AKTIVITAS PANTANGAN IBU HAMIL
1. Hot tubs (berendam air panas)
Tujuannya adalah menghindari peningkatan suhu inti tubuh yang dapat mempengaruhi perkembangan janin dan risiko keguguran terutama selama trimester pertama, dan berendam air panas juga dapat memicu terjadinya dehidrasi serta meningkatkan denyut jantung. Karenanya mandi kolam air panas atau sauna sebaiknya dihindari.
Selain itu perempuan yang tinggal di iklim panas harus lebih berhati-hati agar tidak terlalu panas dengan cara tinggal di dalam rumah, menggunakan AC serta menghindari udara panas.
Aktivitas sauna sebenarnya tidak terlalu dilarang dan boleh dilakukan dalam batas tertentu.
Tips sauna selama kehamilan:
• Hindari suhu yang terlalu panas
• Jangan terlalu sering maksimal 1 x 1 bulan
• Jangan melakukan sauna ketika usia kandungan sudah > 3 bulan
Efek yang ditimbulkan:
• Bayi akan kepanasan di dalam tubuh ibu
• Keluarnya cairan yang berlebihan
• Kurangnya air ketuban
• Risiko jika kandungan sudah besar bisa menyebabkan keguguran
Jadi, jangan mandi sauna dengan suhu air yang terlalu panas karena bisa menyebabkan gangguan perkembangan pada janin. Selain itu hindari berendam dalam air panas selama kehamilan.
2. Perjalanan udara
Beberapa kondisi kesehatan tertentu selama hamil bisa menimbulkan risiko saat melakukan perjalanan udara. Sebagai contoh, hipertensi selama hamil (preeclampsia) dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah yang nantinya berujung pada trombosis vena (deep vein thrombosis).
Naik pesawat boleh dilakukan sebelum usia kehamilan 7 bulan. Sebetulnya bayi dalam kandungan tidak bermasalah dengan ketinggian dan perbedaan tekanan udara. Agar perjalanan dengan pesawat lebih nyaman sebaiknya duduk di pinggir “gang” agar mudah bila mau ke kamar kecil. Gunakan pula tali pengaman agar duduk nyaman, dan gunakan penyangga kaki agar tak menimbulkan bengkak dan juga bantal kecil di belakang punggung.
Bepergian dengan pesawat memang berisiko tinggi. Bila kondisi udara buruk, lantas ibu menjadi stress. Ibu bisa kekurangan oksigen dan mengalami sesak nafas. Sementara bayi dalam kandungan membutuhkan oksigen. Bila hal ini terjadi di trimester akhir, maka bisa terjadi persalinan prematur atau bayi meninggal dalam kandungan.
3. Melukis
Bagi yang hobi melukis, aktivitas ini bisa tetap dilakukan selagi hamil. Tapi, jangan terlalu lama atau berlebihan, misalnya sepanjang hari. Cukup 1-2 jam setiap hari.
Yang dikhawatirkan selama melukis bau cat dapat terhirup dalam waktu lama. Karena sebagian besar jenis cat mengandung bahan kimia. Karena itu sebaiknya melukis dilakukan di udara terbuka untuk mengurangi terekspos terlalu lama dengan cat.
4. Merokok
Menjadi perokok aktif dan pasif untuk ibu hamil sangat dilarang untuk berbagai macam usia kehamilan. Zat nikotin yang terhisap secara langsung pada paru-paru akan menyebabkan janin mengalami gangguan. Zat asam yang terdapat pada nikotin akan menyebabkan masalah paru-paru dan gangguan berat tubuh pada janin. Biasanya janin yang dilahirkan dari ibu perokok pasif dan aktif memiliki berat badan yang rendah dan rentan terhadap penyakit.
Ibu perokok mengakibatkan bayi mendapat darah lewat plasenta lebih sedikit, sehingga zat asam dalam darahnya sedikit. Akibatnya berat badan bayi pun lebih rendah dibanding bayi dari ibu tidak merokok.
