ADAKAH LARANGAN KB SAAT HAMIL?

Bagaimanakah kehamilan terjadi? Secara sederhana kehamilan terjadi karena adanya pertemuan antara sel telur wanita dengan sperma lelaki. Oleh karenanya, alat-alat kontrasepsi biasanya berusaha menghalangi pertemuan ini. Salah satu cara ber-KB adalah dengan pil. Namun ternyata. Cara ini mempunyai banyak bahaya dibanding manfaatnya. 

Apa saja bahayanya? Sejak tahun 1960, ketika pil KB pertama kali marak di pasaran, para penggunanya sangat menyukainya. Namun seperti umumnya obat-obatan, pil ini juga mendapat pro dan kontra. Pil KB terbuat dari hormon buatan yang mencegah kehamilan melalui kerjasama dengan hormon-hormon alami tubuh dalam mencegah pertumbuhan. Pil KB merupakan cara kontrasepsi yang paling banyak digunakan, diperkirakan lebih dari 75% wanita mengkonsumsinya.

Salah satu alasan seringnya digunakan pil KB karena merupakan yang paling sukses untuk ber KB. Dengan pemakaian yang tepat, rata-rata kesuksesan mencapai 99%. Konsistensi para pemakai dalam meminumnya, berat badan, dan antibiotika merupakan faktor yang mempengaruhi efektivitasnya.

Banyak keuntungan ber-KB dengan pil. Penyakit radang panggul (PID) yang dapat menyebabkan keridaksuburan dinyatakan jarang terjadi pada penggunanya. Para dokter menetapkan bahwa pil KB dapat mengurangi risiko kemunculannya hingga 50%. Menurut Ruberta Ness dari Universitas Pittsburg dan WebMD, wanita pengguna pil KB dapat mengalami penurunan risiko kanker indung telur sekitar 40%. Dengan catatan konsumsi 1-4 tahun. 

Pil KB juga dihubungkan dengan adanya peredaan rasa sakit di panggul. Keuntungan potensial lain adalah naiknya kepadatan tulang. Namun, penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk menentukan seberapa efektifkah pil KB dalam mencegah pengeroposan tulang secara keseluruhan. Mengkonsumsi pil KB selam 5 tahun atau lebih juga akan meningkatkan fertilitas. Namun dengan segala kenyamanan itu, pil ini juga punya daftar kekurangan.

Pertama, banyak bukti kuat menunjukkan adanya hubungan kuat antara pil KB dengan kanker payudara. Lebih dari 100 ribu wanita berpartisipasi dalam penelitian jangka panjang yang diadakan oleh para ahli epidemiologi di Institute of Community Medicine, Norwegia. Delapan tahu setelah dimulainya penelitian itu, lebih dari seribu wanita mengidap kanker payudara. 

Dibandingkan dengan wanita yang tak pernah mengkonsumsinya, peningkatan kanker payudara ini sebesar 26%. Wanita yang masih mengkonsumsi pil ini menghadapi peningkatan sekitar 58%. Meskipun risiko pada wanita di atas usia 45 tahun secara signifikan lebih tinggi, jika penelitian ini benar, kemungkinan kanker payudara di segala usia yang dikaitkan dengan pil KB adalah 15%. Menurut Asosiasi Kanker Amerika, perkembangan jaringan dada ditentukan oleh hormone. Sehingga menjadikan obat-obatan yang mengandung hormone potensial menjadi ancaman.

Pil KB telah dihubungkan dengan suatu peningkatan risiko terkena kanker leher rahim pada wanita yang diserang Human Papilloma Virus (HPV). Menurut perbandingan dari 28 penelitian yang berbeda, risiko kanker leher rahim 2 kali lebih besar pada wanita pengguna pil KB selama lebih dari satu dekade, dibanding yang tak pernah mengkonsumsinya. 

Menurut Klinik Mayo, mengkonsumsi pil dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan tekanan darah. Juga, pil KB telah dihubungkan dengan tingginya protein C-reaktif, suatu protein yang berhubungan dengan penyakit jantung. Pada sebuah penelitian baru-baru ini, wanita yang mengkonsumsi pil KB dinyatakan mempunyai protein ini 2 kali lebih banyak dalam darahnya, dibanding yang tidak. Pil KB secara potensial berhubungan dengan peradangan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Bukti rinci tentang peningkatan risiko penyakit jantung akibat penggunaan pil ini, saat ini kurang meyakinkan.

Pil KB juga berefek samping yang agak berat, di antaranya mual, hilang selera, sakit kepala, atau naiknya berat badan. Pada kasus yang jarang terjadi, wanita akan kelihatan berotot karena meningkatnya hormone testosterone yang disebabkan pil ini.

Penelitian yang sedang berlanjut, juga menyimpulkan bahwa penggunaan pil KB akan menurunkan gairah seksual wanita. Para peneliti berteori bahwa hal ini, mungkin berkaitan dengan rendahnya hormone seks pria (androgen) pada kebanyakan pengguna pil ini. Respon seksual wanita lebih besar dikarenakan hormone-hormon ini. Oleh karena itu, pil-pil yang mengandung sedikit hormone-hormon berpotensi menurunkan gairah seks wanita.

Apalagi bagi wanita yang sedang hamil, tentunya hormon-hormon yang masuk ke tubuh ibu akan masuk juga ke tubuh bayi yang berakibat buruk bagi perkembangannya.

Comments

Popular posts from this blog

Golongan Darah A

SUDAH MENIKAH MASIH GELISAH

17 Pertanyaan Seputar Perkembangan Ibu dan Janin dalam Kandungan