Dengan lembut, buka jari tangannya. Menggunakan kapas yang lembab, seka bagian depan dan belakang tangannya serta di antara jarinya. Ambil kapas baru, lembabkan dan seka lengannya. Keringkan dengan handuk lembut.

- Bersihkan pantatnya 

Buka celana atau bawahan yang ia kenakan dan lepas popoknya. Dengan kapas bersih, seka area genitalnya. Jika ia BAB, lembabkan kapas dengan baby lotion.

Kalaupun Anda lebih memilih untuk memandikannya, tidak mengapa. Yang penting, tahu caranya. Bila talipusat belum puput, Anda dapat menyelupkan ke dalam bak mandi kecil khusus si kecil. bayi boleh dimandikan di dalam bak mandi kecil. Gunakan air hangat-hangat kuku. Masukkan bayi secara perlahan-lahan. Mula-mula, basuhlan wajah, bagian kepala, kemudian seluruh tubuhnya tanpa menggunakan sabun. Lalu basuh kembali tubuh dan bagian lainnya dengan sabun, kemudian dibilas. Bila talipusat belum puput, segera keringkan talipusatnya seusai mandi dan olesi dengan alkohol 70%.

Langkah-langkah memandikan bayi sebagai berikut:

- Sebelum mandi

Tanggalkan pakaian bayi sampai hanya tinggal kaus kaki dalam dan popoknya. Sebelum Anda memasukkannya ke dalam bak, seka mata dan wajahnya dengan kapas lembab. Kemudian lepas seluruh pakaiannya dan bungkus ia dengan handuk lembut yang bersih.

- Basuh kepalanya

Kepit badannya di bawah ketiak dan sangga kepalanya dengan telapak tangan, sehingga ia berbaring di sepanjang lengan dan kepalanya tersangga dengan baik. Menggunakan tangan yang lain, hati-hati cuci rambutnya lalu keringkan perlahan dengan handuk lembut.

- Masukkan ke dalam bak mandi

Sangga bahu bayi dengan satu tangan, selipkan jari Anda ke ketiaknya, dan sangga kaki atau pantatnya dengan tangan yang satunya. Gendong ia dengan mantap. Tersenyum dan bicaralah kepada bayi Anda selagi Anda memasukkannya ke bak mandi.

- Basuh seluruh badannya

Pegang si kecil setengah tegak dan percikkan air ke tubuhnya perlahan dengan tangan yang bebas. Bicara dan tersenyumlah kepadanya setiap saat. Ketika selesai, angkat, gunakan tangan yang bebas untuk memegang bokongnya dengan mantap dan bungkus ia dengan handuk

- Keringkan dengan hati-hati

Tepuk perlahan si kecil dengan handuk sampai kering dan pastikan Anda mengeringkan dengan benar lipatan di kulitnya. Sebaiknya jangan gunakan bedak bayi, terutama di area popok karena dapat membuat kulit bayi kering dan cenderung menggumpal di lipatan sehingga mengakibatkan iritasi.

Waktu mandi terbaik bagi bayi adalah sesaat sebelum menyusui. Mandi diikuti dengan menyusui sering membantu bayi tidur nyenyak. Berikut beberapa tips dalam memandikan bayi:
  • Letakkan barang keperluan mandi di dekat Anda sebelum memandikan bayi.
  • Gunakan baskom untuk memandikan bayi agar merasa nyaman.
  • Biarkan bayi menendang sisi baskom untuk membantunya memberi perasaan stabil dan membuatnya merasa aman.
  • Luangkan waktu untuk mandi bersama dengan bayi.
  • Periksalah selalu suhu air dengan teliti.
  • Gunakan alat mandi yang lembut dan bebas pewangi.
  • Gunakan baskom plastik terpisah untuk membersihkan muka dan pantat bayi.
  • Jangan takut dengan munculnya bintik-bintik putih di muka bayi. Bintik-bintik (melia) ini disebabkan oleh perubahan hormon setelah persalinan.
  • Perhatikan selalu keselamatan, jangan biarkan bayi Anda lepas dari pengawasan di bak mandi.


b. Mengganti popok

Bayi Anda akan memerlukan popok siang dan malam selama dua sampai tiga tahun ke depan, sampai ia bisa mulai menggunakan toilet. Ada banyak sekali jenis popok yang tersedia di apotik dan supermarket, jadi pilihlah yang terbaik sesuai dengan gaya hidup dan anggaran Anda.