Bahaya dari asap rokok bagi kehamilan di antaranya:
- Risiko kerusakan genetik
Menurut penelitian yang di lakukan oleh Association for Cancer Research, Washington DC mengemukakan bahwa ada peningkatan risiko kerusakan genetis bagi perokok pasif. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan keadaan bayi yang di kandungan ibu hamil. Kerusakan ini bisa mengacu pada mutasi sel kromosom atau DNA yang terjadi tidak normal. Kondisi ini mengganggu perkembangan janin saat dalam kandungan.
- Risiko penyakit kanker
Selain itu, bagi perokok pasif akan lebih rentan terkena leukemia atau penyakit kanker lain. Sebab asap rokok mengandung bahan bahan berbahaya seperti nikotin yang dibakar ketika masuk ke dalam tubuh akan mengaktifkan sel kanker yang ada di dalam tubuh. Untuk itulah bagi penderita kanker, harus sangat berhati-hati dengan asap rokok yang ada di lingkungannya. Dikhawatirkan mampu memperparah penyakit kankernya tadi.
- Memperparah kanker (bagi penderita kanker)
Menurut hasil yang sudah dilakukan oleh seorang peneliti dari University of Louisville adalah ada 3 senyawa yang bersifat sangat karsinogen dari tembakau yang masuk ke dalam tubuh. Senyawa tersebut adalah benzoapryne, 4 aminobiphenil, dan akrilonitril. Hal ini memperparah jika keadaan ibu tadi dalam posisi hamil. Disebutkan bahwa senyawa ini sangat karsinogen, dalam tanda kutip bahwa senyawa senyawa ini sangat memicu kanker.
- Risiko prematur death
Memang benar, sangat tinggi risikonya bagi wanita hamil jika terkena asap rokok. Keadaan prematur death atau dikenal dengan sebutan sebagai kematian dini pada bayi sangat rentan terhadap asap rokok. Wanita hamil yang kerap mendapat asupan asap rokok akan mempertinggi risiko kematian dini, ataupun jika anak tersebut lahir, risikonya kelahiran cacat.
- Risiko berat badan lahir rendah (BBLR)
Bayi yang lahir dengan kontaminasi asap rokok saat masa kehamilannya memiliki risiko bayi dengan berat badan rendah. Hal ini berkaitan dengan asap rokok yang masuk melalui ibu bisa menghambat oksigen di otak. Hambatan ini tentu saja mengganggu sirkulasi darah yang membawa nutrisi gizi ibu hamil untuk organ lain. Jika terhambat, maka nutrisi tidak bisa diedarkan atau stagnan di satu tempat saja.
- Risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)
Selain itu bahaya asap rokok bagi ibu hamil ini memberikan risiko sangat tinggi mengenai SIDS atau kematian tiba-tiba. Banyak sekali bayi yang meninggal akibat kejadian ini. Sehingga sudah tidak diragukan lagi, jika asap rokok sangat mengganggu bayi di dalam kandungan.
- Risiko terkena penyakit pernapasan
Bayi yang ada di dalam kandungan juga bisa sangat rentan dengan penyakit penyakit pernapasan, jika terkena asap rokok. Hal ini berkaitan dengan penyakit yang diderita ibunya bisa menurun ke anak. Beberapa penyakit terkait tersebut antara lain seperti bronchitis, pneumonia, dan gangguan pertumbuhan paru-paru. Biasanya bayi yang sudah memiliki risiko penyakit pernapasan, risiko kematian juga sangat tinggi.
- Risiko terkena penyakit telinga
Bukan hanya terkena risiko penyakit pernapasan, risiko penyakit telinga juga besar. Hal ini berkaitan langsung dengan tidak lancarnya sirkulasi darah yang dari otak dan menuju ke otak karena mendapat hambatan-hambatan akibat adanya asap rokok. Pada bayi kondisi penyakit telinga juga bisa terjadi karena bahaya bayi tidak imunisasi dan kebiasaan menyusui sambil tiduran.
- Melemahkan sistem kekebalan tubuh bayi
Dengan kontaminasi asap rokok dari lingkungan, tidak sengaja terhirup oleh ibu hamil bisa memperburuk sistem kekebalan tubuh bayi. Hal ini berkaitan langsung dengan mutasi DNA di dalam tubuh bayi. Perubahan ini mampu membuat struktur sel yang menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh atau imunnitas bayi.
- Risiko terkena cacat mental
Asap rokok sangat rentan dengan kandungan oksigen di dalam tubuh. Jika terhambat di otak, mampu mematikan beberapa sel syaraf. Hal ini membawa pengaruh butuk, termasuk mempertinggi risiko tidak berkembangnya sel otak bayi. Jika dibiarkan terus menerus, bisa berakibat pada gangguan atau cacat mental seperti terkena Down Syndrome, autism, dan memiliki IQ rendah (basil, imbisil dan idiot)
- Risiko perkembangan tubuh tidak sempurna
Bayi yang terkena asap rokok bisa menyebabkan bayi lahir belum saatnya. Mereka biasa disebut dengan kelahiran prematur. Biasanya lahir masih dalam usia kandungan 28 minggu (perkembangan janin 7 bulan). Bayi yang lahir lebih cepat atau prematur tadi biasanya beberapa organnya tidak bisa berkembang besar dan mencapai diferensiasi.
- Risiko penyakit asma
Gangguan pernapasan seperti asma akan sangat berisiko bagi bayi yang terkena asap rokok. Nikotin dan zat zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh ibu dibawa oleh darah yang harusnya mengandung oksigen. Tentu saja berdampak pada bayi di dalam perut ibunya.
- Risiko bayi lahir dengan bibir sumbing
Jika ayah dari bayi adalah seorang perokok yang sangat kecanduan, akan sangat berisiko bagi bayi. Sebab biasanya laki-laki yang memiliki kebiasaan merokok akan ada kelainan pada spermanya. Dengan adanya gangguan sperma ini salah satunya bisa meningkatkan risiko bibir sumbing pada bayi.
5. Rontgen
Radiasi tak boleh dilakukan, apa pun indikasinya. Semua bentuk radiasi berpotensi membahayakan perkembangan janin. Pada saat ini janin sedang dalam perkembangan. Semua jenis radiasi dapat mengacaukan perkembangan sel. Sehingga terjadi mutasi sel yang bisa berkembang ke arah kanker, cacat dan sebagainya. Bila diperlukan penyinaran, seperti untuk mengetahui patah tulang atau rontgen gigi, sebaiknya katakan pada dokter bahwa Anda tengah hamil.
6. Mandi malam
Salah satu yang harus diperhatikan oleh wanita hamil adalah masalah kebersihan diri. Kalau tak mandi, bisa timbul jamur karena wanita hamil banyak berkeringat. Jadi, boleh saja mandi malam asal tak sampai menggigil kedinginan. Bila tak ingin mandi, minimal membasuh dengan waslap, membersihkan daerah kemaluan, membersihkan daerah lipatan kulit.
7. Bekerja di depan komputer
Memang belum ada penelitian yang menghubungkan dengan kehamilan. Lagipula radiasi dari komputer bisa dikatakan kecil sekali. Jadi, boleh saja asal tak terlalu lama. Perhatikan pula sikap tubuh, agar tak muncul keluhan sakit punggung. Cobalah sesering mungkin untuk bergerak. Sebaiknya setiap 1-2 jam Anda melakukan kegiatan lain, seperti jalan-jalan sebentar atau menggerakkan anggota badan.
8. Diet
Diet tidak baik bagi kondisi ibu dan bayi, karena bisa menimbulkan kekurangan vitamin, mineral dan bahan makanan lain. Diet hanya boleh dilakukan atas persetujuan dokter. Beberapa ibu hamil justru dianjurkan diet bahan makanan tertentu. Tujuannya, tentu saja bukan menurunkan berat badan, tapi agar berat badan ibu tak bertambah secara berlebihan. Kenaikan berat badan normal selagi hamil tak lebih dari dua kilogram sebulan. Bila perlu kurangi jenis makanan tertentu yang dapat menambah berat badan berlebih, seperti cake, tart, biskuit, makanan yang berlemak dan manis-manis.
9. Cat
Hindarilah kontak dengan cat, sekalipun hanya menghirup bau thinner-nya. Karena zat yang terdapat dalam cat bisa masuk ke dalam tubuh. Tak heran bila ada orang yang merasa pusing setelah mencium baunya, apalagi bagi wanita hamil. Memang belum diketahui pasti apakah bahan cat bisa berbahaya bagi perkembangan janin atau tidak. Tapi, pencegahan tentu selalu lebih baik, bukan?