Ada dua jenis popok yaitu popok sekali pakai dan popok pakai ulang. Pikirkan mana yang membuat si kecil nyaman sekaligus yang hemat dan memudahkan Anda. 

Popok sekali pakai
  1. Popok sekali pakai, tersedia dalam berbagai ukuran dan terkadang dalam jenis untuk anak laki-laki dan perempuan.
  2. Kelebihan popok sekali pakai antara lain tidak perlu dicuci, dikeringkan, juga tidak membutuhkan peniti ataupun celana plastik. Jadi tidak ada risiko menyakiti bayi Anda dengan peniti. Kelebihan lain dari popok jenis ini adalah lebih praktis saat bepergian karena membutuhkan lebih sedikit aksesoris dan tidak perlu membawa pulang tas berisi popok kotor.
  3. Kekurangan popok sekali pakai adalah harganya yang lebih mahal untuk jangka panjang. Selain itu, penggunaan popok jenis ini dapat menghasilkan gunungan sampah.
  4. Untuk mengganti popok sekali pakai dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Posisikan bayi Anda. Buka popok, letakkan dengan perekat di bagian belakang. Selipkan popok ke bawah bayi supaya atasnya sejajar dengan pinggangnya. b. Kencangkan bagian depan. Tarik bagian depannya ke atas di antara kakinya dan ratakan ke sekeliling perutnya. Buka perekat pada tiap sisi popok. c. Pasang dengan nyaman. Tarik perekat melewati bagian depan dan tempelkan dengan baik. Popok harus terpasang pas agar nyaman.

Popok pakai ulang
  1. Popok pakai ulang berupa popok kain tradisional yang membutuhkan peniti, klip, dan celana plastik. Popok jenis ini sudah dibentuk seperti popok sekali pakai plus celana plastik dan dilengkapi juga lapisan tahan air.
  2. Keuntungan menggunakan popok pakai ulang antara lain hanya membutuhkan satu set sehingga Anda tidak perlu membeli persediaan baru terus menerus. Selain itu, popok jenis ini harganya lebih murah dalam jangka panjang dan dapat digunakan untuk anak yang lain.
  3. Kekurangan dari popok jenis ini adalah harus dicuci dan dikeringkan, sehingga menambah banyak pekerjaan. Popok jenis ini mungkin sulit dikenakan, kecuali Anda menggunakan popok berbentuk celana.
  4. Untuk mengganti popok pakai ulang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Posisikan popok. Mulailah dengan menyelipkan popok ke bawah bayi agar atasnya sejajar dengan pinggangnya. b. Atur agar pas dan nyaman. Tarik popok ke atas di antara kakinya dan tahan sambil lipat kedua sisi popok ke tengah. Kemudian kencangkan velkronnya. 

Bayi yang baru lahir khususnya disusui biasanya sering buang air kecil dan buang air besar. Hal ini mengakibatkan popok bayi tidak bertahan lama. Berikut tips untuk menggunakan popok bagi bayi Anda:

  • Pada awal-awal, belilah popok bayi yang termurah.
  • Untuk bayi lelaki, pastikan selalu alat kelaminnya mengarah ke bawah ketika memasang popok. Apabila terbalik, mungkin Anda mendapati popoknya kering, tetapi bajunya basah kuyup.
  • Siapkan selalu sepotong kapas lembut di dekat Anda segera setelah Anda melepaskan popoknya.
  • Untuk bayi perempuan, bersihkan selalu pantatnya dengan menyiraminya dari depan ke belakang. Hal ini dilakukan untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke dalam vagina.
  • Rajin-rajinlah selalu membersihkan kulit yang terkena air seni atau tinja, khususnya pada lipatan-lipatan kulit.

Kotoran awal bayi mengandung meconium, yaitu bahan berlendir berwarna hijau tua di dalam usus bayi cukup bulan. Oleh karena itulah, kotoran awal bayi biasanya berwarna hijau tua, lengket, dan hampir tidak berbau. Setelah tiga atau empat hari berikutnya, kotoran bayi mulai berubah warnanya menjadi kuning akibat residu dari susu yang diminumnya. Warna kuning pada tinja bayi akan bervariasi tergantung pada apa yang telah Anda makan. Bayi yang disusui dengan susu formula cenderung mengeluarkan kotoran yang lebih keras dan padat. Apabila kotoran bayi berwarna hijau dan tidak halus, berarti bayi Anda kekenyangan. Sedangkan kotoran yang berwarna hijau dan encer bisa menunjukkan bayi Anda tidak kenyang. Hal ini biasa terjadi apabila bayi Anda sedang tidak enak badan.

Anda perlu mengganti popok si kecil ketika basah atau kotor sesering yang diperlukan. Untuk mencegah bayi Anda terkena ruam popok, gantilah popoknya saat ia bangun tidur, setelah menyusu, dan menjelang tidur di malam hari. 

c. Perawatan tali pusar

Banyak orangtua baru tidak suka menyentuh tali pusar bayi mereka yang masih tertinggal. Namun, paling tidak, Anda harus mencoba menjaganya tetap kering. Perawatan perlu dilakukan agar tidak terjadi infeksi sebelum tali pusar lepas dengan sendirinya (puput). Prinsipnya adalah menjaga puntung tali pusar supaya tetap bersih dan kering hingga dapat lepas dengan sendirinya. Anda tidak perlu mengoleskan apapun pada puntung. Bila keadaannya tetap kering, Anda dapat membersihkan setiap selesai mandi atau buang air dengan menggunakan cotton bud (pembersih liang telinga) yang diolesi alkohol 70%. Sebaiknya tidak menggunakan antiseptik karena kandungan yodium di dalamnya dapat mengganggu pertumbuhan kelenjar gondoknya. Bila menggunakan popok, lipat popok di bawah pusar, tidak membalut tali pusar. Hal ini dimaksudkan agar ketika si kecil buang air kecil, tali pusar tidak basah terkena air kencing. Tali pusar umumnya lepas dalam waktu 5 hari hingga 10 hari meski kadang ada yang sampai dua minggu. Saat talipusar terlepas kadang mempunyai bau yang tidak sedap sehingga orangtua menjadi cemas. Namun semua itu adalah hal yang normal.

d. Mengatasi bayi menangis

Menangis merupakan satu-satunya cara komunikasi bayi selama enam minggu pertama. Beberapa cara menangis bayi berbeda dari bayi satu dengan bayi lainnya. Ada yang menangis dengan nada lembut dan perlahan-lahan semakin mengeras. Ada juga yang dimulai dengan nada keras dan terus keras. Belajar mengenal tangisan merupakan seni tersendiri. Anda harus bisa mengartikan tangisan bayi Anda, apakah karena lapar, kepanasan/kedinginan, ngompol, tidak enak badan ataupun karena ia merasa pegal. Untuk mengatasi bayi menangis dapat dilakukan hal-hal berikut:

Gendong dan dekaplah bayi Anda
Timang-timang bayi dengan tangan Anda
Berbicaralah kepadanya dengan cara yang tenang, halus, dan lirih
Letakkan telapak tangan yang hangat di atas perut atau dadanya
Ajaklah bayi Anda berjalan-jalan 
Tempatkan bayi di dekat suara-suara rumah seperti suara bising vacuum cleaner atau mesin cuci

Mata bayi selalu tampak berair meski tidak sedang menangis. Hal ini masih normal, dan ini terjadi karena saluran air matanya yang belum berfungsi sempurna. Hal ini membuat kotoran mata yang seharusnya terbuang mengikuti saluran air mata menjadi sedikit menumpuk dan terjadi belekan. Keadaan ini akan hilang dengan sendirinya meski membutuhkan waktu yang bervariasi hingga berbulan-bulan. Ada kalanya, orangtua, dianjurkan melakukan pijatan lembut pada sudut mata di dekat pangkal hidung untuk membantu melancarkan aliran. Namun, bila terlihat berlebihan, bahkan kotoran matanya banyak dan lengket, sebaiknya Anda perlu berkonsultasi ke dokter.