10. Bahan pembersih dan pengkilap
Mengandung bahan-bahan kimia yang dapat diserap lewat kulit dan masuk ke dalam aliran darah di mana janin sedang berkembang. Karena itu, hindari kontak langsung dengan kulit. Sebaiknya gunakan sarung tangan bila dalam pekerjaan, Anda harus menggunakan bahan pembersih atau pengkilap.
11. Stoking
Jangan membatasi peredaran darah di kaki selama kehamilan, karena dapat menimbulkan pembengkakan. Jadi, jangan gunakan stoking yang membungkus kaki dengan ketat.
Sebaiknya gunakanlah stoking dari bahan lunak bila Anda merasa perlu memakainya untuk menjaga keindahan dan kehangatan di ruang ber-AC. Penderita varises bisa tetap menggunakan stoking khusus varises.
12. Sepatu
Pemilihan sepatu semasa kehamilan lebih pada kenyamanan dan keamanan. Karena tubuh mengalami perubahan maka penting untuk menghindari sepatu yang akan membebani bagian punggung bawah dan otot-otot kaki. Seperti halnya sepatu berhak tinggi bisa berisiko terpeleset, jatuh dan kaki terkilir.
Sama halnya dengan sepatu bertumit rata yang lebih disukai, juga harus menunjang kaki dengan baik. Hindari pula yang dapat menyebabkan Anda jatuh atau tergelincir. Ketika membeli sepatu ukurannya sedikit lebih besar dari biasanya, sebagai antisipasi kaki yang membengkak yang umum terjadi semasa kehamilan.
13. Memakai sepatu hak tinggi
Penggunaan sepatu hak tinggi dapat menyebabkan peregangan otot-otot di daerah pinggang. Ibu hamil akan lebih sering mengeluhkan rasa sakit dan pegal di daerah pinggang. Hal ini disebabkan pada saat hamil terjadi perubahan sumbu tubuh, dimana tubuh akan cenderung condong ke depan, sehingga ibu hamil berusaha menegakkan tubuh dengan cara meregangkan otot pinggang dan punggung. Nah, jika ibu hamil menggunakan sepatu dengan hak tinggi, peregangan otot di daerah pinggang dan punggung akan semakin bertambah, karena beban ke depan menjadi double, dari kehamilan itu sendiri dan juga dari sepatu hak tinggi, dan ini mengakibatkan pinggang dan punggung terasa semakin sakit.
Pada saat tubuh wanita hamil maka ada bagian tubuh yang terus mengalami pertumbuhan. Bagian perut ibu hamil akan membesar karena diisi dengan janin sebagai calon bayi yang akan dilahirkan. Saat tubuh mengalami perubahan bentuk ini maka tubuh ibu hamil akan menjadi tumpuan utama berat badan terutama pada bagian punggung dan otot pinggang. Jika Anda memakai sepatu hak tinggi maka otot yang bekerja untuk pinggang akan semakin tegang.
Efek yang ditimbulkan:
- Ketegangan otot inilah yang menyebabkan tubuh ibu hamil tidak nyaman dan terasa sakit pada bagian punggung, pinggang dan betis.
- Hal ini dapat membuat ibu hamil kurang nyaman dan mudah lelah.
- Selain itu memakai sepatu hak tinggi saat hamil juga dapat menyebabkan kaki bengkak saat hamil dan juga mudah jatuh karena keseimbangan yang buruk.
- Efek paling berbahaya adalah kontraksi karena ketegangan otot atau keguguran akibat jatuh.
Jadi sebaiknya hindari penggunaan high heels saat perut Anda mulai terlihat, atau sebaiknya setelah 2 bulan kehamilan Anda wajib menghindari penggunaannya. Ada baiknya setelah hamil menghindari langsung.
14. Menggunakan obat anti nyamuk
Obat anti nyamuk mengandung bahan kimia aktif yang termasuk golongan pestisida. Efek samping zat kimia ini antara lain memicu kerusakan saraf. Obat anti nyamuk semprot bahkan mengandung minyak tanah yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal pada janin.