Bayi dapat menangis tiba-tiba karena kolik. Kolik adalah nyeri perut yang munculnya hilang timbul. Biasanya terjadi pada bayi lelaki, gemuk, usia berkisar 2-6 bulan. Gejalanya bayi tiba-tiba menangis, rewel, bahkan tangisannya melengking sehingga membuat orangtuanya panik. Padahal sebelumnya, si kecil tampak sehat saja. Bujuk rayu orangtua untuk mendiamkan tangisan seringkali tidak berhasil, malahan justru orangtuanya yang menjadi gelisah. Bayi terus menangis dan menangis bahkan kadang wajahnya dapat memerah. Namun, setelah serangan kolik ini selesai, bayi pun akan diam dengan sendirinya dan akhirnya tidur seolah tidak terjadi apa-apa. Untuk mengatasi hali ini, orangtua harus tetap tenang. Tidak usahlah menggendong bayi hilir mudik berlebihan untuk menenangkan, apalagi bila ikut-ikutan menangis atau bahkan marah. Boleh saja menggendong, namun lakukan dengan lembut. Bila memang benar serangan kolik, maka ini akan berhenti dengan sendirinya dan bayi akan tertidur karena kelelahan.

e. Merawat kulit bayi

Bayi yang baru lahir mempunyai kulit yang lembut, halus, dan mudah terluka. Kulitnya belum matang serta amat sering tampak berbintil-bintil dan berwarna merah, bahkan bisa kering dan mengelupas. Reaksi kulit bayi pada umumnya disebabkan karena adanya pemakaian banyak jenis bahan pewarna tekstil. Bahan-bahan kimia anti air di dalam kain tekstil sering agak membahayakan bagi bayi yang mempunyai alergi kulit. Peradangan kulit pada lipatan paha, pantat, dan di sekeliling alat kelamin dapat disebabkan karena popok yang basah dalam waktu lama. Untuk mengatasinya, cucilah setiap pakaian baru sebelum mengenakan kepada bayi, gunakan sabun yang halus dan air yang tidak mengandung mineral, dan rebuslah popok untuk membunuh bakteri.

f. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada bayi yang baru lahir

Bayi tampak kuning pada minggu pertama masih dianggap normal.

Kuning pada bayi, atau istilah medisnya adalah ikterus, boleh jadi hal yang normal dan bisa juga sebaliknya. Pada sebagian besar bayi, kondisi ini masih normal. Kuning pada bayi biasanya muncul pada hari ketiga setelah lahir, terlihat samar-samar. Warna kuning ini disebabkan adanya kadar bilirubin-suatu zat hasil pengolahan sel darah merah-yang meninggi di dalam darah. Bila diperiksa, kadarnya mencapai 5 mg per 100 cc darah atau lebih. Normalnya, kadarnya kurang dari 1 mg per 100 cc darah. Warna kuning ini harus menghilang setelah minggu kedua. Jadi, bila kuning muncul sedari hari pertama atau kuningnya tidak menghilang setelah 10 hingga 14 hari, sebaiknya perlu diperiksa dengan teliti. Kadar bilirubin yang terlampau tinggi, pada bayi baru lahir, dapat membahayakan bayi karena dapat merusak otak.

Bayi yang kuning tidak perlu dijemur di bawah sinar matahari.

Bayi kuning tidak perlu dijemur di bawah sinar matahari karena memang tidak ada manfaatnya. Kuning pada bayi akan menghilang dengan sendirinya pada minggu kedua. Namun bukan berarti hal ini dilarang. Silahkan lakukan bila hal ini dapat memberikan efek psikologis pada Anda dengan catatan, jangan terlalu lama. Lakukan selama kurang lebih 15 menit di bawah sinar matahari pagi tatkala matahari belum terlalu tinggi.

Sinar dan suara

Bayi yang baru lahir mempunyai kemampuan untuk melihat objek-objek yang dekat secara sangat jelas sejak hari-hari pertama, sedangkan ia tidak dapat melihat objek-objek yang jauh selama beberapa minggu. Oleh karena itu, lakukan kontak mata dengan bayi Anda sesering mungkin. 

Mata dan mulut merupakan bagian wajah yang sangat diperhatikan oleh bayi. Untuk membantu bayi, dekatkan wajah Anda sedekat dan sesering mungkin darinya. Hal ini untuk membantunya mengenal Anda dan memulai belajar bagaimana menggunakan matanya.

Bayi menyukai suara-suara rumah yang agak bising. Apabila bayi Anda tidak menyukai suara Anda, berarti ia lebih menyukai bunyi yang berirama seperti musik, vacuum cleener, ataumesin cuci.