Obat anti nyamuk dalam bentuk oles atau lotion mengandung bahan korosif dan dapat diserap kulit sehingga menjadi racun dalam tubuh. Untuk itu, penggunaan obat anti nyamuk baik dalam bentuk semprot, bakar, listrik, maupun oles (lotion) tidak dianjurkan bagi ibu hamil.
Pakailah kelambu di tempat tidur atau kasa nyamuk di setiap ventilasi rumah untuk menghindari gigitan nyamuk. Ibu hamil juga dapat menggunakan kayu putih sebagai obat anti nyamuk.
15. Melewati perjalanan yang jelek
Banyak pertanyaan yang selama ini timbul mengenai boleh tidaknya seorang ibu hamil mengendarai motor atau mobil. Banyak beranggapan bahwa seorang ibu hamil tidak boleh mengendarai sepeda motor atau mobil, karena dapat menggangu kesehatan kehamilan.
Namun, sebetulnya yang tidak boleh itu adalah mengendarai kendaraan bermotor melewati jalan yang jelek, karena hal ini dapat memberikan guncangan kepada kehamilan itu sendiri. Guncangan yang sering akan memberikan trauma kepada kehamilan. Selain itu guncangan pada saat melewati jalan yang jelek adalah dapat membuat otot punggung, pinggang, perut dan paha ibu hamil meregang sehingga ibu hamil mudah mengalami kelelahan.
Kurangilah kecepatan kalau melewati jalan yang jelek atau lebih baik cari rute lain dengan jalan yang lebih baik. Selain itu, untuk mengendarai mobil, sebaiknya ibu hamil dengan kehamilan 7 bulan ke atas jangan mengendarai mobil, dikhawatirkan perut yang semakin membesar membuat mengendarai steer mobil menjadi terganggu, dan mengendarai mobil menjadi tidak aman.
16. Mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter
Obat yang dikonsumsi ibu hamil dapat masuk ke dalam plasenta dan sirkulasi janin. Beberapa jenis obat bahkan dapat disekresi melalui ASI sehingga kadarnya dalam sirkulasi tubuh bayi hampir sama dengan kadar dalam darah ibu yang dalam beberapa situasi akan membahayakan bayi.
Beberapa jenis obat boleh diminum selama kehamilan ataupun menyusui karena terbukti aman, baik bagi ibu hamil maupun janin. Namun, beberapa jenis obat lain yang berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin. Dan kami yakin, tidak semua ibu hamil mengetahui mana obat yang aman dan mana yang tidak. Oleh karena itu setiap jenis obat ataupun jamu yang akan dikonsumsi, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter Anda, jangan hanya percaya pada "kata orang".
17. Diet selama kehamilan
Melakukan diet selama kehamilan akan membahayakan ibu hamil dan janin. Diet selama kehamilan akan menyebabkan kekurangan vitamin, mineral, dan zat-zat lain yang sangat diperlukan selama kehamilan. Lagian untuk apa diet? Toh kalau hamil perut akan terus membesar, jadi tidak ada gunanya sama sekali diet selama kehamilan.
18. Botox
Kebanyakan dokter beranggapan bahwa suntikan botox untuk wajah akan beredar ke dalam aliran darah dan membahayakan bayi. Namun demikian botox adalah racun. Sebaiknya, tunda melakukannya hingga Anda melahirkan.
19. Body wraps
Setiap jenis pembungkus tubuh yang menimbulkan panas pada tubuh, termasuk menutupi perut, mungkin tidak aman selama kehamilan. Sebuah pembungkus tubuh juga dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Terlalu panas juga dapat meningkatkan risiko bayi cacat tabung saraf.
Yang perlu diingat, ketika Anda ragu, sebaiknya selalu merujuk kepada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut tentang keamanan dari setiap produk kecantikan atau perawatan ketika hamil. Atau, lebih baik menghindarinya daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan.
20. Naik angkutan umum
Selama hamil, boleh saja ibu menumpang angkutan umum. Toh, guncangan-guncangan kecil tak perlu kelewat dikhawatirkan karena rahim memiliki air ketuban yang berfungsi menetralisir guncangan biasa. Yang justru perlu dihindari adalah posisi berdiri terlalu lama, apalagi dalam kondisi harus berdesak-desakan. Masalahnya, kondisi jantung ibu hamil umumnya tidak terlalu bagus. Terlalu lama berdiri akan menyebabkan oksigen tak sampai ke jaringan otak pada akhirnya dapat membuat ibu pingsan. Di sinilah pentingnya pengertian dan kesediaan penumpang lain memberikan tempat duduknya pada ibu hamil yang kebetulan berdiri.
21. Tambal gigi
Tindakan medis terhadap ibu hamil harus dilakukan hati-hati, termasuk pencabutan gigi. Salah satu sebabnya karena kondisi geligi ibu hamil umumnya mudah berdarah lantaran adanya pelebaran pembuluh-pembuluh darah, di samping perubahan hormonal. Lain hal jika pencabutan gigi terpaksa dilakukan, karena kalau dibiarkan malah akan menyebabkan infeksi yang akan memicu kontraksi dan memperbesar kemungkinan terjadinya kelahiran prematur. Tak cuma pencabutan gigi, pemberian obat-obatan pun harus dengan pertimbangan matang karena dikhawatirkan berdampak buruk pada pertumbuhan janin, terutama pada kehamilan usia muda.
22. Mengemudi
Yang satu ini, bukannya tidak boleh, melainkan harus hati-hati dan lihat kondisi. Soalnya, akibat perubahan hormon terutama saat hamil muda, ibu kerap merasa akan pingsan. Padahal mengemudi haruslah dalam kondisi siaga/konsentrasi penuh. Nah, kalau tiba-tiba dunia terasa gelap, sangat mungkin terjadi kecelakaan, kan?
Di luar itu, para ahli kandungan sepakat, ibu hamil boleh mengemudi hingga usia kehamilan sekitar 7 bulanan atau saat perut masih relatif kecil dan posisi janin masih bebas bergerak dalam air ketuban. Meski usia kehamilan belum mencapai 7 bulan, mengemudi sama sekali tidak dianjurkan bagi ibu hamil yang sering mengalami pendarahan atau pernah melakukan aborsi (kecuali sangat terpaksa). Di luar itu mengendarai mobil boleh saja sepanjang ibu dengan kondisi itu tidak merasakan sakit, nyeri, mual, atau kontraksi berlebihan pada otot perut dan panggul.
Jenis mobil yang dikendarai pun sebaiknya bersuspensi lembut, hingga getaran yang ditimbulkannya tidak terlampau hebat. Hindari mobil-mobil "kelas berat" dari kategori jip. Jauhi jalan yang berlubang-lubang atau bergelombang dan pilihlah yang relatif mulus. Kalaupun mengalami kontraksi ringan, sebaiknya istirahat dengan merebahkan posisi jok sampai kondisi normal kembali. Namun bila kontraksi berulang dan terasa cukup berat, segera konsultasikan ke dokter.
Bila kehamilan tak bermasalah, Anda diperbolehkan mengemudi. Tapi, perhatikan jarak dan lama mengemudi. Sering-seringlah mengubah posisi untuk mengendorkan otot-otot kaki. Jangan menunda keinginan buang air kecil karena terlalu asyik mengemudi. Memasuki trimester ketiga kehamilan, Anda memerlukan seorang pengemudi. Perut yang membesar akan menyulitkan Anda mengemudi dengan baik. Selain itu, juga menghindari kemungkinan yang tak diinginkan, misalnya terjadi kontraksi ketika tengah mengemudi.
23. Memakai busana ketat dan tidak nyaman
Beberapa ibu hamil memang terlihat tidak ingin tertinggal dunia fashion. Beberapa model baju yang tidak sesuai tetap saja dipakai. Di antaranya adalah model pakaian yang terlalu ketat dan tidak nyaman untuk bagian perut. Meskipun beberapa ibu hamil tetap memakai pakaian yang terlalu ketat tapi sebaiknya kebiasaan ini dihentikan.
Efek yang ditimbulkan:
- Pakaian yang terlalu ketat pada bagian perut akan membuat janin juga bisa merasa tertekan, terlebih jika bahan pakaian tersebut tidak lentur atau mengikuti bentuk tubuh.
- Janin akan kesulitan mendapatkan asupan oksigen secara sempurna.
- Janin akan kesulitan bergerak (terutama yang telah berusia 5 bulan ke atas).