Keluarnya bercak darah dari kemaluan dapat terjadi pada bayi perempuan.

Bercak darah kadang disertai lendir dari liang kemaluan bayi perempuan seperti menstruasi memang dapat terjadi. Hal ini disebabkan masih adanya pengaruh hormon estrogen ibu yang banyak diproduksi oleh ibu semasa bayi dalam kandungan. Hormon estrogen ini mempengaruhi kelenjar pada rahim bayi perempuan. Tidak perlu dikuatirkan dan hal ini tidak membutuhkan pengobatan karena akan hilang dengan sendirinya seiring dengan penurunan kadar hormon estrogen pada bayi.

Pemakaian gurita atau bedong pada bayi tidak dianjurkan.

Pada umumnya, bayi dipakaikan gurita dengan tujuan untuk menghangatkan bayi dan mencegah pusar bodong. Pemakaian gurita, apalagi bila dipakaikan terlalu ketat, dapat menekan dinding perut bayi sehingga tidak dapat secara bebas mengembang sewaktu bernapas. Alhasil, gurita akan menghalangi pernapasan bayi. Selain itu, gurita yang terlalu ketat juga akan menekan dinding perut sehingga dapat menyebabkan bayi lebih mudah muntah ataupun gumoh.

Sedangkan pemakaian bedong biasanya dengan tujuan mencegah kaki bayi bengkok. Hal ini juga tidak ada pembenarannya. Pembedongan bayi, sebenarnya lebih tepat bila ditujukan agar bayi merasa hangat dan tidur dengan tenang, namun dengan catatan, kenakan bedong dengan longgar. Yang sering terjadi adalah bayi dibedong terlalu rapat dan kuat. Padahal ini tidak boleh karena dapat mengganggu peredaran darah, menghambat pernapasan, dan juga dapat mengganggu perkembangan gerakan (motorik) bayi karena tangan dan kakinya tidak dapat bergerak dengan leluasa.

Refleks-refleks pada Bayi

Sejak lahir bayi dikaruniai seperangkat refleks dan gerakan instingtif yang dimaksudkan untuk melindungi diri. Beberapa refleks tersebut antara lain: a. Refleks menangkap. Pada saat Anda meletakkan sesuatu di telapak tangan bayi, secara refleks ia akan mengerutkan jari dan menggenggamnya. b. Refleks mencari. Pada saat Anda mengusap pipi bayi, ia akan memalingkan kepalanya ke arah jari Anda dan membuka mulutnya. Ini merupakan gerakan yang dibuatnya ketika mencari payudara Anda. c. Refleks menghisap. Bayi yang baru lahir secara refleks akan menghisap sesuatu yang dimasukkan ke dalam mulutnya dan menekannya ke permukaan lidah di belakang gusi depannya. Refleks menghisap ini sangat kuat dan terus berlangsung meskipun tekanan itu telah ditarik. d. Refleks moro. Refleks moro merupakan refleks untuk melindungi diri. Pada saat bayi sedang berbaring dan mendengarkan suara keras di dekatnya, ia akan menghentakkan tangan dan kakinya, meregangkan jemarinya, dan perlahan menarik tungkai dan lengannya kebelakang serta menekuk lutut dan mengepalkan tinjunya. Gerakan ini merupakan gerakan untuk melindungi diri agar tidak terjatuh. e. Refleks berjalan. Pada saat Anda menggendong bayi dan meletakkannya di bawah lengan kemudian menyentuhkannya sesuatu ketelapak kakinya, maka secara refleks ia akan menggerak-gerakkan kakinya seolah-olah seperti berjalan.

Sebelum berusia 6 bulan, tidak boleh memberikan makanan tambahan selain ASI

Makanan tambahan baru boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Sampai usia 6 bulan, sebenarnya ASI saja sudah cukup memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi. Kondisi ini juga berlakui untuk yang mendapatkan susu formula (karena tidak bisa mendapatkan ASI), makanan tambahan tetap diberikan pada usia 6 bulan. Memberikan makanan tambahan sebelum usia 6 bulan memberikan risiko tersedak yang lebih besar dan lebih mudah terjadi alergi. Kematangan saluran cerna bayi umumnya terjadi pada usia 4 hingga 6 bulan termasuk kematangan mekanisme menelan.