- Iritasi pada perut jika diiringi keringat zat kimia pada pakaian.
Jadi, sebaiknya pakailah pakaian yang longgar, tetap bergaya dan nyaman untuk ibu hamil dan janin. Pakaian yang longgar dapat membuat Anda lebih leluasa.
Jika Anda harus menggunakan pakaian modis, sebaiknya memilih pakaian yang telah didesain khusus untuk ibu hamil agar tidak mengganggu perut dan perkembangan janin Anda.
Risiko memakai pakaian ketat cukup berbahaya untuk ibu hamil, jadi wajib untuk Anda hindari.
24. Pikiran tertekan dan stress
Apakah Anda merasa bahwa bayi yang ada dalam kandungan ternyata sangat peka terhadap perasaan Anda? Janin dalam kandungan memiliki ikatan perasaan yang sangat kuat dengan ibu. Ketika ibu hamil merasa tertekan, marah, dan stress maka janin bisa merasakan hal tersebut.
Efek yang ditimbulkan:
- Janin juga bisa memiliki rasa stress dan tertekan sehingga bisa membahayakan nyawa janin dan ibu hamil. Sebaiknya Anda tetap merasa bahagia sepanjang kehamilan.
- Efek paling mematikan adalah keguguran terutama jika usia kehamilan masih sangat muda di bawah perkembangan janin 3 bulan.
Jadi sebaiknya lakukan beberapa aktivitas yang menyenangkan selama kehamilan agar janin tidak terganggu, apa pun harus Anda lakukan agar tidak mengalami stress selama kehamilan.
25. Memelihara binatang peliharaan
Apakah Anda memelihara anjing atau kucing selama kehamilan? Memiliki binatang peliharan memang sangat menghibur namun sebaiknya Anda tidak melakukan hal ini selama kehamilan.
Hal ini dikarenakan kotoran yang berasal dari kucing, anjing atau binatang lain dapat menimbulkan virus toksoplasma.
Efek yang ditimbulkan:
- Virus ini akan masuk ke dalam janin dan mengganggu pertumbuhan janin. Risiko paling besar dari infeksi virus toksoplasma adalah keguguran atau cacat janin.
Jika Anda memiliki hewan peliharaan, sebaiknya Anda menghindari kontak fisik dengan mereka atau menghindari hewan ini selama kehamilan.
26. Melakukan pengobatan alternatif
Banyak wanita yang mencoba berbagai macam pengobatan alternatif saat sedang hamil. Beberapa macam pengobatan alternatif misalnya adalah pijat refleksi, konsumsi ramuan dari herbal, dan berbagai macam obat-obatan yang belum teruji secara klinis.
Efek yang ditimbulkan:
- Jika hal ini dilakukan selama kehamilan maka bisa mempengaruhi pertumbuhan janin dan bisa menyebabkan keguguran. Jadi, hindari semua hal yang berhubungan dengan pengobatan alternatif.
Apapun keluhan Anda selama kehamilan, wajib Anda konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Tidak ada alasan pergi ke pengobatan alternatif selama kehamilan. Jika Anda ke dokter, harus memberi tahu bahwa Anda sedang hamil. Dokter akan menyesuaikan dengan kondisi Anda.
27. Konsumsi obat bebas
Selama kehamilan maka ibu hamil bisa merasakan berbagai macam gejala penyakit yang membuat kondisi badan tidak nyaman. Namun beberapa ibu hamil yang belum mengerti memiliki kebiasaan konsumsi obat bebas tanpa petunjuk dokter. Pemakaian berbagai jenis obat untuk mengatasi lelah, diare, pusing, mual dan berbagai keluhan lain sangat dilarang. Obat-obatan ini bisa mengandung bahan berbahaya yang menyebabkan gangguan kesehatan pada janin. Jadi, konsultasikan ke dokter kandungan jika Anda mengalami beberapa gangguan kehamilan.
28. Kemoterapi
Pengobatan kemoterapi untuk mengatasi penyakit kanker sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Obat-obatan yang akan digunakan untuk kemoterapi sangat keras dan bisa menimbulkan efek yang sangat berbahaya pada janin dan ibu hamil. Jika seseorang harus melakukan kemoterapi selama kehamilan maka biasanya dokter akan menawarkan untuk melakukan prosedur khusus pada janin sesuai dengan kesepakatan.
29. Radioterapi
Terapi dengan memakai sinar radiasi sangat berbahaya untuk ibu hamil. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengobati penyakit kanker atau tumor. Sinar radiasi bisa menyebabkan gangguan pada janin secara langsung. Dokter biasanya juga akan menerapkan metode khusus bagi ibu hamil yang harus mendapatkan radioterapi.
30. Memakai semua jenis obat anti nyamuk
Semua jenis bahan anti nyamuk dalam berbagai macam bentuk umumnya mengandung bahan peptisida. Banyak bahaya yang bisa muncul untuk janin jika ibu hamil memakai bahan anti nyamuk. Anti nyamuk bakar bisa menyebabkan gangguan paru-paru pada janin, anti nyamuk semprot bisa menyebabkan penyakit ginjal dan anti nyamuk dalam bentuk oles bisa menyebabkan janin keracunan. Jadi, lebih baik jika Anda memakai cara alami agar terhindar dari nyamuk. Efeknya adalah terjadi gangguan pada paru-paru janin.
31. Begadang
Seorang wanita yang sedang hamil sangat dianjurkan untuk mengatur waktu istirahatnya. Pelarangan begadang bukan tanpa alasan yang pasti sebab ada banyak bahaya yang ditimbulkan jika wanita yang sedang hamil gemar begadang meskipun karena tuntuan pekerjaan sekalipun. Adapun bahaya yang ditimbulkan adalah:
• Kelelahan
Kurangnya jam tidur membuat ibu hamil mudah kelelahan dikarenakan tubuh dipaksa untuk terus bekerja tanpa ada jeda waktu untuk beristirahat yang cukup. Kurang tidur bisa menurunkan kemampuan sel darah putih sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, ibu jadi rentan akan penyakit dan infeksi.
• Memicu kontraksi rahim
Kelelahan akibat kurang tidur bisa menyebabkan kontraksi rahim. Namun, kejadiannya tidak sama pada tiap ibu hamil. Artinya, ada ibu yang kelelahan dan berimbas pada terjadinya kontraksi rahim, ada juga yang tidak. Kontraksi berlebihan yang terjadi akibat kelelahan dan kurang tidur bisa menyebabkan terjadinya keguguran terutama jika terjadi pada trimester awal. Sedang pada trimester kedua atau ketiga bisa menyebabkan kelahiran prematur.
• Sakit kepala
Saat begadang, berarti ibu memaksa tubuh termasuk otak untuk terus bekerja. Padahal, otak pun butuh untuk dirilekskan barang sebentar. Akibatnya, sel di otak mengalami gangguan dan hal tersebut membuat ibu mengalami sakit kepala.
• Meningkatkan tekanan darah
Akibat dari begadang bisa memicu timbulnya stress akibat tubuh dan otak yang melemah karena kurang istirahat. Hal ini berisiko untuk meningkatkan tekanan darah sehingga ibu hamil menderita hipertensi dalam kehamilan.
• Anemia
Begadang mengganggu produksi sel darah merah sehingga menyebabkan terjadinya anemia pada ibu hamil. Ibu yang menderita anemia berisiko melahirkan bayi prematur bahkan bisa terjadi keguguran. Pada saat proses persalinan juga bisa menyebabkan persalinan lama akibat kelelahan otot rahim untuk berkontraksi (inersia uteri) sampai tidak bisa lagi berkontraksi (atonia uteri) akibatnya terjadi pendarahan dan syok.
Cara pencegahan dengan mengatur posisi tidur dengan posisi tubuh miring ke kiri agar pembuluh darah besar tidak tertekan sehingga aliran darah ke janin tidak terganggu. Tidur telentang bisa menyebabkan ibu sesak napas. Posisi meringkuk bisa menyebabkan sakit di perut, pinggul, dan rasa pegal di punggung. Juga kurangi minum di malam hari atau menjelang tidur agar tidak sering bangun untuk buang air. Cara lainnya dengan senam hamil dan latihan pernapasan untuk membantu ibu menenangkan otot-otot yang pegal dan kaku.
Comments
Post a Comment