Sejenak, kalau kita mencermati, sebelum usia 6 bulan, bayi akan menunjukkan penolakan terhadap makanan bila Anda suapi. Bayi akan melakukan refleks mendorong dengan lidahnya semua benda padat yang masuk mulutnya, kecuali puting susu atau dot yang sudah dikenal sebelumnya. Refleks ini akan menghilang sendirinya saat usia 6 bulan. Artinya, secara alami, bayi memang tidak perlu diberikan makanan tambahan selain ASI.

Bayi kurang dari 1 tahun tidak boleh mengkonsumsi madu.

Madu merupakan tempat yang baik untuk kuman yang disebut Clostridium botulinum tumbuh. Kuman ini menyebabkan keracunan makanan yang disebut botulisme. Gejalanya dapat bervariasi mulai dari ringan hingga dapat menyebabkan kematian. Sembelit yang berkepanjangan, kelemahan pada lengan dan tungkai, lemah saat menangis dan mengisap susu, adalah gejala yang sering terjadi.

Bayi akan tampak sering tertidur.

Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur. Ia biasanya hanya bangun bilamana lapar atau ada hal yang membuatnya tidak nyaman misalnya basah karena buang air kecil atau buang air besar. Hal ini merupakan kondisi yang normal. Bayi baru lahir memang belum mengenai perbedaan siang dan malam. Anda pun tidak perlu khawatir karena bayi tidur sesuai dengan kebutuhannya. Rata-rata, bayi baru lahir tidur 16 jam sehari. Kemudian hingga usia 6 bulan, kebutuhan tidurnya mulai bervariasi antara 10 hingga 18 jam sehari. Namun, bila si kecil sudah tidur lebih dari dua jam, tidak ada salahnya Anda bangunkan untuk diberikan ASI.

Amati jumlah biji kemaluan bayi lelaki Anda.

Pada umumnya, sebagian bayi yang lahir cukup bulan, satu atau kedua testis (buah zakarnya) belum teraba pada kantung kemaluan. Secara medis, istilahnya disebut kriptorkismus. Keadaan ini paling sering terjadi pada bayi yang lahir prematur. Makin prematur bayi dilahirkan, makin sering pula dijumpai. Biasanya, sekitar 66% kasus kriptorkismus akan mengalami penurunan testis sebelum usia 6 bulan. Setelah usia ini, biasanya testis tidak akan turun sendiri sehingga memerlukan pengobatan. Jika masih tidak turun hingga usia 2 tahun, tindakan bedah sebaiknya dilakukan. Sebaiknya, diskusikan dengan dokter Anda untuk merencanakan pengobatan yang tepat dan terbaik. Jangan pernah melakukan tindakan sendiri seperti memijat atau berusaha mencari letak testis.

Jangan tidurkan bayi dalam posisi tengkurap

Pada umumnya bayi ditidurkan dalam posisi yang alami yaitu terlentang. Sebelum bayi berusia 4 bulan atau bayi belum dapat tengkurap dengan sendirinya, sebaiknya tidak menidurkan bayi dalam posisi telungkup atau tengkurap. Hal ini disebabkan untuk mencegah terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi yang ditidurkan secara telungkup.

Berikan imunisasi untuk bayi Anda.

Pastikan semenjak baru lahir, bayi Anda telah diimunisasi. Imunisasi bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi bayi Anda dari penyakit infeksi. Imunisasi yang wajib dilakukan untuk bayi baru lahir sesuai progam pemerintah adalah imunisasi BCG, polio, dan hepatitis B. Selain itu, program imunisasi lain yang diwajibkan pemerintah kita antara lain: DTP dan campak, yang bisa diperoleh gratis di puskesmas atau posyandu. Sedangkan program imunisasi yang dianjurkan seperti Hib, MMR, Tifoid, Hepatitis A, Varisela, IPD (pneumokokus) dan influensa, penting juga Anda ikuti. Hanya saja, untuk program imunisasi yang dianjurkan ini, Anda harus menyediakan dana sendiri karena tidak bisa didapatkan secara gratis.

Comments

Popular posts from this blog

Golongan Darah A

SUDAH MENIKAH MASIH GELISAH

17 Pertanyaan Seputar Perkembangan Ibu dan Janin dalam Kandungan